
Elma melihat jam dinding di rumahnya. Melihat jarum yang pendek menunjuk angka 2.
Kata Danu dia akan pulang jam 2 siang ini, izin sebentar untuk membawa kopernya pulang.
Elma sudah menyiapkan bekal untuk Danu, sudah juga menyiapkan baju kerja untuk dia sendiri.
Tapi Elma sengaja kali ini hanya memaki handuk untuk melilit tubuhnya yang baru saja selesai mandi. Dia tidak ingin memakai baju dulu karena ingin menggoda suaminya lebih dulu.
Entahlah, semenjak hubungan mereka baik, Elma jadi selalu ingin melakukan penyatuan dengan sang suami. Seolah tak pernah puas.
Bibir Elma tersenyum lebar saat dia mendengar suara motor Danu berhenti di teras rumah.
Dia mengintip dari balik jendela dan benar melihat suaminya disana, lengkap dengan koper baju milik Danu.
Elma tersenyum lebar, sengaja dia tidak mengeringkan tubuhnya agar terlihat basah habis mandi.
Elma membuka pintu sedikit, menyembulkan kepalanya saja. Membuat Danu memicingkan mata menatap aneh.
Danu lantas masuk dan melihat penampilan Elma yang cukup menggoda, pundak putihnya terlihat jelas, juga kaki jenjangnya yang tak beralas makin terlihat menggoda.
__ADS_1
Elma juga melilitkan handuk itu tidak terlalu kencang, hingga rasanya ingin jatuh.
Glek! Danu menelan ludahnya dengan kasar, ketika sesuatu di dalam dirinya tiba-tiba hidup tanpa izin.
"Aku baru selesai mandi, tunggu sebentar ya Mas, aku pakai baju dulu," ucap Elma dengan suara yang mendayu, seolah dia benar-benar buru-buru. Padahal sengaja agar Danu melihatnya dengan tampilan seperti ini.
"Sinih, kopernya biar aku bawa masuk," ucap Elma lagi, dia mendekatkan diri membuat Danu bisa mencium aroma wangi ditubuhnya.
Godaan yang semakin membuat Danu tak kuasa menahan diri.
"El?"
"Iyah." jawab Elma, membalas tatapan sang suami tak kalah dalam. Sangat berharap Danu segera menyentuh tubuhnya. Mereka bisa melakukan penyatuan secara cepat, tidak perlu berlama-lama yang penting menyatu. Itulah yang diinginkan Elma.
Namun saat ini Danu pun menginginkannya.
"Kenapa Mas?" tanya Elma pura-pura polos, padahal tahu jika Danu sudah menginginkan dia.
"Sebentar saja," bisik Danu lalu meraup bibir Elma dengan rakus. Elma menyambut itu dengan bibir tersenyum. Menggantungkan Kedua tangannya di leher Danu dan membiarkan handuk itu ditanggalkan begitu saja oleh sang suami.
__ADS_1
Danu masih memakai baju lengkap, sementara Elma sudah polos sepolos polosnya. Elma merasa sangat bahagia saat merasakan kedua tangan Danu menjamahi tubuhnya, mengangumi dia dengan sentuhan itu.
Membuatnya pun ingin melayani sang suami dengan sebaik mungkin. Elma mendorong Danu hingga duduk di sofa ruang tengah milik mereka. Elma duduk di atas pangkuan sang suami dan mulai melakukan penyatuan.
Dan melihat betapa agresifnya Elma, akhirnya Danu sadar satu hal. Jika sedari tadi Elma memang menggodanya.
"El."
"Iya Mas?"
"Aku suka melihat mu seperti ini."
"Seperti apa?"
"Seperti kucing liar."
"Ish." Elma mengerucutkan bibir, namun pinggulnya terus bergerak memberikan kenikmatan untuk sang suami.
Hingga entah dimenit ke berapa akhirnya mereka sama-sama sampai pada puncaknya.
__ADS_1
Nafas keduanya terengah, Danu lantas mencium dan menyesap bibir istrinya kuat.
"Aku suka sekali," ucap Danu, membuat Elma malu.