Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 93


__ADS_3

Bagi Ratih kegiatannya setiap malam melayani suami jelmaan Tarjo udah bukan hal yang menakutkan atau menjijikan lagi buat Ratih


pasalnya Ratih sudah menikmati setiap sentuhan dan cumbuan yg di berikan oleh jelmaan Tarjo membuat Ratih ketagihan


bahkan ketika suaminya Tarjo libur berjualan Ratih malah urung uringgan marah - marah tanpa sebab membuat Tarjo jadi serba salah berada di rumah akhirnya Tarjo pergi keluar ikutan nongkrong bareng anak yang punya kontrakan main kartu menunggu sampai istinya tidur


pasalnya yang membuat Ratih marah marah tanpa sebab jika Ratih tidak berhubungan lagi dengan suami jelmaan Tarjo hilang uang segepok yang akan ia dapat


Ratih sudah mulai menikmati


walau setiap kali Ratih berhubungan dengan penunggu pohon melinjo ratih harus mengalami pendarahan hebat Ratih rela asalkan Ratih mendapatkan uang segepok


" aku sudah bosan hidup miskin biarlah aku rela walau harus berdarah darah setiap kali berhubungan dengan jelmaan suamiku asalkan aku mendapatkan uang segepok bisa buat menambah kekayaanku" gumam ratih


setelah kepergian suaminya ke pos ronda yang ada di bawah pohon rambutan Ratih melihat jam dinding


"sebentar lagi lagi dia datang aku harus siap - siapa aku harus bisa memuaskan mahluk itu mungkin saja kepuasan yang didapat malam ini mahluk itu akan menambah uang lebih banyak lagi aku akan hidup berkecukupan " cibir Ratih


tak lama terdengar suara ketokan pintu seperti hari sebelumya tiga kali ketukan pintu berbunyi Ratih langsung bangun dari tidur membuka kan pintu tanpa sungkan tanpa disuruh Ratih langsung menyambut hangat kedatangan jelmaan Tarjo

__ADS_1


seperti biasa Tarjo palsu mengajak bercumbu dengan Ratih sampai Ratih mencapai puncak kenikmatan jelmaan Tarjo langsung mengajak Ratih berhubungan selayaknya suami istri


sementara di pos ronda Tarjo yang tengah bermain kartu merasakan kantuk yang luar biasa


sebentar bentar menguap


" uuuuuaaaah" mulut Tarjo terbuka


" ngantuk mas mau ditambah lagi kopinya " ucap Haris


" Nga sudah nanti saya malah nga bisa tidur kebanyakan minum kopi" ucap Tarjo sambil menutup mulutnya yang tengah menguap


" iya terma kasih saya permisi pulang saja mungkin istri saya sudah tidur lagian sudah larut juga istriku pasti sudah terlelap" ucapnya


" ya mas sepi dong nga lawannya lagi kurang satu tanggung nih mas kelarin dulu biar menang" ucap Haris


" udah nga kuat mataku penen langsung meluk guling" kata Tarjo


" guling yang bernafas ya mas " canda Deni

__ADS_1


" bisa aja nih bang Deni ya sudah saya permisi pulang ya "ucap Tarjo sambil berlalu pergi meninggalkan pos ronda


" lanjut ulang lagi aja dari awal " ucap Haris sambil merapikan kartu


Tarjo yang merasakan kantuk yang luar biasa berjalan terus - terusan menguap sambil mendekati pintu kontrakan rumahnya


Tarjo memegang gagang pintu ketika tangannya menegang gagang pintu hendak membuka pintu Tarjo mendengar suara ******* dan rintihan kenikmatan seketika Tarjo langsung mengurungkan niatnya


Tarjo langsung berbalik badan


" ada siapa didalam kenapa istriku mengerang dan merintih kenikmatan sedang bercumbu dengan siapa istriku didalam" ucap tarjo


" mending aku intip dulu dari samping aku ingi tahu dengan siapa istriku didalam" batin Tarjo


lalu Tarjo berjalan kesamping kontrakan dicarinya sela - sela lubang untuk mengintip


sambil mencari cari lubang


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2