Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 54 - Shasa


__ADS_3

"Tadi aku sudah menghabiskan waktu bersama Arkan, sekarang aku akan menghabiskan waktu bersamamu," ucap Danu, sementara Elma langsung mendengus, entah kenapa dia jadi malah merasa curiga saat melihat suaminya jadi tukang gombal seperti ini. Padahal selama ini Danu adalah pria yang dingin dan irit bicara.


Elma menurut saat Danu menariknya menuju dapur, lalu mendudukkan dia di salah satu kursi meja makan.


"Duduklah di sini biar aku yang siapkan mie ayamnya," ucap Danu, semakin membuat Elma menatapnya dengan curiga. Selama ini mana pernah Danu melayaninya seperti ini.


"Mas melakukan sebuah kesalahan ya?" tanya Elma, kedua matanya menyipit menatap curiga pada sang suami.


Sementara Danu yang mendengar pertanyaan itu dan melihat tingkah istrinya hanya terkekeh pelan, kedua tangannya tetap sibuk memindahkan mie ayam bakso ke dalam mangkuk.


Lalu setelah beres, dia sajikan di hadapan sang istri.


"Makanlah, sudah hangat. Tidak sepanas tadi karena lama di perjalanan," terang Danu, dia ikut duduk di sebelah Elma. Lagi-lagi dia melayani istrinya dengan menuangkan air putih di dalam gelas.


Elma semakin menatap Danu curiga.


"Apa saja yang Mas lakukan di pasar tadi?" tanya Elma, kini penjelasan dari Danu lebih dia butuhkan daripada langsung menyantap makanannya.

__ADS_1


"Tidak mau makan dulu?"


"Tidak, mau dengar Mas cerita dulu."


"Baiklah." Danu mengelus pelan lengan sang istri kemudian menceritakan semua yang terjadi, tentang lokasi yang sudah dia dapat, juga tentang harga sewa yang ternyata jauh lebih tinggi dari yang dia kira.


"Jadi gimana Mas, tetap di ambil atau cari yang lain?" tanya Elma, jadi prihatin juga tentang ini.


"Belum tau, nanti aku bicarakan dulu dengan Opa."


"Dan satu hal lagi..." ucap Danu, namun dia memberi jeda pada ucapannya, membuat Elma semakin menatapnya lekat.


"Kamu ingat saat pertama kali kamu mendatangi aku di toko ponsel, waktu itu ada seorang wanita yang menghampiri kamu lebih dulu dan mengira bahwa kamu adalah salah satu pelanggan yang akan membeli HP."


Elma memutar kembali ingatan di dalam kepalanya, sampai akhirnya dia ingat dengan wanita cantik itu. Elma bahkan masih mengingat dengan jelas saat itu Danu memanggilnya dengan sebutan Sha.


Pelan Elma mengangguk.

__ADS_1


"Iya Mas, aku ingat, kamu bilang aku orang rumah kan pada wanita itu. memangnya kenapa dengan dia?" tanya Elma, kini perasaannya mulai tak nyaman. Tiba-tiba kecurigaan dan kecemburuan yang selama ini terpendam seolah kembali keluar secara perlahan, tentang Danu yang kemungkinan memiliki wanita lain di luar sana.


Hanya membicarakan ini saja sudah mampu membuat dada Elma terasa sesak.


"Wanita itu adalah Shasa, junior ku di tempat kerja dulu," jelas Danu, membuat Elma semakin teremat hatinya. Namun Elma masih coba diam dan mendengarkan.


Mendengar saat Danu mengatakan jika Shasa adalah wanita yang bebas, belum memikirkan masa depan dengan matang dan hanya ingin bersenang-senang.


Dan salah satu kesenangannya adalah menganggu Danu.


"Dia menyukai kamu Mas?"


"Bukan itu maksudku, aku mengatakan ini semua padamu bukan untuk membahas tentang perasaan dia. Aku tidak ingin kamu nanti salah paham."


Elma kembali diam.


Dan Danu kembali menjelaskan dengan pelan, tentang mereka yang harus saling percaya. Tentang suami dan istri yang harus selalu rukun agar semuanya bisa berjalan dengan baik, terutama tentang usaha mereka yang baru akan dirintis.

__ADS_1


__ADS_2