
Herman sudah mengirimkan sejumlah uang untuk modal Danu membuka usahanya.
Di hari berikutnya Danu mendatangi lagi toko ponselnya yang lama untuk mengambil uang pesangon dan gaji bulan ini.
Hari ini Danu akan sangat sibuk sekali, setelah dari CSM dia akan langsung membayar uang sewa kemudian membeli beberapa keperluan tokonya, lalu mengambil barang dari toko kolega bisnis.
Kesibukan itu membuatnya tak bisa mengajak Elma untuk pergi bersama hari ini dan untunglah Elma mengerti, pagi tadi istrinya itu melepaskan dia pergi dengan senyum lebar dan Danu pun mengecup sekilas kening Elma.
Sampai di smartphone store Clarke Super Mall, kedatangan Danu langsung mencuri perhatian semua orang. Sudah lama tak terlihat, Danu jadi semakin mempesona di mata semua mantan rekan kerjanya.
Terutama Shasa, gadis cantik ini bahkan langsung berlari menghampiri dengan riangnya.
"Mas Danu!" panggil Sasha, tapi yang panggil malah pura-pura tak mendengar, Danu terus melangkah dengan cepat menuju ruangan Andre.
__ADS_1
Shasa yang di acuhkan pun akhirnya hanya bisa diam, berdiri mematung melihat Danu yang hilang ketika sudah masuk ke dalam ruangan sang pemimpin.
"Tuh lihat, Mas Danu selama ini sudah menghindari kamu Sha, dia sudah punya istri dan membatasi pertemanan dengan wanita. Harusnya kamu mengerti dan stop menganggu dia," ucap salah seorang rekan kerja Shasa, Danu juga mengenalnya.
"Semakin Mas Danu menghindar aku jadi semakin ingin dekat dengan dia, aku jadi semakin penasaran," balas Shasa pula, memang benar itulah yang dia rasa. Baginya hanya Danu pria yang paling mempesona di dunia ini, tidak ada yang lain.
"Gila kamu Sha, kamu mau jadi perusak rumah tangga orang?"
"Aku tidak akan menuntut hubungan, aku hanya ingin dekat saja."
"Selama kamu masih seperti ini, aku tidak akan mau berteman dengan mu Sha."
"Terserah mu!" balas Shasa dengan ketus, dia bahkan lebih dulu pergi meninggalkan sahabatnya itu. Bagi Shasa dia juga tidak butuh teman yang tak bisa mendukung dia.
__ADS_1
20 menit Danu berada di dalam ruangan Andre untuk menyelesaikan semua urusannya disini. Sementara di depan Shasa pun terus menatap pintu ruangan itu, menunggu untuk segera terbuka.
Dan ketika dilihat olehnya pintu mulai terbuka, Dia hendak berlari menghampiri namun urung saat melihat Danu keluar tidak seorang diri.
Saat itu Andre mengantarkan kepergian Danu sampai ke luar toko. Membuat Shasa tak berkutik dan hanya mampu berdiri di stand yang dia jaga.
Tak lama setelahnya Bayu pun menghampiri Danu, makin membuat Shasa tak punya kesempatan.
Bahkan Danu pun tak sedikitpun melihat ke arahnya.
Kamu benar-benar melukai harga diri ku Mas, padahal aku hanya ingin kita berteman. Tapi kamu seolah menganggap ku hina. Batin Shasa. Dia mengepalkan kedua tangannya kuat di atas etalase ponsel.
"Sha, Mas Danu itu memang seperti itu, bukan hanya pada mu saja, tapi pada kami semua juga dia membatasi pertemanannya," ucap teman Shasa, sungguh dia ingin membuat wanita ini sadar.
__ADS_1
"Kami semua juga kagum dengan Mas Danu, juga tertarik dengan ketampanannya. Tapi kami sangat sadar diri kalau dia sudah ada istri. Ya sudah stop. Kalau tetap menginginkan itu namanya bukan cinta, tapi obsesi."