Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 36 - Pemandangan Paling Indah


__ADS_3

Jam 5 pagi Elma bangun lebih dulu, dia segera menyiapkan sarapan dan semua kebutuhan untuk sang suami.


Selesai di dapur, Elma langsung mandi dan membuat tubuhnya wangi, yang penting masak dan semua keperluan Danu beres, masalah yang lain bisa dikerjakan nanti.


Jam 6 pagi dia bangunkan Danu. Elma ingin saat Danu membuka mata, suaminya itu sudah melihat dia yang cantik.


"Mas, bangun," ucap Elma lembut, seraya mengguncang pelan bahu suaminya. Elma juga memijit punggung Danu dengan pelan.


"Mas, ini sudah jam 6," tutur Elma lagi.


Tapi Danu tidak segera membuka mata, dia malah hanya menggeliat dan memeluk erat tubuh Elma yang duduk di sampingnya.


"Mas, kok malah peluk, ayo bangun."


"Hari ini aku masuk siang El."


"Kenapa?"


"Eventnya sudah berakhir, aku bisa bekerja normal lagi. Jadi aku ambil shift siang." Jelas Danu, saat bicara itu matanya masih saja terpejam.


Shif siang mulai dari jam 3 sore sampai jam 11 malam. Tentang jam kerja ini semuanya kesepakatan bersama antara promotor dan leadernya. Yang penting setiap hari, jam kerjanya adalah 8 jam.


"Kok semalam tidak bilang."

__ADS_1


"Semalam kamu marah-marah terus, iya kan?"


Bibir Elma mengerucut.


"Kamu wangi sekali El, sudah mandi ya?" tanya Danu, harum wangi ini sungguh memanjakan indera penciumannya. Membuat adiknya yang berada di dalam celana pun ikut terbangun.


Apalagi saat ingat ciuman panas mereka di pinggir gedung CSM semalam, membuat Danu langsung berbaring dan menatap sang istri dengan tatapan penuh damba.


"Cantik," ucap Danu singkat namun berhasil membuat kedua pipi Elma jadi merah merona.


"El."


"Apa?"


Tapi saat ini Elma sudah berpikir jernih, bahwa kecemburuannya jika diladeni hanya akan merugikan diri sendiri.


Toh dia memang tak bisa mengatur semua orang untuk jangan menyukai suaminya, yang paling penting dari itu semua adalah perasan Danu sendiri.


Elma juga masih ingat dengan jelas saat kemarin Danu menyembutnya sebagai orang rumah pada salah satu rekan kerja wanita Danu.


Orang rumah yang berarti istri.


"Tidak ada kok Mas, semalam aku hanya cemburu karena banyak pelanggan wanita yang mau dilayani kamu. Aku lihat kamu dari toko ku."

__ADS_1


"Masa seperti itu saja cemburu?"


"Iya."


"Jadi bagaimana biar kamu tidak cemburu?"


Elma mengecurutkan bibir, karena dia jadi bingung.


"Diluar sana aku memang harus melayani mereka dengan baik, karena itu pekerjaan. Tapi diluar pekerjaan aku hanya mau dilayani oleh kamu El." Goda Danu, dia menelusupkan satu tangannya masuk ke dalam baju sang istri, mengelus lembut punggung Elma dengan tangannya yang hangat.


Seperti itu saja Elma sudah meremamg, matanya mulai pudar dengan gairah.


Elma menurut saat Danu membimbingnya untuk naik diatas tubuh sang suami. Duduk hingga bisa merasakan sesuatu yang telah mengeras di balik selimut.


Danu lantas meninggikan bantal, membuatnya setengah duduk dan memangku Elma.


Lalu perlahan membuka kancing baju sang istri.


Elma diam saja, pasrah merasakan tubuhnya yang seperti tersengat listrik. Pelan namun pasti akhirnya baju Elma tertanggal sempurna, rambut panjangnya yang tergerai sebagian menutupi dada yang sudah terbuka.


Pemandangan paling indah yang pernah Danu lihat saat dia membuka mata.


"Aku menginginkan mu, El."

__ADS_1


"Aku adalah milik mu, Mas," jawab Elma.


__ADS_2