Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 52


__ADS_3

Febri langsung keluar mencari koran bekas


" Bi koran bekas taruh di mana kalau ngga ada koran bekas buku bekas juga ngga, papa Bi" ucap Febri


" cari dikolong meja yang didalam kardus" ucap nurmala


" nih kek ngga ada koran adanya buku bekas" Febri menyodorkan buku


" ambil korek feb Deket tungku" sambil menaruh kecoa di atas lembaran kertas di gulung


sebelum di bakar mulut kakek komat Kamit seperti membaca mantra melakukan ritual kakek langsung membakar tumpukan kertas terebut


" kek api nya bagus banget kek Biru warnanya" ucap Febri


" bisa jadi ini binatang kiriman" ucap Ki sumo


" binatangnya satu doang yang di dapat kek coba si tanya Utari di ingat -ingat pernah nga dia nolak cowok atau ngomong kasar sama orang " ucap Febri


" anaknya saja belum sadar ngaco kamu " ucap Tanti menoyor kepala Febri


" kakek Tanti songong banget kek " ucap Febri


"sudah sudah jangan becanda temenin Utari sana didepan tari nga ada yang nemenin kakek mau sholat isya dulu" ucap kakek


buru buru Tanti dan Febri keluar menuju ruang tamu menemani Utari


"tari kamu sudah sadar ":tanya Febri


Utari tak menjawab cuma matanya doang yang melirik


"lihat ny gitu amat taru takut saya " ucap Febri


TOK,,,,


TOK,,,,


TOK


" assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikum salam"


" Tanti bukain pintu ada tamu" ucap Febri


Tanti langsung bangun menghampiri pintu


setelah dibuka masuk tiga lelaki muda dan yang satu sudah setengah tua memakai baju serba putih


" eh kamu Aris , Yanto masuk duduk dulu tungguin yah aki lagi sholat "ucap Tanti


Tanti kembali menghampiri tari dan Febri


" feb cowok kamu tuh " bisik Tanti


" apaan sih kami jangan bikin gosip ntar kalau binur tahu diomelin saya" ucap Febri mencubit pinggang tanti


"aauw sakit Febri" ucap Tanti


" makanya diam" ucap Febri sambil telunjuknya nempel di hidung


Tak berapa lama Kusumo Mardani dan nurmala keluar dari dalam menuju ruang tamu


" ini Ki ustad ramadhan yang mau mengobati Utari"ucap Aris


Ki sumo menyalami ustad ramadhan begitu juga Mardani ayah Febri ikut menyalami ustad ramadhan


"cucu saya tiba tiba sakit perut dan pengen bunuh badannya sendiri dengan cara mencekik lehernya " ucap Ki sumo


ustad ramadhan langsung bangun dari duduknya menghampiri Utari tangannya memegang eher Utari dengan kedua telunjuknya sambil mulutnya membaca ayat suci pindah lagi telunjuknya memegang perut Utari di pencet ulu hatinya pindah lagi ke lengan tangan dipencet lagi dicari titik kelemahan penyakit pindah ke telapak kaki


jari jari kaki utari satu satu di pencet


ketika jemari ustadz ramadhan memencet jari tengah kakinya


utari langsung melengking menjerit keras banget


"Aaaaaaakh"


,,

__ADS_1


Aaaaaaakh"


"SAKIT"


teriak Utari telapak tangannya meregang hendak mencakar ustatadz Ramadhan


"SAKITT ,,,,,,hhhhhh "teriak tari


"Aaaaaaa Aaaaaaakh".


PANAS,,,,,,PANAS,,, Aaaaaaaaahk


Utari terus meronta berontak


'tangan utari dipengangi dua orang


ustadz ramadhan terus melantunkan ayat ayat suci Alquran kini posisi ustad ramadhan pindah ada disampingnya Utari memencet kepalanya


"AaaaaaaAaaaaaaaahk "


"AMPUN ,,,AMPUN"


" keluar nga "ucap ustad ramadhan


" NGA AKU NGA BAKAL KELUAR DARI TUBUH ANAK INI " ucap tari


" keluar nga " ustad ramadhan terus mencari titik kelemahan ditubuh tari sambil membaca ayat ayat suci Alquran


***


*


*


*


*


*

__ADS_1


like nya jangan lupa komen vote


__ADS_2