Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 67 - Menjaga dan Mengawasi


__ADS_3

Siang itu Herman dan Arkan datang ke toko.


Keduanya duduk bersama di kursi kayu panjang yang ada di dalam sana, biasanya digunakan untuk Elma ataupun Danu merebahkan tubuh jika terlalu lelah, ada juga meja kecil dari plastik untuk tempat makanan.


Herman tak banyak bicara pada anak dan menantunya, karena siang itu dia terus melihat Elma dan Danu yang sibuk melayani para pelanggan di toko.


Bibirnya terus tersenyum, rasanya meski dia tahu Danu dan Elma lelah, tetap saja Herman merasa bersyukur.


"Ar, kamu tidak usah pulang, tinggal saja terus di rumah Opa ya? biar mama dan papa mu fokus dulu pada toko, percayalah mereka berkerja keras seperti ini hanya untuk kamu," ucap Herman pada sang cucu, saat itu dia juga mengelus puncak kepala Arkan dengan sayang.


Dia yakinkan Arkan bahwa dia dan Lusi akan menyayangi Arkan sama seperti Elma dan Danu menyayangi dia.


Dan Arkan yang melihat senyum di bibir ayah dan ibunya pun ikut tersenyum pula, sejak dulu inilah yang ingin dia lihat dari keduanya.


Hidup rukun dan saling menerima.

__ADS_1


"Iya Opa," jawab Arkan singkat.


"Makan gorengannya, setelah itu kita pulang. Oma juga di rumah sendirian."


Arkan mengangguk, dia memakan beberapa gorengan yang telah di sajikan oleh sang ibu. Juga menghabiskan 1 gelas akua hingga tak bersisa.


"Ma, tidak ada kotak sampah?"


"Belum beli sayang, biar nanti mama yang buang, di luar ada kotak sampah umum," terang Elma, dia masih duduk di meja kasir dan mencatat penjualan, antara kwitansi dan buku catatannya harus sama. Ilmu yang dia dapatkan saat bekerja di Glory Aksesoris.


Tak lama kemudian Herman dan Arkan pamit pulang, saat itu Herman juga mengatakan pada Danu dan Elma jika Arkan akan tinggal di rumahnya lebih lama, mungkin sampai sang anak lulus sekolahnya.


Elma menatap Arkan dengan tatapan sendu, namun saat itu Arkan langsung memeluk ibunya erat.


"Kan cuma di rumah Opa Ma, kita masih bisa sering bertemu," terang Arkan, bukan hanya itu dia juga mengatakan jika teman-teman sebaya nya banyak Tinggai di dekat rumah Opa memudahkannya ketika ingin belajar bersama.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu," pasrah Elma, meski rasanya tetap saja ada yang hilang.


Saat Herman dan Arkan mulai berjalan menjauh dari toko, Danu lantas dengan segera memeluk pinggang sang istri.


"Jangan merasa kehilangan El, Arkan bukan pergi jauh, hanya tinggal di rumah opa dan Oma nya." Terang Danu.


"Tetap saja seperti ada yang hilang di rumah Mas."


"Iya, kita berdoa saja semoga semuanya berjalan dengan baik, kita bisa punya karyawan jadi lebih banyak waktu untuk Arkan."


"Tapi karyawannya pria ya? aku tidak mau kalau wanita," sahut Elma dengan cepat, bahkan langsung mendongak dan menatap tajam kedua mata sang suami.


"Baik sayang," balas Danu lembut, dia juga langsung menarik hidung Elma dengan gemas. Sebenarnya Danu juga cemburu, namun dia lebih bisa mengendalikan perasaannya sendiri.


Tak ingin membatasi Elma untuk berkembang, dia hanya akan terus menjaga dan mengawasinya secara langsung.

__ADS_1


Sore itu setelah mengetahui jika Arkan akan tinggal lebih lama di rumah Herman, Danu dan Elma putuskan juga untuk sesekali menginap di toko. Mereka bahkan mulai kembali berbenah, bagaimana caranya 1 ruangan ini bisa nyaman untuk mereka tinggali dan tempat berjualan.


__ADS_2