Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 49


__ADS_3

Besar kemungkinan mencari rumput teki disiang hari sangatlah mudah tapi kenyataanya keduanya belum juga mendapat rumput teki segala penjuru kampung di jelajah mencari rumput teki keberadaanya seperti mencari jarum di tumpukkan jerami keberadaanya di sembunyikan di persulit


" Ki saya sudah kelilingi mencari rumput teki dimana saja di sawah dipingit sungai ngga ada yang tumbuh"


" masa cari rumput saja kalian ngga ketemu rumputnya tumbuh liar kalian tau ngga bentuk rumput teki seperti apa"ucap Ki sumo


" iya tau Ki saya sudah cari kemana saja nga ada yang tumbuh"


"iya giliran lagi dibutuhkan dicari ngga ada nanti giliran sudah ngga nyari banyak yang tumbuh kaya di halang halangi setan " ucap pa mardani


" gantinya apa Ki biar aku cariin " ucap Andi


" cari pohon kelo sama batangnya sekalian jangan daunnya doang sama kamu tolong beli minyak tanah sama abu gosok ucap Ki sumo


" udah itu doang Ki ngga ada tambahan lagi "


" udah itu saja "


Utari yang keadaanya sangat memprihatinkan seperti orang yang sekarat dikelilingi orang membaca ayat ayat Alquran tak boleh berhenti melantunkan ayat suci


matanya melotot pandanganya kosong sedari pagi sampai siang belum diisi nasi asal disuapin disembur kecuali air doa yang baunya kaya campuran menyan tidak dimuntahkan


sore hari Nurmala ibu Utari datang dari Jakarta langsung menubruk anaknya

__ADS_1


" tari kamu kenapa nak ini mama nak "!mengusap rambut menciumi tari


sementara tari yang menyadari kedatangan orang tuanya cuma bisa meneteskan air mata mulutnya tak bisa berkata telinga mendengar tapi pandanganya kosong


" tari ,,tari ini mama nak kami bisa lihat mama nak kang mas ngga dicariin orang pintar mau sampai kapan begini terus kang"ucap Nurmala


" udah dicariin semalam malah yang nyari orang pintar motornya mogok" ucap Mardani ayah Febri


" bapa utari gimana ko bisa ngga sadar sadar hampir sehari ngga ada apa orang yang bisa mengobati tari pa" ucap Nurmala


" sudah saya suruh si Yanto sama Aris ustad Ramadhan kata orangnya lagi ke pesantren habis magrib kata baru bisa ke sini mengobati Utari" ucap ki sumo


" tari udah dikasih makan belum " ucap nurmala


"asal mulanya gimana kenapa bisa sampai kaya gini " ucap penasaran "


" habis sholat magrib ketika makan nasi pake telor asin tiba - tiba menangis ngga jelas sambil memegangi perutnya" ucap febri


"perutnya udah di tempelin daun jarak belum "


" febri kamu petik daun jarak atau daun Dadap kalau ada kapur sirih sekalian bawakan kapur sirih ambil di belakang " ucap Nurmala


Febri begegas lari kebelakang rumah menuju pekarangan memetik daun jarak

__ADS_1



"nyari daun Dadap dimana saya ngga tahu " Batin Febri


Febri berlari masuk dalam rumah


"BI Dau Dadap nyari dimana saya ngga tahu " ucap Febri


"ajak Tanti suruh temenin kamu nyari daun Dadap" ucap ayahnya


Febri bergegas kerumah Tanti mengajak Tanti nyari daun Dadap serep


" kamu tau dadaku Dadap tan " ucap Febri


"tahu buat apaan memang " ucap Tanti


" ngga tau bibi nyuruh saya cari daun Dadap ada dimana Tan" kata Febri


" kita nyari dipinggir. sungai ada asal kamu bisa naik nya " ucap Tanti


" tiggi emang pohonnya" ucap febri


" ngga juga sih "

__ADS_1


__ADS_2