
masih berdiri mematung dan kaki gemetar
Febri mencoba berjalan menuju kontrakan sesampai dirumah Febri langsung duduk dilantai
bibi yang melihat tingkah Febri bingung
"kamu kenapa Febri kusut amat perasaan tadi berangkat rapi lah ini pulang kenapa jadi lecek begini kaya orang habis diperkosa" ucap Nurmala
" Febri tadi hampir tertabrak keret bi untungnya Febri pakai baju merah jadi masinisnya bunyikan klakson mungkin masinis lihat baju Febri nyala bi kalau tidak hiiii " kata Febri
membayangkan kejadian tadi
"amit amit ya Allah jangan sampai lindungilah hamba ini dari marabahaya "batin Febri
" minum ni " Nurmala menyodorkan satu gelas air
"kan tadi bibi udah wanti wanti kalau nyebrang jangan melamun kena setan Budeg ini beruntung kamu masih dilindungi" ucap Nurmala
Susi yang baru dari kamar mandi bingung melihat adiknya seperti orang pingsan
" Febri kenapa bi"
"hampir ketabrak kereta "
__ADS_1
" lagi tumbenan kamu masih gelap udah ke pasar ngapain dek" kat Sus
i
" beli nasi uduk kak pengen nasi uduk yang dikolong itu masakannya enak kaya masakan kampung" ucap Febri memelas
"ya sudah bibi berangkat kamu mau bareng bibi apa sendiri rambut rapihkan lagi tuh biar nga berantakan bibi duluan" kata Nurmala
Febri bergegas merapikan rambutnya menyisir kembali setelah rapi Febri jalan ke depan
Febri menunggu jemputan bus yang disediain dari tempatnya bekerja karena ditempat Febri paling terakhir rombongannya masuk rombongan Febri nga kedapatan tempat duduk semua pada berdiri sampainya di pabrik Febri menuju ke loker menaruh sandal kemudian menuju tempat absen mencari namanya apakah sudah ada atau belum
lima menit mencari namanya ternyata ada nama Febri tertera
setelah absen Febri masuk kedalam Len anak training duduk di mesin mengelap mesin membersihkan dalaman mesin setelah selesai Febri memperhatikan satu persatu karyawan masuk menuju bagiannya masing masing karena masih tergolong anak baru Febri belum punya teman sampai akhirnya bel berbunyi masih mode bengong Febri dan temannya belum dikasih kerjaan ,
tak berapa lama pengawas datang membagikan selembaran kertas bergambar obat nyamuk
masih dikasih kertas untuk dijahit
"Febri anastasya putri" kata pengawas anak training
"saya Bu"
__ADS_1
" ikuti saya"ucap reni
Febri bangun dari duduknya meninggalkan mesin jahit mengikutinya dari belakang dibawa ketempat sekumpulan anak yang tengah memasukan dacron kapas boneka
" Mba Yanti ajarin anak ini mba " ucap Reni
" sini neng cari tempat duduk yg kosong Febri diajari cara memasukan dacron
bagian finishing lembur pulang pukul 20;30 febri ikut kebagian pulang malam ikut lembur
\=\=\=\=\=\=\=
pukur 20 30 karyawan menghentikan pekerjaannya jam pulang berbunyi satu persatu berhamburan keluar karyawan diperiksa ketika mau keluar Febri keluar menuju loket mengambil sandal ke sana kemari tak juga ditemukan sandalnya sampai karyawan hampir habis di loker sendal tak kunjung di temukan ada yang mencuri sandalnya
" sandal ku hilang gimana ini aku mau pulang masa aku pulang nyeker siapa sih yang mencuri sandalku"
tak satupun karyawan yang iba melihat Febri
sedih kehilangan sandal karena masing masing udah pengen buru buru sampai rumah dan takut tidak kedapatan mobil pulang semua sibuk dengan urusannya sendiri sendiri takut ditinggal mobil jemputan febri akhirnya
terpaksa pulang tanpa alas kaki berlari keluar menuju bus jemputan
*****
__ADS_1
bersambung