
Danu yang merasa lelah tidak ingin memperpanjang urusan ini, sudah berulang kali dia katakan kepada Elma untuk menaruh rasa percaya padanya.
Tapi ternyata istrinya itu masih saja menaruh curiga, seolah dia adalah seorang pria yang tak bertanggung jawab.
Malam-malam setelah Arkan pergi menginap di rumah opanya, Elma dan Danu kira mereka akan kembali merasakan bulan madu lagi, tapi ternyata tidak. Karena nyatanya setelah Arkan pergi kini hubungan mereka malah terasa semakin dingin, meski masih tetap saling bicara satu sama lain.
"El, hari ini ikutlah bersamaku, hari ini tokonya sudah siap ku buka," ucap Danu, dia menghampiri Elma yang berada di dapur. Istrinya itu masih menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Pulangnya kita bisa langsung pergi ke rumah apa untuk melihat Arkan."
Elma mengangguk, seraya tersenyum kecil.
"Bawa bekal untuk kita berdua ya?"
"Iya Mas," jawab Elma.
Jam Setengah 7 pagi mereka berdua sudah pergi menuju toko. Elma dengan segera menyapu dan merapikan semua tempat, sementara Danu mulai berdiri di depan toko untuk menyebarkan brosur pada pengunjung pasar yang lewat.
__ADS_1
Hingga siang menjelang belum ada satu pun ponsel yang terjual, namun sudah cukup banyak pengunjung yang datang.
"Mas, aku kasih brosur ini ke tempat Risa dulu ya, biar dia bantu sebar untuk pengunjung di toko baju nya," ucap Elma.
"Iya El, jangan lama-lama ya, sebentar lagi kita makan siang."
Elma mengangguk patuh dan dia segera pergi ke toko baju tempat Risa bekerja.
Tak berselang lama setelah Elma pergi, ada tamu tak di undang datang ke toko ini.
Sebuah suara yang sangat tak ingin Danu dengar.
Dan melihat kedatangan Shasa, membuat Danu seketika berwajah dingin.
"Shasa, untuk apa kemari?"
"Aku antar makan siang untuk Mas Danu, ini," jawab Sasha, dia mengangkat tangan kanannya dan menunjukan kantung plastik berwarna putih berisi nasi Padang yang dia beli saat perjalanan kemari.
__ADS_1
Shasa masih berdiri di luar terhalang oleh etalase, sementara Danu tetap berada di dalam toko tak berniat sedikitpun untuk mempersilahkan wanita ini masuk.
Shasa sangat yakin jika Elma tidak akan membawakan bekal untuk Danu. sama seperti selama ini saat Danu masih bekerja di CSM, tak pernah sekalipun Shasa melihat Danu memakan nasi bekal.
Belum sempat Danu menjawab ucapan Shasa itu, tiba-tiba Elma datang dengan nafasnya yang terengah, dia jadi sedikit berlari saat melihat wanita tak asing ini berdiri di depan tokonya.
Dan kedatangan Elma itu cukup membuat Shasa terkejut. Perlahan Shasa pun menurunkan kantung plastik yang dia bawa.
"Mau beli hp?" tanya Elma, seraya sedikit menggeser etalase itu dan dia masuk ke dalamnya.
Shasa tergugu, tak mampu menjawab saat berhadapan langsung dengan istri Danu.
"Kamu habis lari?" tanya Danu pula pada istrinya ini, mengacuhkan Shasa di depan sana.
"Katanya tidak boleh lama-lama," balas Elma dengan sangat manja, tau ada Shasa entah kenapa dia jadi manja begini, seolah ingin menunjukkan jika Danu adalah miliknya seorang, bukan yang lain.
"Minumlah dulu."
__ADS_1
"Iya sayang," jawab Elma lagi, mendengar Elma memanggilnya sayang membuat Danu mengulum senyum, karena biasanya panggilan itu hanya untuk Arkan.
Dan Shasa yang melihat kemesraan keduanya hanya mampu mengepalkan tangannya kuat.