Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 63


__ADS_3

" maafin Mak kalau tadi ngga ada insiden mungkin sepuluh menit saya sudah balik kesini tepat waktu " ucap Febri


" kamu tahu kalau kerjaan kamu keteter lihat tuh " ucap supervisor menunjuk tumpukan bahan yang hendak dijahit febri


" iya Mak maafin saya salah sebagai ganti saya mau kok Mak di sekor pulang telat " ucap Febri


" ya sudah kembali kamu ketempat kerja " bentak supervisor


" iya mak "jawab Febri


Febri berjalan menuju mesin tepatnya menjahit langsung memegang pekerjaanya


pekerjaannya benar benar menumpuk untuk mengejar agar tumpukan jahitan cepat surut membutuhkan waktu lama


jam pulang sudah berbunyi karyawan yang kerjaannya tidak keteter sudah berhamburan keluar sementara Ferdi yang pekerjaannya menggunung terpaksa harus tambah jam kerja sekitar satu jam tambahan satu jam itu tidak ada bayaran dianggap sekor dengan telaten dan teliti Fendi menjahit satu persatu akhirnya tumpukan sedikit berkurang tak menggunung seperti tadi satu jam berlalu Febri bangun dari tempat duduk menghampiri supervisor


" Mak saya pulang itu saya sudah buat serokan buat setoran besok" ucap Febri


" iya besok jangan seperti tadi lagi " ucap supervisor


" iya mak ngga akan terulang lagi saya pulang ya Mak" ucap Febri


Febri keluar pabrik pulang kerumah pamannya menjemput Utari


"assalamualaikum " ucap Febri

__ADS_1


" waalaikum salam" jawab BI marsiyah


"Utari mana bi ko ngga ada " ucap Febri


"tari udah pulang baru sja dijemput ka nur


mala" ucap bi marsiyah


" ko ngga papasan yah " ucap Febri


" lah kamu lewat mana tadi " ucap Bi mar


" lewat belakang " jawab febri


" ya ngga ketemu ka nur lewat depan" ucap bimar


assalamualaikum" ucap febri


" waalaikum salam " jawab bimar


Dengan langkah gontai Febri bejalan menuju kontrakan yang di pinggir rel kereta


" hari ini benar benar melelahkan rasanya kalau sudah sampai kontrakan pengennya langsung tidur biar hilang semua beban "batin Febri


jalan yang dilewati Febri layan sepi karyawan pabrik yang biasa lewat sudah tidak ada yang lewat ada pejalan kaki yang lewat satu atau dua itu juga jarang

__ADS_1


"heem wangi apa ini " hidung Febri mengendur aroma bunga


" dari baunya " hidungnya terus mengelus


" kaya wangi melati "masih mengendus


" bener wangi melati ini ,,,,,dimana ada pohon melati" Febri tengak- tengok mencari sumber bau harum tersebut


" tapi ngga ada pohon melati ada juga pohon mangga di kebon itu masa wanginya dari kebon mangga" batin Febri sambil terus mencari sumber bau harum di jalan yang sudah sepi


" apa wangi dari pohon ini kali yah ,,,tapi wanginya kuat banget ada di kanan jalan ini" menghampiri pohon yang ada disebelah kanan jalan


hidungnya udah seperti anjing pelacak mengendus mencari bau harum


" ini malam apa Senin ,,,,Selasa,,,,,,Rabu ,,,hari Rabu berati malam Kamis sekarang bukan malam Jum'at"ucap Febri masih ngomong sendirian


Febri menghampiri pohon yang diduga ber bau wangi tangannya menggapai ranting pohon dan memetik bunga tersebut


" Hem bener bunga ini ternyata Bunga Arum Dalu" hidungnya menghirup bunga harum malam


" SSREEEKK,,,,,,!!! "


" BUUGH,,,,!!! "


seketika lamunan Febri buyar yang tengah menikmati aroma bunga harum malam langsung menoleh ke asal suara

__ADS_1


" apa tuh" ucap Febri kaget


Febri berbalik badan menghadap Puhon manga jantungnya Dag Dig dug tanpa basa basi langsung laaaaaarriiiiiiiii


__ADS_2