Setelah Bercerai

Setelah Bercerai
BAB 36 MASIH MENJADI MISTERI


__ADS_3

Pukul 08.15


Di pagi yang cerah ini, secerah suasana hati Adrian. Pria itu menatap kagum wajah wanita yang sangat dicintainya.


Adrian menyibakkan beberapa helaian rambut Freya yang tengah menutupi wajah cantik nan bersinar milik Freya.


Suasana ini lah yang selalu Adrian rindukan kala ia dan Freya terpisah beberapa bulan belakangan, karena sebuah kesalahpahaman.


Dan Adrian sangat bersyukur karena ternyata Tuhan baik padanya, Tuhan masih mentakdirkan Freya untuk dirinya.


Adrian mendekat dan semakin mengeratkan pelukannya di pinggir ramping milik istrinya. Kemudian kembali mengecup kening serta pundak terbuka milik Freya.


Freya yang merasa tidur nyenyak nya terganggu langsung membuka matanya secara perlahan, kemudian mengusap-usap matanya mencoba untuk menyusuaikan cahaya matahari pagi dengan retina matanya.


Freya menatap Adrian yang sedang tersenyum tepat di hadapannya sambil memeluk dirinya.


Perlahan bayangan kejadian semalam langsung membuat kedua pipi Freya merona. Wanita itu langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Ya, walaupun ini bukan pertama kali bagi Freya dan Adrian untuk melakukan hal 'itu'. Tapi ya tetap saja wanita itu merasa malu, apalagi mereka sudah tidak melakukan hal 'itu' sudah sangat lama.


"Kenapa Sweetie?" Ucap Adrian sambil berusaha untuk melepaskan tangan Freya yang menutupi hampir seluruh wajahnya.


"Ih mas jangan dekat-dekat."


"Lho ... kenapa?"


"Malu ...," lirih Freya yang masih terdengar dengan sangat jelas oleh Adrian.


Adrian langsung tersenyum gemas melihat tingkah istrinya.


Padahal dulu sebelum permasalahan itu terjadi, mereka sering sekali melakukan hal ini. Bahkan sampai seharian penuh jika Adrian libur kerja, maka mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk memadu kasih.


Ah, mungkin ini karena efek dari perpisahan mereka yang sudah lumayan lama. Makanya karena baru melakukan nya lagi, jadi Freya merasa malu.


"Ngapain malu sih, kan aku udah lihat semuanya semalam. Bahkan kalau bisa aku mau lagi, di pagi hari nggak ada salahnya kan. Bisa jadi vitamin penyemangatku." Adrian tersenyum jahil dan semakin mendekati istrinya.


"Iih mas apaan sih ... jangan dekat-dekat. Mending sekarang mas mandi sana, nanti telat lho ke kantor nya." Freya langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang masih polos.


"Nggak mau, mas maunya mandi bareng kamu!" Adrian kembali menarik selimut dan mendekatkan tubuhnya untuk mendekati Freya.


"Mas ih! Udah sana mandi, nanti telat!"


Sebaiknya Freya segera menyuruh Adrian untuk mandi karena jika tidak, maka kejadian semalam akan kembali terulang di pagi yang cerah ini.


"Okey, okey ... mas bakalan pergi mandi sekarang. Tapi mas mau minta sesuatu dulu sama kamu."


"Apa? Jangan yang aneh-aneh ya mas."


"Nggak kok. Mas cuma mau minta morning kiss yang halal dari istri mas yang tercinta ini." Adrian menunjukan bibirnya.

__ADS_1


"Baru setelah itu mas bakalan mandi, kalau enggak ya mas bakalan kurung kamu seharian di kamar ini." Sontak Freya langsung menggeleng tak setuju.


Sepertinya Freya akan mengikuti kemauan Adrian saja daripada harus dikurung seharian di kamar ini bersama Adrian, bisa gempor dia.


Perlahan Freya mendekat dan mendaratkan satu k*cupan singkat di bibir Adrian.


Tetapi Adrian yang sangat lihai dalam memainkan suasana, langsung merubah k*cupan singkat dari Freya menjadi sebuah l*m*tan kecil dan sesekali menggigit ujung b*bir Freya hingga wanita itu meringis.


"Mas!" kesal Freya. Sepertinya b*birnya akan menjadi seperti digigit tawon di pagi hari ini. S*alan, umpat Freya dalam hati.


"I love you!" Adrian tersenyum dan langsung mengangkat tubuh polos Freya ala bridal style menuju ke kamar mandi.


"Mas Adriannn!" pekik Freya karena selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya kini sudah jatuh mengenaskan di atas lantai.


Sepertinya mereka akan melakukan ritual pagi bersama alias mandi bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hai anak ganteng!" sapa Sam pada Daffa yang kini sudah rapi dengan baju seragam TK nya dan tas mungil di belakangnya.


"Hai juga om Sam!" Anak kecil itu melambaikan tangannya menyambut kedatangan Sam.


