Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 59 - Kembali Mencurigai Dia


__ADS_3

Saat itu matahari sedang terik-teriknya, Danu masih berada di jalanan untuk mengurus ini dan itu.


Namun dia tidak merasa lelah sedikitpun, malah semakin bersemangat karena kini akan berusaha membesarkan usahanya sendiri bukan lagi bekerja pada orang lain.


Sampai jam 5 sore Danu masih berada di toko miliknya, Toko yang dia beri nama Jaya Abadi Ponsel, berharap tokonya kelak akan selalu berjaya tak lekang oleh waktu. Bahkan Danu ingin ketika dia tua nanti Arkan lah yang akan melanjutkan toko ini.


Danu berdiri di depan toko itu dan menatap papan nama yang baru saja selesai di pasang, banyak sekali harapan dan doa yang dia ucapkan saat itu.


"Bagaimana Pak? sudah pas?" tanya seorang pekerja dan Danu pun mengangguk puas, dia kemudian membayar upah pekerja itu dan kemudian masuk ke dalam toko. Semuanya masih belum tersusun dengan rapi. Masih banyak yang harus di kerjakan sebelum resmi di buka.


Ketika hendak mengangkat sebuah kardus pergerakan Danu terhenti saat mendengar suara ponselnya yang berdering.


Dia dengan segera meraih ponsel itu di atas meja dan melihat ada panggilan masuk dari Elma.


"Halo El," jawab Danu, tanpa mengulur waktu dia langsung menjawab panggilan itu.

__ADS_1


"Mas dimana? ini sudah sore kenapa belum pulang?" tanya Elma, tadi pagi Danu bilang sekitar jam 4 dia pulang. Tapi hingga nyaris jam setengah 6 suaminya itu tak datang-datang, sementara langit mulai berubah perlahan menggelap.


"Ya ampun, maafkan aku El, aku masih di toko. Lupa kalau sekarang kamu di rumah sendirian," jawab Danu pula, dia lantas bergegas untuk segera pulang, sungguh dia tak ingat jika Arkan menginap di rumah Herman. Dia pikir sang anak masih bersama ibunya di rumah.


"Aku pulang sekarang ya?"


"Iya, hati-hati," balas Elma dengan cepat.


Dan saat panggilan itu terputus, Danu dengan segera mengunci tokonya, lalu naik ke atas motor dan pulang dengan buru-buru sebelum hari jadi malam.


Jadi dia sampai di rumah saat waktu sudah menunjukan jam 8 malam.


Elma yang terlalu lama menunggu membuatnya merasa sesak pula, terlebih hari ini Danu kembali mendatangi CSM. Kembali ada pertemuan diantara Danu dan wanita itu, Shasa.


"Maaf El, tadi ada kecelakaan cukup parah, jalanan macet lama sekali. Sementara aku terjebak tidak bisa mundur."

__ADS_1


Mendengar itu Elma tersenyum kecut, mencoba percaya dengan semua cerita Danu.


"Mas cepat mandi, sebelum waktu semakin malam."


"Baiklah," jawab Danu singkat.


Dan saat suaminya itu masuk ke dalam kamar mandi, Elma kemudian memeriksa tas kerja milik Danu. Dia buka semuanya lalu memeriksa satu per satu isinya dan tidak menemukan satu pun yang mencurigakan.


Astaga, kenapa aku sampai melakukan ini. Batin Elma, dia jadi menyesal sendiri.


"Kenapa El?" tanya Danu dan sontak saja membuat Elma terkejut. Saat Danu Keluar dari dalam kamar mandi dia melihat Elma yang seperti termenung sambil memegangi tas miliknya, karena itulah dia bertanya seperti itu.


"Ti-tidak ada apa-apa Mas, aku cuma mau bereskan ini," jawab Elma dengan gugup, namun Danu cukup tahu jika Elma sudah memeriksa tas miliknya dan kembali mencurigai dia.


Huh, Danu membuang nafasnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2