Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 62 - Aku Akan Menunggu mu


__ADS_3

Jam setengah 6 sore Danu dan Elma memutuskan untuk pulang, mereka mengurungkan niat untuk pergi ke rumah Herman dan bertemu Arkan karena saat ini sudah hampir malam, sore tadi banyak pelanggan yang datang ke toko mereka. Di hari pertama toko itu buka sudah ada 4 ponsel yang terjual, keahlian Danu dalam mempromosikan ponsel itu benar-benar banyak membantu.


Elma yang melihat suaminya secara langsung melayani konsumen pun bahkan langsung dibuatnya terkagum-kagum, di belakang sang suami Elma terus mengukir senyum.


Meski lama-lama kesal karena baru menyadari pesona sang suami, pasti karena pesona itulah yang membuat seorang wanita seperti Shasa ada.


Padahal selama ini di mata Elma suaminya itu biasa saja, bahkan terkesan menyebalkan.


Tapi kini tidak lagi, dimatanya Danu sangat tampan dan menawan.


Sepanjang perjalanan pulang pun Elma memeluk suaminya lebih erat dari pada biasanya. Membuat Danu heran dan senang sekaligus.


Nyaris jam setengah 7 malam mereka sampai di rumah, Elma dengan segera mandi lebih dulu lalu Danu. Dan saat Danu sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi sana, Elma menyiapkan makan malam untuk mereka.


Menu sederhana yang tak begitu banyak, hanya untuk satu kali makan dan habis.


"El," panggil Danu, setelah mandi dia langsung menghampiri sang istri.

__ADS_1


"Ya ampun Mas, kok tidak pakai baju? memangnya tidak dingin?" tanya Elma, sesaat dia melihat suaminya, namun buru-buru menghindar dan pura-pura sibuk dengan yang lain saat merasakan tubuhnya yang berdesir.


Gara-gara baju pemberian Risa, membuat pikiran Elma jadi kemana-mana, rasanya pusat pikirannya hanya tertuju pada adegan anu saat memakai baju itu.


"Tidak El, malah merasa segar," balas Danu apa adanya, dia bahkan saat ini masih mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.


Danu duduk di kursi dan tak lama kemudian Elma menghampiri, mereka berdua makan bersama dalam satu piring.


Jika seperti ini rasanya mereka berdua jadi makan lebih banyak.


"Hem, apa El?"


"Maaf ya?"


"Maaf untuk apa? kata mu hari ini aku yang paling banyak salah."


Elma mengerucutkan bibirnya, "Bukan itu," sahut Elma kemudian.

__ADS_1


"Lalu apa?"


"Maaf, karena selama ini tiap kamu pulang kerja aku tidak memberikan mu makanan," balas Elma lirih, dia bahkan sedikit menunduk, menutupi kedua matanya yang mulai berembun.


Dia merasa sangat lapar jika sehabis bepergian keluar seperti tadi, apalagi bekerja. Tapi selama ini Elma tak pernah melayani suaminya dengan baik.


Danu tersenyum kecil, dia mengangkat Danu Elma agar tatapan mereka kembali bertemu.


"Tebus semuanya malam ini," jawab Danu, sebuah jawaban ambigu yang membuat Elma melebarkan kedua matanya butuh penjelasan lebih agar paham.


"Pakailah baju pemberian Risa dan aku tunggu di ruang tengah," ucap Danu lagi menjelaskan keinginannya.


"Aku ingin melihatmu menari mengunakan baju itu."


"Iiss, mesyum." keluh Elma, dia bahkan langsung memukul dada suaminya cukup keras. Tapi Danu tidak merasa sakitz malah menahan tangan itu dan mengecupnya mesra.


"Aku akan menunggu mu." Goda Danu lagi dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh damba, sungguh membuat tubuh Elma jadi semakin berdesir tak karuan. Lalu setelah mengatakan itu Danu pergi lebih dulu, meninggalkan Elma yang jantungnya seperti mau copot, seolah ingin menghadapi ujian dari sang suami.

__ADS_1


__ADS_2