Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 62 - Pemberian Risa


__ADS_3

"Mas Danu_"


"Kamu kenal dia?" potong Elma cepat dengan sebuah pertanyaan pada sang suami, saat Shasa buka suara memanggil nama suaminya dengan lembut.


"Dia temannya Bayu, sama-sama berkerja di CSM." balas Danu pula, sebuah jawaban yang membuat Shasa melebarkan kedua mata seolah menuntut penjelasan. Bagaimana bisa dia dikenalkan seperti itu? teman Bayu?


"Oh temannya mas Bayu, mau beli hp?"


Shasa tergugu.


Sementara Danu memilih duduk di kursi dan menyerahkan Shasa pada Elma, seolah membiarkan istrinya itu melayani pelanggan yang datang ke toko mereka.


Shasa melirik Danu, melihat pria itu yang membuka sebuah kotak bekal makan siang. 1 tempat yang terlihat untuk 2 porsi.


Melihat itu semakin membuat Shasa merasa tak berharga. Bahkan tanpa ada kata kepada Elma, dia langsung saja berbalik dan pergi dari sana.


Sementara Elma pun sama geramnya, karena dia lihat dengan jelas jika wanita muda itu terus menatap ke arah suaminya.


Huh! Elma menarik dan membuang nafasnya berulang, mencoba menenangkan diri agar tak tenggelam dalam kecemburuannya ini. Elma sudah putuskan, meski dia cemburu luar biasa dia akan terus coba kendalikan, tak ingin ada pertengkaran diantara dia dan Danu.


"El, ayo makan dulu, cemburu juga butuh banyak tenaga," ledek Danu sambil membuka kotak bekal makan siang mereka. Elma yang awalnya ingin marah jadi merasa kesal saat mendengar ucapan suaminya itu.


Apalagi saat Elma berbalik dia melihat Danu yang mengulik senyum dan mengedipkan sebelah matanya, seolah meledek rasa cemburu dia.

__ADS_1


"His! siapa juga yang cemburu, aku lebih cantik dari pada wanita itu!" kesal Elma, dulu dia belum begitu jelas melihat wajah Shasa, rasanya wanita itu sangat cantik di dalam bayangannya, namun tadi saat dia lihat dengan jelas, ternyata baginya Shasa tak begitu cantik. Wajahnya bahkan terlihat sekali ketusnya.


Membuat Elma jadi lebih percaya diri untuk mempertahankan sang suami.


"Jujur saja, kamu cemburu kan?"


"Tidak!" Elma duduk di hadapan Danu.


"Tapi tadi sampai panggil aku Sayang, biasanya hanya Arkan yang di panggil begitu."


Elma mencebik.


"Cemburu boleh, tapi jangan jadi marah-marah dengan ku," ucap Danu lagi dan bibir Elma makin mencebik pula.


"Baju! Dikasih Risa, untukku satu dan Arkan satu."


"Mana lihat."


"Jangan!" tolak Elma dengan tegas.


"Kenapa?"


"Itu baju haram."

__ADS_1


"Baju haram apa?"


"Sudah tidak usah dibahas, kita makan dulu."


"Aku mau lihat bajunya dulu_"


"Jangan sayang, ayo kita makan dulu," bujuk Elma dengan suaranya yang kembali lembut, baju itu adalah lingerie, dia akan sangat malu jika Danu melihat nya. Seumur-umur Elma tidak pernah memakai baju haram itu. Tapi tadi Risa memaksanya untuk membawa pulang.


"Kamu mencurigakan," ucap Danu, seraya terus memperhatikan Elma yang mulai mengambil sendok, lalu menyuapinya makan.


Danu menurut, dia membuka mulut dan menerima suapan itu.


"Makan saja yang banyak biar kuat."


"Kuat untuk apa? kamu mau sekarang?" tanya Danu ambigu.


"Ish apa sih Mas!" Meski ambigu Elma tetap tau kemana arah pembicaraan Danu, anu.


Danu terkekeh, dia lalu mengecup sekilas bibir Elma yang sedang mengunyah makanan.


"Sebenarnya aku sudah liat apa isi plastik yang kamu bawa dari tempat Risa," ucap Danu jujur, dia lihat saat Elma sibuk dengan Shasa.


Dan kini Danu menatap istrinya genit, membuat Elma sungguh sangat malu.

__ADS_1


"Mas DANU!!" geramnya sambil mencubit lengan sang suami.


__ADS_2