Sam langsung berjongkok di hadapan Daffa untuk menyamakan tingginya dengan Daffa.


"Gimana udah siap buat ke sekolah bareng om Sam hari?" tanya Sam.


Daffa mengangguk antusias. "Siap dong om. Ohiya, hari ini jadi kan Daffa ketemu sama Papa An?"


Mata Daffa langsung memancarkan binar kebahagiaan. "Wow, asikk! Akhirnya Daffa bakalan pergi main ke rumah Papa An. Asik yeyyy!"


Hari ini Daffa sangat senang sekali. Karena khusus untuk hari ini Daffa akan diantar jemput oleh Sam, orang kepercayaan Papa An nya. Dan setelah itu Sam akan membawanya untuk bertemu Papa An nya itu.


Ya walaupun tetap saja, biar bagaimanapun Daffa kepingin Adrian lah yang mengantar dan menjemput nya di sekolah. Tetapi hal itu sampai kapanpun tidak akan pernah terjadi, karena setiap kali Daffa menginginkan Adrian untuk menjemputnya, pasti yang datang selalu saja Sam.


Ya tidak apa-apa lah. Mungkin memang belum waktunya saja.


"Sam, kamu yakin ini semua Adrian yang minta?" tanya Vania yang cukup lama terdiam tadi.


"Iya. Kamu tenang aja, ada aku yang bakalan jaga Daffa selama di rumah Adrian."


Vania mengangguk. "Tolong kamu jagain Daffa ya Sam. Aku takut banget dan kamu tau itu kan."


Sam mengiyakan ucapan Vania.


"Apa di sana juga akan ada Mommy?"


"Iya. Yang aku dengar, kayanya hari ini Mom Sarah akan ke rumah Adrian untuk menengok Rea. Mungkin Mom akan melihat Daffa, tetapi aku akan pastikan Daffa akan aman Van. Walaupun Adrian mungkin akan pulang agak sedikit terlambat hari ini dari kantor."


Terlihat Vania sedikit gelisah.

__ADS_1


Sam menepuk pelan pundak Vania.


"Tenang Van. Aman kok, lagian mereka nggak akan tahu tentang siapa Daffa sebenarnya. Rahasia ini hanya kita bertiga yang tau."


"Dan aku yakin, dengan senang hati mereka semua akan menerima kehadiran Daffa. Baik itu Mom Sarah, Daddy, Alya maupun Freya nantinya. Karena kenyataannya, Daffa itu adalah bagian dari keluarga besar Mahesa. Untuk saat ini, kita akan mendekatkan Daffa dulu dengan mereka. Agar kelak, ketika rahasia ini terbongkar ... mereka semua akan lebih siap untuk menerima Daffa dan kamu tentunya."


"Ta-"


"Udah ya, aku sama Daffa berangkat dulu. Daffa sayang, salim ke Bunda dulu biar kita berangkat."


Daffa langsung menyalimi Vania dan Vania langsung mengecup kedua pipi dan kening Daffa secara bergantian.


"Hati-hati ya sayang dan jangan nakal nanti di rumah Papa An. Dengarkan semua apa kata Om Sam, okey."


Daffa mengiyakan ucapan Bundanya.


"Bye bye Bunda. Daffa sayang banget sama Bunda."


Setelah itu Daffa dan Sam langsung pergi menggunakan mobil Sam meninggalkan kediaman Vania.


"Adrian ... apa kamu sudah yakin dengan keputusan ini? Aku hanya takut semuanya akan terbongkar, wajah Daffa itu ... ah sudahlah," gumam Vania.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan, maaf kalau saya lancang masuk ke ruangan tuan."


Seorang pria berjas hitam membalikkan kursinya.


"Ada apa Wildan?"


"Saya menemukan sesuatu yang janggal di dalam keluarga Mahesa. Sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan tuan. Tuan bisa melihatnya." Pria bernama Wildan itu langsung menyerahkan sesuatu ke bos nya.


Bos nya itu langsung tersenyum simpul. "Menarik."


"Cari tau lebih dalam lagi. Sewa orang-orang yang kamu anggap bisa memberikan informasi bermanfaat untuk kita. Berapapun biayanya akan saya bayar."


"Lalu apa kita akan memberitahukan ini pada Nona?"


"Tidak usah, biarkan semuanya jelas dulu. Setelah itu baru kita kasih tau ke dia."


Pria bernama Wildan itu mengangguk patuh.


"Ohiya satu lagi ... seharusnya kemarin adalah janji temu nona dengan do-"


"Shuttt! Katakan pada orang itu bahwa untuk sementara dia tidak bisa ke sana dulu. Dan mungkin untuk beberapa waktu ke depan juga. Buatkan jadwal yang baru saja untuk menggantikan jadwal sebelumnya."


"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Hmm, dan ingat jangan sampai semua rahasia ini bocor ke siapapun. Apalagi kalau sampai bocor ke keluarga Mahesa. Maka kamu tau kan resiko nya."

__ADS_1


Pria itu mengangguk patuh lagi.


__ADS_2