Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 64 - Seorang Pencuri


__ADS_3

"Lakukan sayang," jawab Danu, 2 kata yang membuat Elma langsung memulai permainan sesungguhnya diantara mereka, dia duduk di atas pangkuan sang suami dan memberikan banyak sentuhan yang membuat Danu mabuk, rasanya melayang diantara kenikmatan.


Elma bahkan berusaha menciptakan tanda merah di leher sang suami, mski berakhir dengan mulutnya yang sakit sendiri.


"Ternyata aku tidak bisa melakukannya," ucap Elma, sebuah ucapan yang membuat keduanya terkekeh.


"Biar aku saja yang buat di dada mu," jawab Danu pula, lalu meraup kedua buah sintal yang sedari tadi menyentuh dadanya lembut.


Desahaan Elma mulai lolos, tubuhnya menggeliat dengan perlahan, mencari celah agar sang suami bisa tenggelam di inti tubuhnya.


Dan saat penyatuan itu terjadi, keduanya sama-sama mengambil jeda, masih sama-sama membiasakan diri dengan benda nikmat ini.


"Ayo El, bergerak lah," pinta Danu dan Elma menurut.


Malam itu terasa berbeda bagi keduanya, seolah menciptakan sensasi baru yang semakin membuat keduanya candu. Elma tak malu-malu lagi saat melayani sang suami dengan tubuhnya, sementara Danu yang melihat kesungguhan Elma pun semakin bermain dengan ganas.


Seolah sama-sama ingin memberikan yang terbaik, hingga Elma bahkan sampai lupa sudah berapa banyak dia mengalami pelepasan.

__ADS_1


"Mas, ampun," lirih Elma, dia ingin Danu segera menyudahi permainan ini. Saat ini mereka berdua sudah pindah ke dalam kamar, bergumul di atas ranjang yang berdecit tanda kenikmatan.


"Panggil nama ku El," tuntut Danu dengan gerakannya yang semakin cepat berpacu.


Elma yang tahu jika suaminya nyaris mendapatkan pelepasan pun menuruti keinginan itu, dengan suaranya yang menggoda dia memanggil nama suaminya.


"Danu, akh!" lenguhnya saat Danu menghentak di titik paling terdalam, membuat intinya pun berdenyut tak karuan.


Setelah pelepasan dahsyat itu, Danu ambruk di atas tubuh Elma, mengunakan kedua lengannya untuk menahan tubuh, membuat Elma terjepit diantara tubuhnya.


Nafas mereka sama-sama memburu, sama-sama memiliki banyak peluh.


"Benarkah? kalau begitu tiap Mas menginginkannya aku akan jadi sangat nakal," balas Elma pula, seraya mengelus dada suaminya yang basah.


"Jangan memancingku lagi El, jika sekarang bangkit lagi, besok kamu tidak akan bisa berjalan."


"Ampun Mas," rengek Elma, namun bibirnya tersenyum menggoda.

__ADS_1


Membuat Danu kembali menyesap bibir istrinya dengan kuat, kedua inti tubuh mereka masih menyatu, hanya dengan sedikit gerakan berputar mereka kembali sama-sama mendapatkan kenikmatan lagi.


Malam panjang masih terus berlanjut untuk keduanya.


Entah sampai jam berapa peraduan indah itu selesai.


Saat pagi mulai menyapa keduanya masih sama-sama terlelap tanpa sehelai benang pun.


Sampai semilir angin pagi waktu itu menerobos masuk dari celah-celah fentilasi dan menyapu lembut tubuh Elma barulah wanita cantik ini membuka mata.


Kemudian menatap suaminya yang masih terlelap tepat di sampingnya.


Bibir Elma tersenyum, saat percintaan panas mereka semalam kembali terkenang di ingatan.


Sepertinya aku harus segera menjauh sebelum mas Danu kembali menangkap ku. Batin Elma. Dengan gerakan pelan dia coba turun dari atas ranjang, berulang kali meringis saat merasakan pedih di bagian intinya.


Tak pernah terbayang oleh Elma jika dia akan merasakan ini, sakit karena bercinta.

__ADS_1


Elma mengendap, tak ingin ketahuan pergi.


"Mau kemana El?" tanya Danu, sebuah pertanyaan yang membuat Elma terkejut dan menutup matanya erat, karena tiba-tiba kini dia jadi terlihat seperti seorang pencuri.


__ADS_2