Setelah Bercerai

Setelah Bercerai
BAB 41 MERINDUKAN DIA


__ADS_3

"Hai, Freya!" Dewi melampaikan tangannya padaku.


"Sayang kamu udah datang? Ayo masuk, aku lagi ada interview sama karyawan baru." Walaupun berkata dengan tenang, tapi aku bisa melihat kegelisahan Adrian dari raut wajahnya.


Sepertinya Adrian benar-benar takut, jika aku akan marah atau salah paham lagi. Apalagi calon karyawan baru di perusahaan Adrian ini adalah mantannya dulu.


Aku sedikit lega, setidaknya Adrian masih mengkhawatirkan aku. Takut aku salah paham.


"Iya sayang, aku tau kok. Vania tadi udah ngasih tau ke aku di depan." Aku memang sengaja memanggil Adrian dengan sebutan 'sayang' bukan 'mas'. Agar mantan Adrian ini tahu, bahwa Adrian sudah memiliki keluarga yang begitu harmonis.


Ya, walaupun sempat ada masalah sebelumnya.


Aku berjalan mendekati Adrian sambil melirik pakaian yang Dewi gunakan.


Huh, sungguh miris. Wanita ini sebenarnya ingin melamar jadi karyawan di perusahaan ini atau ingin melamar menjadi wanita sewaan di club malam sih.


Miris sekali.


Baju nya yang begitu ketat, rok span yang begitu pendek. Mungkin dengan sekali menunduk saja, maka pakaian dalam nya akan terlihat sempurna.


Apa dia tidak punya urat malu? Dia pikir ini perusahaan nenek moyang nya, sehingga dia bebas untuk menggunakan pakaian seksi seperti itu.


Baiklah sepertinya aku harus memberinya sesuatu. Sesuatu yang akan membuat dia kesal karena sudah memilih perusahaan ini sebagai tempat kerjanya yang baru.


Membuang segala rasa malu dan juga egoku. Aku langsung duduk di pangkuan Adrian. Sontak membuat Adrian kaget menatapku, tetapi beberapa saat kemudian Adrian pun tersenyum. Seolah-olah dia mengerti tentang perasaan dan maksudku saat ini.


"Mas, aku kan istri kamu. Bisa juga kan aku punya wewenang untuk membuat peraturan tambahan untuk perusahaan ini?" tanyaku pada Adrian yang masih saja tersenyum.


"Bisa. Emang kamu mau menambahkan peraturan apa lagi sayang?" Adrian mencolek ujung hidungku.


Aku yakin, Dewi pasti sekarang sudah panas dingin di tempatnya karena melihat kemesraan kami.


"Hmm, aku ingin menambahkan peraturan tambahan khusus untuk semua karyawan wanita di perusahaan ini ... agar mereka menggunakan pakaian yang lebih sopan lagi. Ini kan kantor bukan club malam, jadi mereka nggak perlu buat pakai pakaian seksi dan semacamnya. Ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk bisa bekerja di perusahaan ini. Gimana? Bisa kan mas."


Adrian tampak mempertimbangkan ucapanku.


Dan aku melirik ke arah Dewi yang sepertinya terlihat begitu sangat kesal padaku.


Dari tatapannya, Dewi seolah meminta Adrian agar tidak menyetujui ucapanku.


"Okey, sesuai permintaan kamu. Aku akan menyuruh Sam untuk mengumumkan hal ini pada karyawan di sini, secepatnya."

__ADS_1


Dewi berdecak kesal menatap aku dan Adrian.


"Dan kamu Dewi. Jika ingin bekerja di sini, maka gunakan lah pakai yang lebih sopan, sesuai dengan peraturan terbaru perusahaan ini."


Rasakan kamu. Aku menang. Kali ini aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut Adrian dariku. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersama Adrian.


Maka dari itu, semua wanita yang berusaha untuk mendekati suamiku akan berhadapan denganku langsung.


Dan kali ini aku akan lebih berani lagi untuk menghadapi wanita-wanita j*lang di luar sana yang akan menggoda suamiku. Aku tidak akan mudah goyah untuk kali ini.


"Baik Pak."


Dewi hanya bisa menunduk. Tapi aku yakin, dia pasti sudah mengumpat kesal dalam hatinya karena sepertinya aku akan menggagalkan rencana nya. Rencananya untuk kembali menggoda Adrian.


"Kamu bisa pergi!"


Dewi pun segera pergi meninggalkan aku dan Adrian. Tanpa berbicara apa-apa.


Setelah kepergian Dewi, Adrian langsung mengecup pipiku. Wajah Adrian yang tadinya datar saat berbicara dengan Dewi, langsung berubah 180°.


"Istriku ini memang yang paling terbaik. Kamu bisa membuat seorang Dewi mati kutu seperti tadi, padahal Dewi bisa saja tadi mengelak tentang peraturan kamu. Aku jadi makin sayang sama kamu. I love you sweetie ku."


Aku tersenyum. "Love you to Mas."


Mereka menceritakan bahwa Dewi bukan lah wanita baik-baik. Dia bahkan rela menghianati Adrian hanya demi uang. Wanita itu bahkan sering sekali menjual tubuhnya untuk banyak pria hidung belang di luar sana.


