Setan Budeg

Setan Budeg
bab 18


__ADS_3

"Febri aku mau ngomong serius sama kamu"


" nggak kalau mau ngomong ngapain ngajak kesitu situ"


"kerumah temenku "


" nggak kamu bohong"


"beneran aku nga bohong ayo bentar doang"


" nga udah malam saya capek pengen istirahat"


sambil berlalu meninggalkan Irwan


" feb aku suka sama kamu feb kamu mau nga jadi pacarku "


Febri tak menjawab ucapan Irwan tak menghiraukan kata katanya


" apaan sih nga jelas" batin Febri


sampainya dikontrak Febri langsung bersih bersih terus pergi tidur


🌸🌸🌸🌸


Esoknya seperti biasa aku bangun pukul 04:30 mandi sholat membeli sarapan


" bi keluarnya bareng " kata Febri pukul 05:45 aku keluar beringin dari kontrakan aku berjalan dibarisan tengah di belakang bibi ku lihat sebelah kanan irwan tengah duduk di kursi bersandar memandangi terdengar alunan lagu kenceng banget seolah olah lagu tersebut ungkapan isi hatinya lagu Malaysia yg dinyanyikan oleh sting


" sejak aku mengenali dirimu


bermacam dugaan kuhadapi


ada kala tersentuh rasa hati

__ADS_1


ada kala cemburu melukai


namun aku tempuhi dengan sabar


sejak aku jatuh cinta padamu


perasaan hati sering terganggu


ada kala hati rasa curiiga


adakala semcam tak percaya


adakah kau setia kepdaku


oleh karena hatiku setia


sebab itulah teguh cintaku


sebab itu aku sayang


dari hari ke hari aku terus merindui


dan aku dapat rasakn betapa hatiku sukar hendak melupakan mu


biar terpaksa susah payah namun kurelakan


asalkan kita terus dapat bersama selamanya"


mendengar syair lagu itu hatiku bergetar hebat


"tumbenan itu manusia bangun pagi" batin febri


aku dan Irwan saling pandang

__ADS_1


mendengarkan lagu yang sedang mengalun hati ku sedikit tersentuh ingat semalam Irwan menyatakan cintanya pada ku tapi itu tidak mungkin aku sudah punya kekasih dikampung


tak mungkin aku membuang emas demi perunggu aku melihat ekspresi wajah Irwan


seolah memohon agar aku menerima cintanya perjuangan Irwan untuk mendapat cintaku tak pernah putus asa setiap malam ketika aku pulang malam selalu menungguku di atas jembatan walau kadang aku suka risih teman teman rombonganku


satu jemputan selalu bertanya apa dia cowokku bukan tak henti henti Irwan selalu menyatakan cinta udah ratusan kali mengungkapkan perasaanya


" Febri tolong kasih jawaban aku benar benar sayang kamu tulus" ucap Irwan


" tapi aku sudah punya pasangan sholatnya rajin tidak punya tato aku nga mau punya pacar yanng bertato bisa - bisa orang tuaku marah"


"maaf bukan apa apa aku nga bisa perbedaan kita jauh jangan sakit hati aku tidak bisa menerima kamu" ucap Febri


Febri langsung masuk kedalam rumah


aku kira setelah jawabanku semalam Irwan akan mundur mengejar ku ternyata perjuangannya tak putus begitu saja


suatu malam ketika aku tengah sendirian di kontarakn pintu depan diketok setelah aku buka ternyata temanya Irwan


"ada apa " kata Febri


Supri mengajak keluar tangannya menunjuk seseorang yg tengah duduk dipinggir rel kereta


" kamu lihat pengorbanan Irwan dia benar benar suka sama kamu kamu lihat keadaanya dia benar benar rela menghapus tato demi kamu rela kesakitan demi kamu tangannya digosok demi menghapus tato kamu lihat sana" ucap Supri


" ngga mau aku nyamperin dia dipinggir rel kalau bibiku tahu bisa marah kalau mau dia yang suruh kesini saja "



visual irwan


like komen vote

__ADS_1


__ADS_2