Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 41 - Sayang Yang Teramat Dalam


__ADS_3

Pulang kerja.


Danu menjemput Elma, sedari keluar dari toko sampai ke parkiran Danu melihat sang istri yang nampak murung.


Wajahnya selalu datar tak ada senyum-senyumnya sedikit pun.


Tapi saat itu Danu tidak bertanya lebih, dia hanya mengelus puncak kepala Elma dengan sayang dan meminta sang istri segera naik ke atas motor.


Selama perjalanan pulang Elma terus memeluk Danu erat, sesekali juga Danu menggenggam tangan Elma yang melingkar di perut.


Sampai di rumah mereka langsung membersihkan tubuh, makan malam seadanya dan langsung istirahat di kamar.


Danu meminta Elma untuk tidur di atas lengannya. Sementara tangan Danu yang lain memeluk tubuh Elma agar pelukannya lebih erat.


"Kamu sudah bertemu mbak Diaz?" tanya Danu, saat bertanya matanya juga sudah terpejam, tapi dia masih sangat sadar.


"Iya Mas."


"Lalu?"

__ADS_1


"Tidak bisa pindah ke Shift siang, jadi ya keluar saja. Tapi harus menunggu ada pengganti, mbak Diaz masih buka lowongan kerja."


Danu diam, hanya semakin memeluk erat istrinya.


"Nanti aku juga tidak dapat uang apapun, kerja beberapa hari di sana tidak terhitung." jelas Elma lagi, dengan suaranya yang lebih sendu. Elma memang sedih sekali, juga sangat kecewa.


"Begitu sulitnya cari uang ya Mas," lirih Elma lagi, kini dia yang semakin memeluk erat Danu. Menenggelamkan wajahnya lebih dalam di pelukan sang suami.


"Mas?" panggil Elma, dia takut suaminya tidur.


"Apa sayang?" jawab Danu, sengaja memanggil sayang untuk mengalihkan kesedihan sang istri. Dia tahu Elma senang dimanja dengan hal-hal kecil seperti ini. Meski hanya sebuah panggilan, namun dia tahu Elma menyukainya.


"Mas, cium," pinta Elma, karena Danu hanya diam, tidak merespon balik kecupannya.


Bahkan saat Elma cium lagi, Danu malah melipat bibirnya masuk. Membuat Elma jadi cemberut.


"Mas tidak mau cium?" tanya Elma dengan ketus, kini jadi membahas ciuman. Bukan lagi pekerjaan yang tadi membuatnya sedih.


"Bukan tidak mau."

__ADS_1


"Terus."


"Aku tidak mau kalau hanya sebatas ciuman, nanti pasti aku ingin lebih." jelas Danu apa adanya, ciuman dengan Elma bisa membuatnya bergairah. Karena itulah dia kadang menghindari ciuman bibir sang istri, tiap Elma mau cium kadang dia hanya memberikan pipinya.


"Ya sudah ayo," ajak Elma, setelah tau itu alasannya kini dia kembali bersemangat.


Dan mendengar persetujuan sang istri, Danu langsung membuka matanya. Bergerak cepat menindih Elma dan memberikan ciuman seperti apa yang diminta oleh Elma.


Ciuman dalam dengan sesapan yang kasar. Hingga keduanya bertukar saliva dan tangan yang menjalar kemana-mana.


Dada Elma sudah terbuka dan Danu langsung menyesapnya kuat, hingga Elma membusungkan dadanya meminta lebih.


Malam itu keduanya kembali menyatu, kembali memberikan hentakan hingga merasakan getaran hebat.


Setelahnya sebelum mata benar-benar terpejam, Danu mengatakan pada Elma agar mengikhlaskan semuanya. Tentang Elma yang kini harus bekerja meski tanpa digaji, karena mau tidak mau Elma harus tetap masuk sebelum pihak toko menemukan gantinya.


Saat itu Elma hanya mengangguk, dia sudah tak punya tenaga untuk menjawab.


Bahkan malam itu Elma yang lebih dulu terlelap dibandingkan Danu. Elma tidak tahu, jika saat itu Danu mengecup bibirnya dengan penuh cinta.

__ADS_1


Ciuman sayang yang teramat dalam. Tiap kali Elma bersedih, sebenarnya Danu pun merasakannya pula, bahkan lebih.


__ADS_2