Dan Adrian tidak mengetahui itu dulu, sampai pada hubungan mereka memasuki tahun ke 4. Barulah Adrian mengetahui bahwa Dewi, wanita yang pernah dicintai nya ternyata diam-diam di belakang Adrian malah menjadi wanita malam bahkan sampai menjual tubuhnya ke beberapa pria.


Hal itu langsung membuat Adrian memutuskan hubungan nya dengan Dewi. Dan setelahnya, aku bekerja di perusahaan Adrian lalu kamu berdua pun saling jatuh hati. Hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mom! Mommy kok kelihatan sedih gitu sih." Tanya Alya, anak bungsu dari Mommy Sarah.


"Eh, Al kamu kapan datangnya?" Mommy Sarah sempat kaget dengan kedatangan Alya yang begitu tiba-tiba.


Karena seharusnya Alya sekarang sedang berada di rumah mertuanya. Kenapa tiba-tiba dia bisa datang ke sini?


"Kamu sama siapa Al ke sininya? Suami kamu mana?"


"Sendiri, di anterin supir. Aku juga udah izin sama suamiku dan Mama mertuaku juga kok."

__ADS_1


Sarah menghela napas lega. Dia akan lebih tenang jika anak perempuan nya itu datang ke rumahnya sudah dengan izin suami dan mertuanya.


Mengingat Alya sekarang sudah memiliki kehidupan rumah tangga sendiri, sama seperti putranya Adrian.


"Lagian hari ini kan hari peringatan ...," Alya menggantung ucapannya, dia tidak sanggup lagi untuk melanjutkan.


Sungguh dia sangat merindukan sosok itu, sosok yang dulu selalu memperlakukan dia layaknya seorang princess. Sosok yang selalu menempatkan Alya di posisi pertama dalam hatinya dan begitu menyayangi nya, kala Adrian Kakaknya yang selalu sibuk dengan pekerjaan serta kuliah nya.


"Mom ngerti kok. Makanya Mom hari ini sedih banget, apalagi ketika mengenang momen menyakitkan itu Al. Rasanya itu semua masih menjadi sebuah mimpi bagi Mommy."


Perlahan air mata Sarah terjatuh. Begitu pun dengan Alya. Kedua wanita itu benar-benar merindukan sosok itu.


"Kalau benar ini semua hanya mimpi, Mom pengen banget bangun dari mimpi buruk ini."


"Alya juga Mom," lirih Alya.


Mereka berdua pun sama-sama menangis pilu. Apalagi kala mengingat kejadian itu, rasanya begitu menyayat hati. Andaikan waktu bisa terulang kembali, mungkin mereka akan lebih memilih untuk lebih berhati-hati lagi dan lebih menjaga dia. Agar tidak kehilangan dia, orang yang begitu berarti sekaligus orang yang begitu mereka sayangi.


"Mom. Apa kali ini Daddy dan Kak Adrian nggak akan ikut peringatan ini lagi?"


Sarah menggeleng. Dia tidak tahu apakah kali ini suami dan putranya akan datang atau justru malah sebaliknya.


Karena sudah beberapa tahun berlalu sejak kepergian dia. Suami maupun putranya Adrian, tidak pernah mau untuk datang ke peringatan kepergian dia lagi. Bahkan saat itu mereka juga tak datang untuk yang terakhir kalinya untuk melihat orang yang mereka sayangi pergi untuk selama-lamanya.


Tidak hanya itu saja, bahkan suami dan putranya sampai merahasiakan semuanya dan memanipulasi semua tentang keberadaan orang itu di dalam keluarga Mahesa sebelumnya.


Bukan kejam, tetapi Sarah tau itulah yang terbaik bagi keluarga mereka. Tindakan suami dan putranya memang benar di mata keluarga Mahesa walaupun akan salah di mata masyarakat luas.


Dan dia hanya bisa pasrah dengan semuanya.


"Apa kita kasih tau aja sama Mbak Freya? Lagian Mbak Freya juga kan istri sah Kak An. Ini udah waktunya Mom, nggak salah kan."


Dengan cepat Sarah menatap manik mata Alya.


"Jangan ... biar kan Kakak kamu sendiri yang kasih tau semuanya. Ini bukan hal yang muda untuk bisa diterima oleh Rea nantinya. Apalagi melihat kondisi Freya yang saat ini sedang hamil muda. Nggak baik untuk kesehatannya."


Alya pun hanya bisa pasrah dengan ucapan Mommy. Dia tau bahwa ini yang terbaik, walaupun dia merasa kasihan dengan Freya maupun Vania.


Apalagi mengenai Vania, dia sudah tahu semua rahasia Vania yang ditutup rapat oleh Kakaknya, Adrian.


Dia juga tahu, bahwa sebenarnya Daffa adalah cucu pertama keluarga Mahesa.

__ADS_1


Bukan dari Kakaknya melainkan dari sosok yang dia dan Mommy nya rindukan.


Gimana perasaan kalian? Masih aman? PENASARAN YA!? OKEY👍, TUNGGU KELANJUTANNYA YA HANYA DI APK NOVELTOON 🦋😁


__ADS_2