Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 51 - Janji Satu Hal Padaku


__ADS_3

Jam setengah 11 malam, semua orang mulai masuk ke kamarnya masing-masing. Danu dan Elma masuk kamarnya dan Arkan pun begitu, dia kembali tidur di kamarnya juga, setelah sekotak martabak telur itu habis dan sedikit perbincangan diantara mereka.


Di kamar, Elma menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Kini Danu sedang mandi.


"Dingin sekali El," ucap Danu, setelah dia keluar dari dalam kamar mandi.


Elma tersenyum, melihat Danu yang bergidik kedinginan.


"Cepat pakai baju, nanti ku peluk."


"Kalau tidak usah pakai baju bagaimana?"


"Mas!"


Danu terkekeh, dengan segera dia memakai baju yang sudah disiapkan oleh Elma.


Tek berselang lama kemudian mereka berdua sama-sama naik ke atas ranjang, memakai selimut bersama dan saling memeluk erat. Danu bahkan memasukkan kedua tangannya di dalam baju Elma, mencari kehangatan yang sesungguhnya.


"Dingin Mas," keluh Elma saat Danu menjamah tubuh bagian atas. Tapi Danu tidak melepaskan, malah semakin memeluk erat.


"Kan sudah ku bilang, memang dingin sayang," balas Danu kemudian dan Elma mendengar panggilan sayang pun mengulum senyumnya, satu kata itu selalu mampu membuatnya berdebar. Saat ini Elma juga semakin mengeratkan pelukan di antara mereka.

__ADS_1


"Bagaimana tadi Mas? sudah bertemu bos nya?"


"Sudah El."


"Terus?"


"Pak Andre tidak masalah, pengunduran diriku masih diajukan ke pusat biar uang pesangonnya turun. Biasanya 3 hari setelah pengajuan uang itu cair, jadi 2 hari lagi aku akan kembali ke toko untuk menemui pak Andre," jelas Danu panjang lebar, Elma yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya kecil.


Malam itu mereka juga membicarakan banyak hal, mau bagiamana nantinya. Ternyata Elma ingin selalu menemani Danu, bahkan Elma ingin ikut saat Danu mencari lokasi untuk menyewa toko mereka nanti.


Dan Danu merasa tidak keberatan akan hal itu, dia malah bersyukur Elma mau diajak untuk berusaha.


"Kata Risa, di blok D yang sekarang masih sepi itu nanti mau dikhususkan untuk toko-toko ponsel Mas, dia denger dari pengelola pasar."


Elma tidak menjawab, dia lebih dulu mencubit perut suaminya ini hingga Danu haduh kesakitan.


"Aw, sakit El."


"Siapa suruh meledek ku."


"Aku tidak meledek kamu, aku mau bilang waktu itu kamu cantik."

__ADS_1


"Bohong!"


"Tidak."


"Waktu itu Mas Danu cuma cemberut saja, bahkan langsung pergi setelah banyak tanya."


"Aku buru-buru, tapi kan malamnya aku datang menjemput mu, kita pulang bersama dan ..."


Danu memberi jeda, memberi kesempatan Elma untuk mengingat kenangan indah mereka. Malam dimana mereka memutuskan untuk kembali bersama setelah percintaan panas yang telah sekian lama tidak pernah terjadi.


"Dan kita_"


"Sstt!" potong Elma cepat, dia malu untuk kembali membicarakan kejadian itu. Karena dulu awalnya dia tidak mau, tapi lama-lama malah meminta lebih.


Danu pun terkekeh dengan satu tangannya yang jadi lebih aktif menjamah tubuh sang istri, hingga berhasil melepas pengait bra di punggung Elma.


"El."


"Apa?"


"Di awal membuka usaha pasti akan sulit, mungkin akan kembali terulang aku yang jarang pulang dan ada di rumah hanya saat malam."

__ADS_1


"Maafkan aku tentang itu Mas, mulai saat ini aku akan selalu mempercayai kamu, tapi janji satu hal padaku, jangan pernah ada yang ditutupi."


Danu tak menjawab lagi, dia dengan segera menyesap bibir sang istri. Melumaatnya lebih dalam hingga rasanya semakin menuntut.


__ADS_2