
"Febri aku mau ngomong serius sama kamu"
" nggak kalau mau ngomong ngapain ngajak kesitu situ"
"kerumah temenku "
" nggak kamu bohong"
"beneran aku nga bohong ayo bentar doang"
" nga udah malam saya capek pengen istirahat"
sambil berlalu meninggalkan Irwan
" feb aku suka sama kamu feb kamu mau nga jadi pacarku "
Febri tak menjawab ucapan Irwan tak menghiraukan kata katanya
" apaan sih nga jelas" batin Febri
sampainya dikontrak Febri langsung bersih bersih terus pergi tidur
🌸🌸🌸🌸
Esoknya seperti biasa aku bangun pukul 04:30 mandi sholat membeli sarapan
" bi keluarnya bareng " kata Febri pukul 05:45 aku keluar beringin dari kontrakan aku berjalan dibarisan tengah di belakang bibi ku lihat sebelah kanan irwan tengah duduk di kursi bersandar memandangi terdengar alunan lagu kenceng banget seolah olah lagu tersebut ungkapan isi hatinya lagu Malaysia yg dinyanyikan oleh sting
" sejak aku mengenali dirimu
bermacam dugaan kuhadapi
ada kala tersentuh rasa hati
__ADS_1
ada kala cemburu melukai
namun aku tempuhi dengan sabar
sejak aku jatuh cinta padamu
perasaan hati sering terganggu
ada kala hati rasa curiiga
adakala semcam tak percaya
adakah kau setia kepdaku
oleh karena hatiku setia
sebab itulah teguh cintaku
sebab itu aku sayang
dari hari ke hari aku terus merindui
dan aku dapat rasakn betapa hatiku sukar hendak melupakan mu
biar terpaksa susah payah namun kurelakan
asalkan kita terus dapat bersama selamanya"
mendengar syair lagu itu hatiku bergetar hebat
"tumbenan itu manusia bangun pagi" batin febri
aku dan Irwan saling pandang
__ADS_1
mendengarkan lagu yang sedang mengalun hati ku sedikit tersentuh ingat semalam Irwan menyatakan cintanya pada ku tapi itu tidak mungkin aku sudah punya kekasih dikampung
tak mungkin aku membuang emas demi perunggu aku melihat ekspresi wajah Irwan
seolah memohon agar aku menerima cintanya perjuangan Irwan untuk mendapat cintaku tak pernah putus asa setiap malam ketika aku pulang malam selalu menungguku di atas jembatan walau kadang aku suka risih teman teman rombonganku
satu jemputan selalu bertanya apa dia cowokku bukan tak henti henti Irwan selalu menyatakan cinta udah ratusan kali mengungkapkan perasaanya
" Febri tolong kasih jawaban aku benar benar sayang kamu tulus" ucap Irwan
" tapi aku sudah punya pasangan sholatnya rajin tidak punya tato aku nga mau punya pacar yanng bertato bisa - bisa orang tuaku marah"
"maaf bukan apa apa aku nga bisa perbedaan kita jauh jangan sakit hati aku tidak bisa menerima kamu" ucap Febri
Febri langsung masuk kedalam rumah
aku kira setelah jawabanku semalam Irwan akan mundur mengejar ku ternyata perjuangannya tak putus begitu saja
suatu malam ketika aku tengah sendirian di kontarakn pintu depan diketok setelah aku buka ternyata temanya Irwan
"ada apa " kata Febri
Supri mengajak keluar tangannya menunjuk seseorang yg tengah duduk dipinggir rel kereta
" kamu lihat pengorbanan Irwan dia benar benar suka sama kamu kamu lihat keadaanya dia benar benar rela menghapus tato demi kamu rela kesakitan demi kamu tangannya digosok demi menghapus tato kamu lihat sana" ucap Supri
" ngga mau aku nyamperin dia dipinggir rel kalau bibiku tahu bisa marah kalau mau dia yang suruh kesini saja "
visual irwan
like komen vote
__ADS_1