Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 49 - Resign


__ADS_3

Pagi datang.


Pagi ini terasa seperti hari baru bagi Danu. Setelah menghabiskan segelas teh hangat buatan Elma, dia segera keluar rumah, mengantarkan Arkan ke sekolah kemudian pergi menuju tempat kerjanya.


"Pagi Mas Danu," sapa Shasa dan juga rekan kerjanya yang lain. Danu hanya mengangguk kecil bahkan tidak pula tersenyum. Tapi bagi teman-teman wanitanya Danu bukanlah orang yang sombong, melainkan seorang pria dengan sejuta pesona. Bukan pria yang dengan dengan mudah menebar bualan semata.


Saat itu Bayu juga sudah datang, jadi Danu langsung menghampiri sang sahabat yang sudah berisi di balik etalase kaca ponsel.


"Pak Andre sudah datang belum?" tanya Danu.


"Sudah, beliau ada di dalam," jawab Bayu apa adanya.


Andre adalah leader mereka, segala urusan semua promotor berada di bawah kuasanya.


Tanpa mengulur waktu, Danu pun langsung menghadap. Dia mengetuk pintu ruangan itu hingga mendapatkan izin untuk masuk.


"Ada apa Nu?" tanya Andre, bahkan sebelum Danu duduk di hadapannya.


"Maaf Pak menganggu waktu Anda."

__ADS_1


"Santai saja Nu, duduk lah."


"Sekarang katakan, Ada apa?" tanya Andre lagi setelah Danu duduk.


"Saya ingin resign Pak," jawab Danu langsung, tanpa ada basa basi lebih. Dia langsung utarakan apa maksud dan tujuannya datang kemari.


Hal itu tentu saja membuat Andre terkejut, pasalnya Danu adalah salah satu promotor yang paling dia andalkan dalam pekerjaan. Mendengar keinginan Danu, tentu membuatnya kecewa, rasanya ingin tetap menahan.


Namun saat kembali mendengar alasan yang Danu lontarkan, membuat Andre tak bisa bersikap semaunya.


Danu berhak menentukan bagaimana hidupnya, termasuk keluar dari pekerjaan ini.


"Hari ini aku akan ajukan pengunduran dirimu ke pusat, tentang pesangon biasanya akan turun setelah 3 hari pengajuan. Untuk hari ini, sebaiknya kamu masuk dulu. Jadi genap 1 bulan agar gajimu bulan ini tidak ada potongan."


"Baik Pak," jawab Danu Patuh, meski dia harus undur rencananya untuk pergi ke pasar mencari lokasi tokonya nanti.


Setelah itu Danu pun keluar dari ruangan Andre.


Dia cukup terkejut saat melihat ada Shasa berdiri di depan sana. Danu ingin melewatinya begitu saja namun Shasa memanggil hingga langkahnya terhenti.

__ADS_1


"Mas Danu, tunggu," cegah Shasa, dia melangkah cepat hingga kembali berdiri dihadapan Danu.


"Ada apa?"


"Mas mau Resign?"


"Kamu menguping pembicaraan Ku dengan pak Andre?"


"Aku tidak sengaja mendengar," kilah Shasa. Dia memang sengaja menguping pembicaraan itu, sangat ingin tahu kenapa Danu sepagi ini menemui Andre. Tidak mungkin jika bukan karena ada hal penting.


Dan benar seperti dugaannya, ternyata Danu malah ingin keluar. Jujur saja, Shasa juga bersedih akan hal itu.


Ketertarikannya pada Danu membuatnya peduli, membuatnya ingin tahu kenapa jadi begini.


"Apa istri mas Danu itu yang meminta Mas Danu untuk keluar?" tebak Shasa, sejak malam itu kini semua orang jadi tahu jika Danu telah menikah. Sempat jadi pembicaraan umum namun redup begitu saja karena Danu tak pernah menanggapi.


Lalu kini tiba-tiba Danu memutuskan untuk keluar, pasti karena wanita itulah alasannya, yakin Shasa.


"Mas kan sebentar lagi bakal di angkat jadi Leader, kenapa malah mau keluar?" tanya Shasa lagi seolah tidak terima dengan keputusan mendadak ini.

__ADS_1


Harusnya istrinya itu mendukung Danu, bukannya malah meminta suaminya untuk berhenti bekerja.


__ADS_2