Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu

Setelah 15 Tahun Menikah Denganmu
S15TMD BAB 52 - Harapan Besar Danu


__ADS_3

Awalnya Elma memang ingin ikut Danu untuk mencari lokasi toko di pasar pagi ini. Tapi kemudian urung saat menyadari mereka tidak memiliki kendaraan yang memadai.


Elma tersenyum menatap motor milik suaminya yang hanya muat digunakan untuk 2 orang.


Sementara pagi itu Danu juga harus mengantarkan Arkan ke sekolah, jadilah Elma mengurungkan niatnya untuk ikut. Tidak mungkin dia meminta Danu kembali lagi ke rumah ini untuk menjemput dia, sementara arah pasar dan rumah dari sekolah Arkan berlawanan.


"Tahu kan kenapa selama ini aku tidak pernah mengajak kamu dan Arkan pergi bersama?" tanya Danu dengan tersenyum, juga mengedipkan sebelah matanya genit menatap sang istri.


Elma juga terkekeh lalu memukul lengan suaminya pelan.


"Iya tahu."


Setelahnya Arkan menghampiri mereka dari arah dalam, tadi dia kembali ke kamarnya untuk mengambil buku yang tertinggal.


"Ma, aku pergi dulu ya?" pamit Arkan dan Elma mengangguk.


"Iya sayang," jawab Elma kemudian.


Elma tetap berdiri di teras rumah sampai Danu dan Arkan tidak terlihat lagi di pandanganya.


"Papa hari ini tidak kerja?" tanya Arkan, kini motor mereka baru saja keluar dari halaman rumah.


"Tidak Ar, papa mau ke pasar."


"Pasar?"

__ADS_1


"Iya, rencananya papa mau sewa ruko. Cari-cari lokasi dan harga yang pas dulu."


"Boleh aku ikut Pa?"


"Memangnya kamu tidak sekolah?"


"Hari ini guru-guru rapat, kami diminta belajar sendiri di kelas dan perpustakaan, kalau aku izin tidak masuk hari ini pasti di bolehkan."


"Benar seperti itu?"


"Iya, kalau papa tidak percaya nanti kita temui sama-sama wali kelasku."


Danu tersenyum kecil, tentu saja dia sangat mempercayai sang anak.


"Iya!" sahut Arkan dengan antusias dan sangat riang. Sudah sejak lama sekali dia menginginkan waktu seperti ini, menghabiskan hari bersama dengan sang ayah berdua.


Sampai di sekolah.


Dan saat Arkan menemui gurunya, Danu menghubungi Elma. Mengatakan tentang Arkan dan rencana mereka pergi berdua.


Mendengar cerita Danu, diujung sana Elma tersenyum. Rasanya sangat bahagia, merasa akhirnya kini Danu dan Arkan memiliki banyak waktu berdua.


"Mas?"


"Apa El."

__ADS_1


"Nanti kalian makan siang di pasar saja, habiskan banyak waktu berdua bersama Arkan," jawab Elma, dia juga mengatakan jika selama ini Arkan sangat ingin pergi berdua bersama Danu. Jadi di kesempatan kali ini, Elma ingin Danu memanfaatkan nya dengan baik. Apalagi mereka berdua sudah bersepakat untuk memiliki hubungan yang dekat dengan sang anak.


"Kamu bagaimana?" tanya Danu juga, rasanya tak enak jika makan diluar tanpa Elma.


"Aku ya makan di rumah."


"Ku belikan mie ayam saja ya pulangnya?"


"Mie ayam bakso."


Danu dan Elma terkekeh.


"Baiklah." jawab Danu singkat.


Panggilan itu terputus, saat itu juga Danu melihat sang anak di ujung sana yang mulai berlari kembali menghampiri dia.


Saat itu Arkan tersenyum lebar sekali, membuatnya bahkan ikut tersenyum pula. Namun senyum Arkan yang lebar itu juga membuat hatinya berdesir nyeri.


Seolah dia akan mengajak sang anak untuk pergi berlibur, padahal hanya ke pasar itupun untuk keperluan pekerjaan.


Danu menarik dan membuang nafasnya kasar, betapa besar harapan dia untuk bisa membahagiakan Arkan.


"Ayo naik," titah Danu dan Arkan mengangguk.


Dan setelah Arkan naik, Danu dengan segera melajukan motornya, membelah jalanan di pagi hari itu hingga akhirnya sampai di tempat tujuan, pasar.

__ADS_1


__ADS_2