
Danu menyeringai, menatap punggung sang istri yang terlihat merunduk seolah menahan sakit di pangkal pahanya.
Salah siapa tadi malam sangat menggoda, membuatnya tak bisa lagi menahan diri. Semua fantasinya dia wujudkan tadi malam, bukan hanya 1 gaya, bahkan beberapa gaya yang membuatnya puas.
"Mas, aku-aku mau mandi," jawab Elma setelah dia berbalik dan coba berdiri dengan tegap.
Sementara Danu tidak bicara lagi, dia ikut bangkit dan berjalan dengan santainya mendekati sang istri. Seolah benda yang sudah menegang itu sudah bukan hal tabu bagi Elma.
Wanita cantik ini dengan cepat memalingkan wajah, mengindari tatapan yang akan membuat dia dan Danu jadi merasa canggung. Pasalnya tubuh mereka kini masih sama seperti saat tidur tadi malam, tidak memakai apapun.
"Kenapa pergi sendirian, ayo kita mandi bersama."
"Tapi Mas_"
"Tapi apa?"
"Nanti Mas mau lagi," cicit Elma dengan suara pelan.
"Memangnya tidak boleh?"
"Ya boleh sih."
__ADS_1
"Ya sudah." Danu menggendong sang istri yang kini bibirnya cemberut, membawa Elma masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar mereka.
Kamar mandi yang tak begitu luas namun tetap terasa nyaman untuk mandi berdua, berdiri dan menggunakan gayung.
"Biar ku gosok punggung mu," ucap Danu den Elma menurut, hanya pasrah pada apapun yang suaminya lakukan pada tubuhnya.
Saat itu Danu dan Elma benar-benar hanya mandi, Danu bahkan menggosok tubuh sang istri seperti dia sedang menggosok tubuhnya sendiri. Tiap inci tubuh Elma dia beri sabun dan bilas hingga bersih.
Danu hanya meminta sebuah kecupan untuk imbalannya memandikan Elma.
"Dingin?" tanya Danu saat mereka berdua keluar dari dalam kamar mandi, Elma yang merasa lebih segar tak begitu merasakan sakit lagi di inti tubuhnya, kini dia bisa berjalan seperti biasa. Tidak seperti tadi saat bangun tidur.
"Iya dingin," balas Elma jujur.
Saat Elma memasak, Danu menyapu rumah sambil memutar pakaian kotor di mesin cuci.
Mereka tidak sarapan di rumah, Elma dan Danu memutuskan untuk sarapan di toko saja, jadi mereka membawa bekal yang cukup banyak hari ini.
Jam 8 pagi mereka sampai di sana, cukup terlambat karena toko yang lain sudah mulai buka bahkan sudah punya pelanggan.
"Telat Mas," ucap Elma saat suaminya membuka kunci rolling.
__ADS_1
"Kalau gara-gara semalam, aku tidak masalah terlambat El."
"Iiss!" kesal Elma, dia bicara serius tapi suaminya ini malah menanggapi dengan bercanda dan mesyum.
Sebelum ada pelanggan yang datang, Elma dan Danu memutuskan untuk langsung sarapan. Namun baru beberapa suap nasi masuk ke dalam mulut Danu, tiba-tiba ada 2 orang yang datang.
Mengatakan jika mereka berniat mencari ponsel.
Danu pun langsung bergegas memberikan pelayanan, bahkan saat dia belum sempat minum air putih.
Elma yang melihat itu tentu saja terenyuh, ada sudut hatinya yang merasa sendu.
Diam-diam Elma memperhatikan Danu dan mempelajari bagaimana caranya sang suami bekerja.
Elma ingin bisa, sungguh-sungguh ingin membantu sang suami untuk membangun toko ini, jadi Danu tidak akan lelah sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi Author
Gadis Kecil Om Dokter karya Ntaamelia
__ADS_1