
"Mas Bayu!" panggil Shasa dengan sedikit berteriak, dia bahkan sedikit berlari menghampiri pria yang namanya dia panggil.
Kemarin Shasa tidak masuk bekerja, dia tidak tahu jika Bayu mengunjungi Danu. Andaikan dia tahu pasti Shasa akan ikut.
Tapi karena sudah terlanjur, jadi kini dia hanya ingin tahu bagaimana kabar Danu disana. Apakah istrinya itu masih saja mengekor seperti tidak punya kerjaan.
"Ada apa?" tanya Bayu saat Shasa sudah berdiri di hadapannya.
Tatapan Bayu terlihat dingin seolah tidak ada minat untuk bicara dengan wanita ini. Semua rekan kerja yang bekerja di toko ini sudah memandang Shasa dengan tatapan yang tak baik. Kekaguman Shasa pada Danu sudah dinilai sangat berlebihan bagi semua teman-temannya.
"Mas Bayu kemarin dari tempatnya mas Danu, dia apa kabar? apa istrinya itu masih ada di sana?" tanya Shasa langsung, bertanya seolah tidak ada sedikitpun perasaan bersalah. Saat dia tengah memberikan perhatian pada seorang pria sekaligus menyebut istrinya.
Dan Bayu yang mendengar pertanyaan itu tidak langsung menjawab, dia lebih dulu membuang nafasnya dengan kasar lalu melegangkan kedua tangannya di pinggang, lengkap dengan tatapan tajam pada Shasa.
__ADS_1
"Sha, sadarlah sebelum kamu melangkah semakin jauh, karena semakin lama kamu semakin terlihat menjijikan. jangan pernah ganggu Danu karena dia sudah menikah dan bahagia dengan hidupnya," kesal Bayu. setelah mengatakan itu dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Shasa yang mematung.
Ucapan Bayu begitu jahat, bahkan sampai mampu membuat dadanya sesak.
Masih berdiri disana, tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggil namanya.
"Shasa," panggil Andre.
"Masuk ke ruangan saya, Ada yang ingin saya bicarakan."
Shasa mengikuti langkah Andre untuk masuk ke dalam ruangan sang pemimpin, dia lalu duduk di salah satu kursi di hadapan Andre.
Saat itu Andre langsung buka suara untuk menyampaikan maksudnya memanggil Shasa, tidak ada basa basi terlebih dahulu ...
__ADS_1
"Sha, maaf harus mengatakan ini. Tapi mulai hari ini kamu tidak perlu lagi bekerja di smartphone store," ucap Andre.
Sebuah ucapan yang mampu membuat Shasa langsung melebarkan mata, lengkap dengan jantungnya yang seolah berhenti berdetak saking terkejutnya.
"Bekerja di sini berdasarkan tim, tapi selama ini kamu selalu bekerja sendirian. kamu tidak memiliki hubungan yang baik dengan teman-temanmu yang lain. Jadi maaf, kerjasama kita tidak bisa dilanjutkan lagi dan hari ini adalah hari terakhir kamu masuk."
Deg! Shasa membatu, dia seolah kehilangan semua kata-kata. Perasaan sedih, marah, kecewa dan malu, membuat dadanya sangat sesak.
Dia bahkan langsung menangis, namun ini sudah keputusan Andre. Tak bisa lagi di tawar-tawar.
Keluar dari ruangan itu, Shasa melihat semua teman-temannya tengah sibuk sendiri melayani para konsumen. Sementara dia hanya berdiri di sini dengan kedua matanya yang sembab, namun tidak ada satu orang pun yang mau peduli.
Shasa kembali menangis, hidupnya seolah benar-benar hancur. Saat ini dia tak punya siapapun untuk berbagi kesedihan, karena kesombongannya sendirilah yang membuat semua teman-temannya menjauh.
__ADS_1
Hari ini, Shasa menyadari satu hal. Bahwa semua yang selama ini dia sombong kan ternyata tidak ada artinya apa-apa, pekerjaan tak bisa dia pertahankan, dan kecantikan tetap tak membuatnya memiliki teman.