Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 71 - Tatapan Tajam


__ADS_3

"Nu, kalau kamu butuh karyawan, tarik aku saja ya?" ucap Bayu saat dia hendak pamit pulang, Danu mengantarkan sang sahabat sampai di depan tokonya. Sementara Elma tetap berada di dalam. Dia tak mampu mendengar pembicaraan kedua pria ini.


Saat itu Danu tak menjawab apapun, dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Namun seperti itu saja sudah membuat Bayu lega, dia bahkan tersenyum lebar.


Danu memang selalu irit bicara, dia cukup memahami itu. Namun anggukan kepala Danu sudah berarti banyak baginya. Sudah berarti bahwa nanti saat Danu butuh karyawan, hanya dialah yang akan ditariknya.


"Aku pergi ya."


"Hem, hati-hati."


Danu masih berdiri disana, dia masuk ke dalam toko saat sudah tak melihat Bayu lagi di pandangannya.


Dia lantas menghampiri Elma yang sedang sibuk di meja kasir, menghitung keuntungan bersih yang mereka peroleh selama 1 selama ini.


Danu hanya melirik sekilas, tidak bertanya lebih. Karena sudah mempercayakan semuanya pada Elma.


"Ma."


"Apa Pa?"


"Besok tidak usah ikut kerja ya?"


Elma menghentikan semua gerakan dan langsung menatap suaminya tajam.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Mama kan hamil."


"Itu bukan masalah Pa, apalagi aku masih sanggup."


Danu terdiam, diantara rasa tidak teganya dan tak ingin berdebat dengan sang istri, apalagi Elma tengah hamil, Danu semakin tak ingin membuat Elma marah.


"Baiklah, tapi ada syaratnya."


"Makan lebih banyak dan saat tidak ada orang yang datang seperti saat ini tidur siang lah, tidak perlu menemani aku terus-menerus."


Elma tersenyum kecil, dia tahu Danu mencemaskannya. Namun sungguh, dia tak ingin kembali bosan andai hanya di rumah saja.


Tak ingin pikirkan buruknya kembali menguasai diri andai berjauhan dengan sang suami.


Mereka saling tersenyum, saat Danu ingin mengecup bibir istrinya. Tiba-tiba ada suara seorang pelanggan yang datang.


"Permisi Om!"


Danu dan Elma terkekeh, lantas berpisah demi bekerja.


"Iya Mas, silahkan dilihat-lihat atau Mas sudah menjatuhkan pilihan mau beli ponsel yang mana?" ucap Danu, saat bicara seperti itu tangannya pun bergerak mengambil beberapa brosur yang tersedia disana.

__ADS_1


Sementara Elma di belakang terus tersenyum menatap sang suami. Lama dia memandang kini Danu terlihat semakin tampan.


Waktu berlalu.


Hari telah berganti.


Seperti rencana Elma dan Danu kemarin, hari ini mereka akan pergi ke bidan untuk mempersilakan kandungan Elma. Juga ingin mendapatkan obat yang biasa dikonsumsi oleh ibu hamil.


Setelah semua pekerjaan rumah selesai, Elma dan Danu pergi. Tepat jam 9 pagi mereka sudah berada disana.


Sudah duduk di kursi tunggu bersama para pengunjung yang lain.


Ada beberapa wanita yang datang sendiri tanpa di dampingi oleh sang suami. Menyadari itu Elma melirik sang suami, melihat Danu yang memasang wajah datar.


"Pa," bisik Elma.


"Hem."


"Tuh lihat, banyak kan yang datang sendiri. Besok-besok papa tidak perlu mengantar ku."


Danu tidak menjawab dengan kata-kata, dia hanya menoleh dan menatap tajam sang istri. Sebuah tatapan yang artinya tidak, tiap ada pemeriksaan dia akan ikut. Lagipula tentang toko Danu yakin tak akan ada masalah.


Dan Elma yang ditatap seperti itu langsung mencebik, tapi melihat Danu yang masih setia menatapnya tajam membuat Elma langsung mencubit perut Danu dengan kuat.

__ADS_1


"Aw," keluh Danu.


Kalau sudah seperti ini dia tidak bisa melawan.


__ADS_2