Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 76 - Kelulusan


__ADS_3

Waktu berlalu.


Toko milik Danu dan Elma sudah berjalan selama hampir 3 bulan. Tentang kehamilan Elma, kini seluruh keluarganya pun sudah tahu, morning sickness yang dialami oleh Elma membuat mereka tak bisa terlalu lama menutupi kehamilannya.


Sejalan dengan itu, Arkan pun telah melewati banyak waktu hingga akhirnya tiba dihari yang dia tuju, Ujian Nasional.


Ujian yang sudah dia persiapkan dari jauh-jauh hari.


Pukul 7 pagi, Arkan sudah sampai di sekolahnya. Pagi itu Danu yang mengantarkan sang anak.


Sebelum masuk Arkan lebih dulu pamit dan meminta doa pada sang ayah agar ujiannya berjalan dengan baik.


"Yang tenang, semoga kamu mendapatkan nilai yang tebaik," ucap Danu seraya mengelus pundak sang anak. Pada Arkan dia banyak menggantungkan harapan, sangat berharap anaknya kelak jauh lebih berhasil dibanding dia.


Sangat berharap, Arkan akan lebih sukses hingga tidak begitu menikmati pahitnya kehidupan.


"Terima kasih Pa."


Danu mengangguk, dia terus tersenyum dan tetap berdiri di sana sampai Arkan masuk ke dalam sekolahnya.


4 hari berlalu.


Dan 2 minggu kemudian pengumuman kelulusan akhirnya pun di gelar.

__ADS_1


Danu dan Elma sebagai wali murid datang ke sekolah bersama untuk menerima hasil itu. Apakah Arkan lulus atau tidak? apakah nilai Arkan tinggi atau biasa saja.


Jam 8 pagi semua wali murid kelas 3 sudah berkumpul di lapangan basket sekolah, duduk di kursi masing-masing beratapkan tenda yang cukup besar. Sementara di hadapan mereka semua ada panggung kecil yang digunakan untuk beberapa guru untuk menyampaikan sambutan.


Dan alangkah terkejutnya Danu dan Elma ketika mereka mendengar jika nama anaknya lah yang dipanggil sebagai lulusan terbaik.


Elma bahkan langsung meneteskan air mata terharunya, dia tak mampu berkata apa-apa, selain menatap bangga pada sang anak yang kini tengah dipanggil ke depan podium.


3 jam acara kelulusan itu dan akhirnya selesai. Semua wali murid sudah diperbolehkan pulang membawa hasil kelulusan sang anak.


Saat berjalan hendak keluar, mata Elma terus mencari keberadaan sang anak, saat itu Arkan masih berkumpul bersama dengan teman-temannya yang lain, saling bertukar cerita, memberi selamat dan salam perpisahan.


"Kita tunggu Arkan di depan saja," ucap Danu, seraya menyentuh lengan sang istri.


Tak berselang lama kemudian, Danu dan Elma melihat anak laki-lakinya berlari dan menghampiri.


Berdiri di hadapan Elma dengan nafasnya yang terengah.


"Ayo Ma, kita pulang," ucap Arkan diantara nafasnya yang putus-putus.


"Sudah berkumpul dengan teman-teman mu?"


"Iya sudah."

__ADS_1


"Kita tidak akan langsung pulang, papa akan mengajak kalian menuju ke suatu tempat."


"Kemana?" tanya Arkan dan Elma bersamaan.


Tapi Danu tidak menjawab, malah tersenyum penuh misteri dan mulai membukakan pintu untuk sang istri.


"Tunggu saja, ini adalah kejutan."


Elma mencebik sementara Arkan terkekeh pelan.


Mereka semua lantas masuk ke dalam mobil, menempuh perjalanan berberapa menit dan kemudian berhenti di salah satu bangunan.


Queen Photo.


Sebuah gedung cetak photo yang tak terlalu jauh dari sekolah Arkan.


Melihat papan nama itu Arkan dan Elma sama-sama tahu jika mereka akan membuat foto keluarga.


Di dalam hatinya, Arkan sangat terharu. Karena keinginan besarnya akhirnya bisa terwujud.


"Terima kasih Pa," ucap Arkan saat mereka semua sudah turun dari mobil, belum sempat masuk ke gedung itu.


"Jangan menangis, kita semua harus tersenyum untuk membuat foto yang indah."

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2