
" rumah kamu masih jauh feb " ucap Nisa
" lumayan kan kita mau mampir beli mie ayam dulu"ucap Febri
"kita nyebrang rel kereta juga "kata Mumun
"iya ntar depan kita nyebrang rel kereta ikutin motor pada nyebrang aja "ucap Febri
" nyrbrang disisni nga ada palang keretany serem yah nga tau ada kereta apa ngga yang lewat" kata Dede
*pake insting aja " ucapa Febri
" tapi tetep serem feb" kata Dede
"yu siap siap baca bismillah dulu kalian kan orang baru disisni" ucap Febri mengajak ketiga temanya Febri hendak meraih tangan Nisa
untuk mengadengnya tapi seketika terlepas matanya melihat sosok mahluk paling jelek bonceng dibelakang peengendara sepeda motor sosok tersebut menutupi telinga pengendra sepeda motor
si pengendara sepeda biasanya saja seperti tak akan terjadi sesuatu
"Eeeeh...!! itu ....itu.. BANG " teriak Febri kencang membuat orang sekeliling menengok ke febri begitu pun dengan ketiga temanya melihat kearah Febi bingung
"kenapa feb" ucap Nisa
"itu orang itu "belum sempat Febri melanjutkan kata katanya
__ADS_1
semua yang berada di lokasi tersebut pada berteriak memangil manggil
"Tooooooooooooots. "suara klakson kereta para pengendara motor dan pejalan kaki yang hendak melintas rel kereta berbeda denga orang yang buru buru menerobos perlintasan keteta
"BRAAAKKK Tooooooooooooots suara motor tertabrak kereta api semua yang menyaksikan munutup muka dengan kedua tangannya motor hancur pengendaranya ter.lempar ke udara jatuh di semak semak dekat rel kereta
"astagfirullah hal adzim «" ucap Mumun
"ini pengalamanku seumur hidup baru melihat pertama kalinya" ucap Dede dengan nada gemetar
"kamu tadi mau ngomong apa feb " ucap Nisa
" itu itu saya mau ngomong Abang yang barusan ketabrak itu kulihat boncengan dengan mahluk hitam jelek rupa mahluk itu menutup kedua telinga pengendara motor itu makanya orang itu tak mendengar suara klakson kereta dan teriakan orang memanggil main jalan aja " ucap Febri
"seram banget bisa bis
" orangnya meninggal nggak tau"ucap Nisa
" ya meningal terpental begitu" kata Mumun "
" saya jadi keringetan suaminya wanti waktu dia tertabrak trailer sama polisi sudah divonis meningal sampai ditutupin koran tak taunya setelah diotopsi suaminya wanti masih hidup cuma pendarahan di otak " ucap Dede
" iya yah itulah kuasa Tuhan tak ada yang tahu " ucap Febri
" udah yu kita nyebrang udah sepi " ajak Febri
" kita lihat dulu kelanjutan orang yang tertabrak tadi itu sudah ada wartawan " ucap Mumun
__ADS_1
" kamu mau nungguin sampai sore disini pinggir re kereta pandangi mayat polisi saja belum datang tuh "ucap febri
" Ayo ah kita nyebrang"ucap Dede
"yu keburu sore" kata Nisa
Mumun pun akhirnya mengikuti ketiga temanya nggak mau ditinggal sendirian dipinggir rel kereta
" mampir ke warung bakso dulu ya makan ditempat apa dibawa pulang ke kontrakan ku " ucap Febri
" enaknya sih makan diwarung baksonya" kata bisa
" makan baksonya. kalau ternyata di ludahin sama mbak Kunti gimana "kata Mumun
" ngaco kamu kebanyakan nonton horor jadi ngaco"ucap Febri
" iya nih Mumun " kata Dede
" insha Allah aman udah ayok jalannya dipercepat udah keroncongan nih cacing diperut ku" ucap Febri
" sama perutku juga udah bunyi "ucap Nisa
sampainya di warung bakso
like komen dan vote tinggalkan
^^^"'^^^
__ADS_1