Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 55


__ADS_3

" aku bawa yah piringnya kamu ngga mau ikut ke sana Tanti kata jam sembilan mau ke tempatku ini sudah hampir asar" ucap febri


" kamu duluan aja nanti aku nyusul aku lagi nunggu nenek pulang dari sawah"ucap Tanti


" ya udah saya bawa ya piringnya jangan lama Tan" Ucap Febri


" iya bawel" jawab tanti


Febri bergegas pulang menuju rumah


"pa piring yang pa ustadz minta bentuknya kaya begini bukan " sambil menyodorkan piring


"Iyah betul " jawab pa ustadz


" boleh minta spidol warna merah" ucap ustadz


"Febri cariin spidol warna merah di kamar Utari ada tidak coba dilihat "ucap Nurmala


" iya bi ,,nih " Febri menyerahkan spidol ke Nurmala


Nurmala memberikan spidol ramadhan


setelah mendapatkan spidol warna merah ustadz ramadhan langsung mengukir piring warna putih bertuliskan kaligrafi arab


lalu menuangkan air ke dalam piring yang bertuliskan Arab tersebut


air dalam piring berubah warna menjadi merah


ustadz ramadhan menyilang kan kaki posisi ada di kepala Utari memejamkan mata langsung membacakan piring tersebut dengan ayat ayat Qur'an

__ADS_1


seperti ada kekuatan gaib piring yang berwarna merah tersebut bergolak


orang yang ada di rumah ki sumo dibuat takjub melihat pemandangan yang ada di depan seperti sedang menonton film horor antara percaya dan tidak


" ada yang mau memegang air di dalam piring ini ucap ustad ramadhan


" ngga berani tadz panas " ucap Andi


" coba aja pegang ngga papa" titah ustadz


andi pun memberanikan diri memegang air dalam piring yang sudah berwarna merah


"adem tadz airnya" ucap Andi


seketika orang yang ada disitu penasaran ingin memegang juga mereka bingung sebab yang mereka lihat air dalam piring itu bergolak seperti air mendidih


ustadz ramadhan menyuruh ibu Utari mengusap air dalam piring ke seluruh tubuh Utari dari kepala muka perut tangan kaki


jeritan histeris keluar dari mulut tari


" Haaaaaaaaaaaaaaaaaakhhh,,,,,,,,,,


"PANAASS"


"PAANAS,,,",


"


"PAANAS ,,,"

__ADS_1


,hhaaaaaaaaaaaaaahk" teriakan Utari memangil para tetangga


banyak tetangga berdatangan menjenguk tari rumah Ki sumo jadi padat banyak yang ingin melihat terpaksa untuk sesaat pengobatan dihentikan sejenak


" saya minta tolong nanti sehabis ashar Utari dipindahkan saja keruang tengah biar saya bisa leluasa mengobatinya" ucap ustadz


Nurmala dan Febri langsung bangun menuju ruang tengah menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk tari berobat


setelah semuanya siap tubuh tari segera di pindahkan keruan tengah


selepas sholat ashar ustadz ramadhan kembali duduk bersila di samping tari


"saya minta empat orang berada di ruangan ini " pinta ustadz


Aris Andi pa Mardani dan Ki sumo berada diruang tengah sementara Nurmala Febri tanti ada diruang tamu


ustadz kembali menulis kaligrafi Arab di piring putih setelah di tulis lalu menuangkan air kedalam piring membaca ayat ayat Qur'an hinga membuat air bergolak lalu mengoleskan air warna merah tersebut ke seluruh tubuh utari


tubuh Utari mulai bereaksi merasakan panas menggelinjang seperti cacing dikasih garam


"Aaaaaaakh,,,"


"Aaaaaaakh"


"PANAAS!!!! " teriak tari


tepat ketika tari berteriak mulutnya terbuka ustadz tak men sia- sia kan kesempatan langsung memasukan mulut Utari air warna merah yang tersisa


" heeks,,,,heeks ,,," suara tenggorokan tari ketika dimasukan air ,air sedikit demi sedikit masuk ke tenggorokan tari

__ADS_1


" Aaaaaaakh ,,,,,,PANASS ,,,,,,,, PANASSS "


__ADS_2