Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 68 - Panggilan Baru


__ADS_3

1 bulan berlalu.


Dan semuanya berjalan dengan sangat baik bagi Elma dan Danu.


Malam ini keduanya tidur di toko, di luar sana juga hujan deras mulai turun.


Jam 9 malam mereka berdua sudah merebahkan diri dia atas kasur lantai yang sebenarnya hanya untuk 1 orang, tapi mereka gunakan berdua dengan saling memeluk agar sama-sama aman. Saat pagi menyapa kasur itu akan mereka lipat, jadi tidak terlalu banyak memakan ruang di dalam toko ini.


"Mas," panggil Elma, dia sedikit mendongak dan menatap mata sang suami. Ketika bicara Elma lebih suka saling tatap, karena tidak ingin ditinggal tidur oleh Danu.


"Apa sayang?"


"Aku maunya kita seperti ini terus, selalu bersama. Kamu tidak akan pernah bosan kan?"


Danu yang mendengar pertanyaan itu tak langsung menjawab, dia lebih dulu mempererat pelukan di antara mereka, lalu membelai lembut wajah sang istri.


"Pertanyaan macam itu? kita akan hidup bersama sampai maut memisahkan, tidak akan pernah ada kata bosan."

__ADS_1


Elma mengerucutkan bibir, dia sadar pertanyaannya seperti pertanyaan anak kecil. Tapi tetap saja ingin dia utarakan.


Apalagi siang tadi Shasa kembali mendatangi toko mereka, kini jadi lebih berani dengan merias dirinya. Juga mengunakan baju terbaik.


Tersenyum lebih lebar ke arah Danu meski ada dia.


"Kamu sangat tau aku El, dari dulu aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali kamu," terang Danu, dari jaman sekolah Danu malah dikenal sebagai pria yang dingin, sangat pendiam.


Hanya dengan Elma Danu banyak bicara.


Elma menyadari itu, dia lantas mengelus wajah suaminya dengan sayang. Juga mengecup bibir Danu pelan, lalu kembali saling tatap dengan begitu dalam.


2 bulan terakhir mereka selalu bercinta tanpa ada pengaman, bahkan semua ****** ***** itu langsung masuk ke titik terdalam.


"Belum tau Mas, aku malah lupa karena setiap hari kita sibuk."


"Sibuk bekerja dan sibuk ngadon ya?"

__ADS_1


Elma langsung memukul lengan sang suami, apalagi saat tangan Danu mulai naik ke dadanya.


"Besok ku belikan testpack, siapa tahu anak kita sudah tumbuh."


Elma mengangguk, dalam hatinya pun dia sangat berharap hal ini benar terjadi, tentang dia yang akan kembali hamil buah cinta mereka.


"Mas ingin kita punya anak berapa?" tanya Elma, tahu usia mereka tak muda lagi, rasanya perlu membicarakan ini juga.


"Punya banyak anak," balas Danu dengan cepat. Dulu Danu tidak ingin memiliki banyak anak, karena dia takut tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka nanti, tapi sekarang tidak lagi. Disaat usaha mereka mulai memperlihatkan hasil yang baik, kini Danu jadi punya keyakinan bisa membahagiakan anak-anaknya kelak.


"Banyak itu berapa?"


"Sanggupnya mama berapa?" tanya Danu pula, memanggil mama seperti Arkan, membuat Elma jadi geli.


"Aku ikut mama saja, tambah 2 lagi juga ayo," timpal Danu lagi kemudian menindih sang istri, membuat posisi siap tempur malam ini.


Sementara Elma malah terkekeh, masih merasa geli dengan panggilan baru yang Danu sematkan untuk nya.

__ADS_1


"Apa sih mama mama," kesal Elma, dia masih terus tertawa.


Tawa yang membuat Danu pun ikut tersenyum. Lalu perlahan mengikis jarak dan menjangkau bibir istrinya itu, menciumi bibir Elma yang masih setia terkekeh pelan.


__ADS_2