Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 53 - Jujur Dalam Hal Apapun


__ADS_3

Seperti ucapan Elma, siang ini stelah urusan Danu dengan pengelola pasar selesai, dia mengajak sang anak untuk makan siang di sana.


Danu dan Arkan memutuskan untuk makan bakso di salah satu kedai.


"Tapi Mama tidak ikut Pa," ucap Arkan, saat mereka berdua baru masuk ke dalam kedai itu, belum duduk.


"Nanti kita bungkuskan buat Mama, dia sukanya apa? Bakso atau mie ayam?" tanya Danu pula, pura-pura tidak tahu, padahal dia hanya ingin menciptakan banyak obrolan dengan sang anak. Dan Elma adalah topik yang paling mudah dia buat.


"Dua-duanya, mie ayam bakso," jawab Arkan, sebuah jawaban yang menyulut tawa kecil kedua pria berbeda generasi ini.


Setelah memesan akhirnya mereka duduk di salah satu meja, siang itu pengunjungnya cukup ramai, mereka tak bisa memilih ingin duduk dimana. Hanya kursi tersisa saja.


Selama makan bersama, Danu dan Arkan hanya saling diam. Benar-benar terasa canggung di beberapa keadaan.


Sekitar jam 12an mereka berdua sudah ingin pulang, lengkap dengan satu porsi mie ayam bakso untuk Elma di rumah. Danu menggantung plastik hitam itu di depan.


Saat motor Danu ingin melaju, tiba-tiba ponselnya berdering, suaranya cukup nyaring hingga Arkan pun mampu mendengarnya juga.


"Tunggu ya Ar."


"Iya Pa."


Danu merogoh ponselnya di saku celana dan melihat ada panggilan masuk dari Bayu, dia pikir Elma yang menelpon,ternyata bukan.

__ADS_1


"Halo Bay, ada apa?" tanya Danu langsung, dia ingin segera mengakhiri panggilan ini agar Arkan tidak terlalu lama menunggu.


"Maaf Nu, tadi Shasa tanya kamu mau buka toko dimana, aku keceplosan jawab pasar," jawab Bayu dengan tak enak hati, dia sangat paham Danu tak pernah nyaman dengan wanita bernama Shaha itu. Karena meski sudah tahu Danu telah menikah, namun Shaha tetap saja berusaha untuk dekat.


Bayu dan beberapa teman wanita Shaha juga sudah sering memperingati, namun tetap saja wanita cantik dan masih muda itu tidak peduli.


Dia hanya ingin dekat, tak peduli jika Danu sudah menikah. Lagipula bagi Shasa dekat itu bukan hanya menjadi pasangan, sebatas sahabat pun dia sudah senang.


"Ya sudah mau bagaimana lagi, sudah ya, aku sedang pergi bersama Arkan."


"Iya baiklah, maaf Nu, salam buat Arkan dan Elma."


"Hem," jawab Danu singkat lalu segera memutuskan panggilan itu.


"Siapa Pa?" tanya Arkan, dia tak mampu mendengar pembicaraan sang ayah di telepon tadi, namun melihat raut wajah ayahnya yang terlihat kesal membuatnya jadi ingin tahu.


"Oh, iya ingat Pa."


"Ayo pulang, Mama sudah menunggu."


Arkan mengangguk.


Selama perjalanan pulang Danu jadi terpikir ucapan Bayu, entah kenapa dia merasa ini tak akan baik untuknya.

__ADS_1


Apalagi saat menyadari jika istrinya sangat pencemburu, Elma pasti akan marah andai tahu jika ada seorang wanita yang selalu berusaha untuk dekat dengan dia. Belum lagi Shaha yang selalu semaunya.


Danu sangat tak menginginkan akan hal itu, disaat hubungannya dengan Elma baru saja membaik seperti ini.


Sebelum terjadi salah paham, aku harus jelaskan pada Elma. batin Danu, dia sudah putuskan untuk jujur dalam hal apapun.


Jam setengah 1 Danu dan Arkan sampai di rumah, keduanya di sambut dengan senyum hangat oleh sang ibu.


Dan tiap kali melihat Elma tersenyum seperti itu, Danu pun ikut tersenyum pula.


Tak peduli pada Arkan diantara mereka, Danu memeluk pinggang istrinya erat.


Elma ingin berontak, namun urung saat melihat Arkan yang tersenyum lebar sekali melihat kedekatannya dengan Danu.


"Ma, Pa, aku langsung istirahat di kamar ya?" pamit Arkan.


"I-iya sayang," balas Elma dengan gugup. Dia berusaha menurunkan salah satu tangan suaminya yang berada di pinggang namun gagal.


"Mas!" bisik Elma saat Arkan sudah masuk ke dalam kamar nya.


"Apa El?"


"Ada Arkan kok peluk-peluk sih!!" bisiknya lagi dengan wajah geram.

__ADS_1


Tapi Danu bukannya melepas pelukan itu, malah mengecup bibirnya pelan.


"Ya ampun Mas Danu!!"


__ADS_2