
Minggu berganti.
Malam hari.
Danu dan Elma malam ini memutuskan untuk menginap di rumah Herman. Mereka sudah sangat rindu bertemu dengan Arkan.
Elma dan Danu sebelumnya sudah sepakat, untuk menutupi dulu tentang kehamilan Elma dari sang anak.
Kenapa? karena saat ini mereka ingin Arkan hanya fokus pada ujian nasionalnya.
Pulang dari toko mereka langsung pergi kesini, jam 6 sore mereka sudah tiba di rumah Herman.
Saat itu Danu dan Elma langsung menuju kamar mereka di rumah ini dan membersihkan tubuh. Setelahnya menemui semua orang di luar, Elma bahkan dengan segera memeluk sang anak saat melihat ada Arkan.
Pelukan hangat dan penuh rindu, jika seperti ini rasanya waktu pertemuan jadi sangat berharga.
"Bagaimana di sekolah? semuanya baik-baik saja?" tanya Elma, dia dan Arkan duduk berdampingan. Sementara Danu dan Herman pun sibuk saling berbincang.
__ADS_1
Sedangkan Lusi masih di dapur membuatkan minuman hangat untuk Danu, tadi saat Elma berniat membantu, Lusi melarangnya. Meminta sang anak untuk lebih dulu menemui Arkan.
"Semuanya baik-baik saja Ma," jawab Arkan dengan bibir yang tersenyum lebar. Tak banyak kata yang dia ucapkan, cukup merasa bahagia saat melihat ibunya pun bahagia.
Setelah makan malam bersama, Danu, Elma dan Arkan kembali duduk bertiga di ruang tengah. Saat itu Lusi dan Herman memutuskan untuk istirahat lebih cepat, memberi kesempatan keluarga kecil itu memiliki banyak waktu bersama.
Herman tak ingin lagi egois, tidak akan berusaha untuk menguasai Arkan sendiri.
Malam itu Elma jadi penengah diantara anak laki-lakinya dan sang suami yang sama-sama dingin.
Elma terus menciptakan obrolan yang membuat Danu dan Arkan jadi saling berbincang, tentang banyak hal sepele namun mampu membuat suasana jadi semakin hangat, keluarga yang utuh.
"Ha? benarkah? tapi bagaimana dengan toko?" tanya Elma, sebelumnya dia tidak tahu jika Danu berniat mengajaknya dan Arkan pergi.
Kata Danu mereka bisa meminjam mobil milik Opa Herman.
"Mama tenang saja, besok Bayu akan mulai membantu kita di toko." jelas Danu.
__ADS_1
"Bayu?" tanya Elma lagi, sementara Arkan jadi pendengar setia, dia juga sangat ingin tahu pembicaraan ayah dan ibunya.
"Waktu Bayu datang ke toko kita beberapa Minggu lalu dia meminta untuk ditarik jadi karyawan. Dia juga sudah lelah bekerja kerjar target. Jadi sekarang aku memintanya datang," jelas Danu apa adanya, tentang Gaji untuk Bayu nanti tidak perlu di cemaskan. Malam itu Elma dan Danu pun membahas itu sampai tuntas.
Arkan yang melihat keduanya merasa sangat lega, kini komunikasi ayah dan ibunya sudah terjalin dengan baik.
"Jadi besok kita bisa pergi bersama." terang Danu di akhir penjelasannya pada sang istri.
Elma tersenyum, setelah pembicaraan panjang mereka tak ada sedikitpun yang mengganjal di hati. Semuanya terasa lebih mudah tanpa beban.
"Baiklah, kalau begitu sekarang ayo kita istirahat," sahut Elma. Dia bahkan langsung bangkit lebih dulu dan menarik Arkan untuk mengikuti langkahnya.
Elma akan mengantar sang anak ke dalam kamarnya.
"Langsung tidur ya? besok pagi kita pergi ke taman kota. Lari pagi dan sarapan disana." jelas Elma dan Arkan mengangguk dengan antusias.
Rasanya sudah tak sabar untuk menunggu besok.
__ADS_1
Setelah memastikan Arkan naik ke atas ranjang, Elma pun keluar. Kini gantian menarik Danu untuk masuk ke dalam kamar mereka.