Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 50 - Martabak Telur


__ADS_3

Danu membuang nafasnya dengan kasar, sungguh dia sangat tak suka saat ada orang asing yang coba masuk ke dalam hidupnya. Seolah orang itu lebih paham dengan apa yang dia mau, juga apa yang harus dia lakukan.


Danu semakin geram saat istrinya yang tidak apa-apa sampai di bawa-bawa.


"Pilihan hidup ku itu bukan urusan mu dan ku harap berhenti bersikap seolah kita dekat," jawab Danu setelah cukup lama dia hanya diam dan terus mendengarkan Shasa bicara. Sebenarnya selama ini dia cukup risih dengan Shasa yang bersikap seolah dekat. Jadi saat ini dia utarakan sekaligus.


Dan setelah mengatakan itu, Danu pun pergi. Sungguh dia tak ingin banyak terlibat pembicaraan dengan wanita.


Sementara Shasa ternganga di tempatnya berdiri, dia kira Danu akan tersentuh dengan kepeduliannya, namun ternyata kini dia malah seperti di campakkan.


Shasa makin tak terima saat dia melihat Danu yang langsung tertawa bersama teman-teman pria nya di ujung sana.


Saat itu Danu pamit untuk resign dengan semua teman-teman, dan saat Bayu bertanya apa alasannya Danu menjawab ingin tambah momongan. Sontak saja semua orang tertawa riang, namun Shasa yang tak mampu mendengar pembicaraan itu merasa jika Danu telah menertawakan dia bersama yang lain.


Shasa mengepalkan tangannya kuat, merasa Danu telah menginjak-injak harga dirinya. Dalam benaknya banyak sekali pikirkan, mencari cara untuk mengalihkan pria dingin itu.

__ADS_1


Shasa bahkan sudah membayangkan Danu yang akan bertekuk lutut dihadapannya mengemis cinta.


"Tunggu saja saat itu terjadi, aku akan benar-benar membuatmu bertekuk lutut," geram nya kemudian. Setelah itu dia pun kembali lagi bergabung dengan teman-teman wanitanya.


Dan waktu bergulir, hingga malam pun tiba. Danu masih berada disini, masih melayani banyaknya pembeli yang datang.


Jam 9 malam Danu putuskan untuk pulang lebih dulu, dia kembali pamit pada semua rekan kerjanya. Juga mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini telah menjadi partner yang solid.


Hanya Shasa yang menyingkir saat itu, menghindari pertemuannya dengan Danu. Tapi sungguh, Danu tak peduli akan hal itu. Bahkan dia tidak tahu Shasa masih ada di toko ini atau tidak. Fokusnya hanyalah pada teman-teman pria.


"Biar aku lepas sendiri, kamu pegang ini saja," ucap Danu.


"Ini apa?" tanya Elma, dia menerima bingkisan plastik berwarna putih itu.


"Martabak telur."

__ADS_1


"Asik!" sahut Elma dengan riang, ini adalah makanan kesukaannya.


Dan Danu yang melihat tingkah sang istri pun tersenyum hangat.


Mereka berdua lantas masuk, lalu duduk di ruang tengah.


"Arkan mana?"


"Sudah tidur, tapi tunggu aku bangunkan dulu, siapa tau dia mau makan martabaknya sekarang."


Danu mengangguk dan Elma langsung mendatangi kamar sang anak. Tak lama kemudian dia kembali lagi bersama dengan Arkan.


"Papa bawa martabak telur sayang, makan dulu nanti tidur lagi," terang Elma, ini enaknya dimakan saat hangat-hangat seperti ini.


Arkan mengangguk lalu duduk di dekat sang ayah.

__ADS_1


Malam itu mereka bertiga menikmati martabak telur bersama-sama.


__ADS_2