
Danu dan Elma pergi bersama ke CSM. Seperti biasa, karena belum masuk jam jaga Elma, tapi dia tetap ikut bekerja.
Elma juga malah merasa nyaman dengan orang-orang di Shift siang ketimbang dengan Puspa dan Lena.
Tiara juga berulang kali menegurnya hingga sering bertukar cerita.
Tepat jam 4 sore Diaz datang ke toko ini, tak berselang lama kemudian Elma pun menghadap.
"Ada apa mbak Elma?" tanya Diaz, dia bertanya dengan kedua tangan dan mata yang masih sibuk membaca laporan harian di atas meja.
Melihat kesibukan itu, membuat Elma jadi sungkan. Dia duduk di hadapan Diaz dengan ragu.
"Begini mbak, sebelumnya saya mau minta maaf," ucap Elma dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.
Diaz lantas menghentikan semua aktifitas dan menatap Elma saat mendengar permohonan maaf itu. Merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Tapi Diaz masih diam, menunggu yang akan Elma ucapkan selanjutnya.
__ADS_1
"Maaf Mbak Diaz, sebenarnya saya mau minta ganti Shift jadi siang kalau boleh," ucap Elma lagi, saat mengatakan itu jantung nya berdegup dengan kencang, rasanya takut sekali. Karena baru beberapa hari bekerja dan kini sudah banyak maunya.
Diaz tak langsung menyanggupi ataupun menolak, dia sedang memikirkan bagaimana baiknya.
Elma sangat menjual dari segi tampilan, tapi di shift siang dia tidak butuh karyawan tambahan. Sementara di shift malam sangat sulit untuk mencari karyawan.
"Kenapa begitu mbak? sejak awal sudah jelas kan, pekerjaan disini yang dibutuhkan adalah shift malam," tanya Diaz. Dia bicara dengan nada formal, membuat suasana di dalam ruangan ini jadi mencekam bagi Elma.
"Iya mbak saya tahu, maafkan saya tentang itu. Tapi ada beberapa hal yang terjadi dan saya tidak bisa jelaskan dengan rinci," jawab Elma apa adanya.
Semuanya sudah berubah, tidak seperti dulu saat dia seolah kehilangan arah.
"Baik Mbak," jawab Elma pasrah, lebih tepatnya dia juga bingung mau menanggapi bagaimana lagi.
Dari pembicaraan itu Elma cukup tahu, jika kini dia akan keluar dari pekerjaan.
Ada rasa yang cukup mengganjal di hatinya ketika keluar dari ruangan. Rasa seolah tidak terima juga jika akhirnya dia lepas dari pekerjaan ini.
__ADS_1
"Bagaimana mbak?" tanya Tiara, sedari tadi tadi menunggu Elma di depan ruangan. Tiara tahu tentang Elma yang ingin pindah Shift siang.
"Tidak biasa Tiara."
"Jadi mbak tetap shift malam?"
"Tidak juga."
"Lalu?"
"Keluar."
"Ya ampun," balas Tiara dengan mendesaah panjang, cukup menyesalkan juga jika akhirnya jadi begini. Elma juga mengatakan tentang dia yang harus menunggu dulu sampai ada pengganti dan tidak akan mendapatkan gaji jika belum ada 1 bulan bekerja.
"Memang begitu mbak, itulah tidak enaknya, mau protes juga tidak bisa," tutur Tiara, dia memeluk lengan Elma coba memberikan dukungan.
Sementara Elma malah termenung, dari dalam tokonya dia melihat ke arah toko Danu di depan sana. Melihat Danu yang sedang sibuk menarik pengunjung untuk masuk ke dalam tokonya.
__ADS_1
Padahal aku sangat ingin membantu kamu Mas, tapi malah jadi seperti ini. Batin Elma.