
sesampainya kami di kontrakan yang tak jauh dari kami menyebrang rel kereta api sekitar jarak enam meter sebuah kontrakan yang terbuat dari papan yang berukuran 3x 3 meter
memasuki kontrakan sebelah kiri kulihat ada sebuah pohon besar dan sebelah kanan ada pohon pare yang menjalar ditali dibuat seperti tempat meneduh ada bangku panjang buat duduk tak pernah kubayangkan hidup di kota kukira tempatnya bagus berdinding tembok benar benar jauh dari kata mewah khayalanku sirna kontrakan yang sangat kecil dan sempit di tempati kami bertiga dalam kontrakan kulihat cuma ada satu ranjang kecil itu pun cukup untuk satu orang tidur diatasnya kalau boleh memilih aku pengen tidur di kasur tapi itu tidak mungkin
pagi masih lama kami melanjutkan tidur kembali
aku dan kakakku tidur beralaskan tikar di atas lantai sementara bibi tidur di ranjang sendirian
"tidur lagi masih ada waktu 2 jam lagi bibi berangkat kerja" kata nurmala sambil merapikan tempat tidur
sementara itu Susi mengelar tikar dibawah untuk tidur kami berdua
"untuk sementara tidur pakai tikar dulu kalau bibi sudah gajian baru bibi beliin kasur lantai" ucap Nurmala
bibi dan Susi udah terlelap dalam tidur sedangkan Febri masih terjaga masih terbayang kejadian tadi tak bisa memejamkan mata
bentar miring ke kiri bentar miring ke kanan kadang terlentang
belum terbiasa tidur di lantai sampai terdengar suara adzan subuh berkumandang matanya masih terjaga tak bisa terpejam di coba tetep tak bisa tidur
pukul lima pagi Nurmala terbangun bentar lagi berangkat kerja
" kamu ngga tidur lagi Febri"
__ADS_1
" pindah Saja di atas tidur di ranjang" ucap Nurmala
"ngga bisa tidur bi " jawab Febri
"bibi mau ke kamar mandi yah
ikut bi pengen ngambil air wudhu kamar mandi sebelah mana bi"
" kamar mandi ada didepan rame rame"
"ayo kalau mau ke kamar mandi bareng sama bibi"
Febri pun bangun dari tidurnya mengikuti Nurmala
ada yang mencuci pakaian ad yg lagi nunggu giliran masuk kamar mandi
" mbak nur baru kelihatan habis pulang kampung yah " kata ibu Ani yg tengah mencuci piring
" iya habis ngurus anak sekolah " ucap Nurmala
" ini siapa mbak ponakan mukanya mirip Ama si Susi " kata Bu Ani
"iya ponakan .memang adiknya Susi pengen ikut kerja disini" ucap Nurmala
__ADS_1
" tambah sempit dong ibu kota perginya sendiri pulang ke kota bawa dua "ucap ibu Ade yang tiba tiba nongol langsung menyambar kaya petir
" iya pengen cari pengalaman ce itu saja saya yang ajak dari pad bengong dirumah" jawab Nurmala
"adiknya Susi ma "kata Ani memberi tahu ibunya yg baru datang membawa penggorengan
" kalau si Eboh liat bisa naksir nih mbak nur" ucap bu Ade
Nurmala cuma senyum doang menanggapi ucapan Bu Ade
"enak saja ponakan saya suruh pacaran sama pengangguran " batin nurmala
Febri cuma ambil air wudhu tak perlu mengantri lama ambil air mesin pompanya tak ada yg pake
" Febri ayo kata mau wudhu bibi yang kompa"
"jangan bengong aja " ucap Nurmala
"jangan malu neng anggap saja keluarga saya sama bibi kamu udah kaya saudara " ucap bu Ade
aku mendekati mesin pompa ambil wudhu
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
TBC