
Febri buru buru memasuki ruangan mengangkat gagang telefon dan menakan nomor telefon yang dituju
lama Febri menunggu belum juga ada jawaban yang ketiga kali baru ada jawaban
☎️ "Hallo assalamualaikum maaf sebelumnya menganggu ini dari keponakanya ibu Nurmala bisa minta tolong ngga Bu dipanggil saya dari kampung mau bicara Bu" ucap Febri
☎️ "waalaikum salam oh keponakanya ibu nur tunggu sebentar yah saya panggil ucap pemilik kontrakan"
☎️ "kalau begitu saya tutup dulu nanti telefon lagi"
☎️ "Lima menit yah ibu tengok dulu" ucab ibu kontrakan
lima menit berlalu Febri kembali menekan nomor yang tadi
☎️ "Hallo gimana Bu " ucap Febri
☎️ "ibu Nurmala lagi mandi " ucap ibu kontrakan
☎️ "oh kalau begitu titip pesan saja Bu tolong bilang ke ibu Nurmala kalau anaknya Utari sakit dari semalam belum sadar secepat pulang udah gitu saja Bu terima kasih sebelumnya"
☎️ "iya nanti ibu sampaikan ke Bu nurmala"
__ADS_1
☎️ "terima kasih Bu maaf sebelumnya pagi pagi sudah ngerepotin assalamualaikum"
☎️ "waalaikumsalam" jawab ibu kontrakan
Febri menutup telepon keluar menuju kasir membayar tagihan telepon
Febri buru - buru pulang menuju rumah belum sampai rumah Febri sudah di berondong pertanyaan sama kakeknya
"tadi yu ropiah kesini kasih kabar nanyain keadaan Utari ko dia bisa tahu"
"tadi Febri habis telefon bibi kabarin kalau Utar sakit belum sadar terus kakek bilang apa ke dia kakek ngga jelasin "
"Febri kebelakang dulu kek siapin sarapan'
Aku langsung melangkah kedalam kulihat Utari sudah dipindahin ke ruang tamu aku siapin sarapan buat kakek tak lupa ku buatkan juga buat Utari bubur Utari masih memejamkan mata ku bangun kan Utari ku tepuk pipinya dengan lembut
" tari bangun RI kamu sarapan dulu biar ngga lemes" menyendok bubur dimasukan ke mulut Utari lima suapan sudah masuk ke mulut tari di suapan yang ke enam Utari menyeburkan bubur yang masuk ke mulutnya
"bbbbbrrr,,, aaaaaahk,,,, " tari berteriak tiba tiba matanya melotot tangannya tegang hendak mencekik lehernya
"Aaaaaaahk,,,,,aku mau bunuh anak ini hhhhaahahah,,,,,"
__ADS_1
" kek tari kek"teriak Febri sambil memegangi tangan tari
kakek sumo yang tengah sarapan buru buru berlari menghampiri Utar
" sambetanya mana sambetan olesin ke badannya"
" sambetany habis kek Febri ketempat mbah Minah dulu kek minta bikin sambetan " buru buru Febri keluar menuju rumah Tanti meminta nenek Minah bikin sambetan lagi,, setelah jadi buru buru Febri pulang menghampiri tari mengoles sambetan kevtubuh tari
tari masih saja berontak mengamuk hendak mencekik lehernya orang orang sudah mulai berdatangan ingin tahu keadaan tari
Ayahku datang bersama ibuku .
ibuku yang kebetulan bisa mengobati orang langsung ikut membatu mengobati tari ayahku juga ikut andil
belum ada kejelasan penyebab sakitya Utari sebab ustad yang dipanggil guna mengobati sakitnya Utari belum juga datang dengan pengobatan seadanya kakek menyebar lada hitam di sekeliling rumah
membuat gulungan daun sirih sebanyak tujuh lembar dilempar disembarang arah tujuannya utuk menangkal kalau memang sakitnya Utari disebabkan suruhan orang di kembalikan ke pemiliknya
hari semakin siang Aris dan Yanto yang di tugas mencari ustad belum juga datang sementara Andi dan Agus yang ditugaskan mencari rumput teki belum juga membuahkan hasil
***********
__ADS_1