
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Boooommmm…!!!
Bentrokan antar dua teknik, Theo dengan Sikap Memakan Tubuh Dosa Kerakusan, sedangkan Sinbad dengan Gelombang Gempa yang merupakan teknik dari pedang ber-aura kuno miliknya, segera menyebabkan gelombang kejut intens.
Gelombang kejut yang dalam sekejap membuat ribuan pasukan dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah maju menerjang untuk menyusul pemimpinnya masing-masing, kembali terdorong mundur kebelakang.
"Sungguh dahsyat!" Gumam salah satu Naga Aliansi 7 Lautan. Menatap sedikit bergetar kearah lokasi dimana sumber bentrokan terjadi.
"Padahal masih berkelas King! Namun mampu mengimbangi teknik Pemimpin Besar!" Tanggap Naga lainnya.
"Yahh, bukankah teknik tersebut yang digunakan oleh Kapten Sinbad untuk mengalahkan Gajo dalam pertarungan satu lawan satu? Pertarungan yang membuat Kelompok Perompak Darah Mendidih, akhirnya tunduk kepada Perompak Naga Laut. Bergabung dengan Aliansi 7 Lautan!" Tanggap Naga ketiga. Seorang wanita cantik. Tak lain adalah Ching Shih. Atau biasa dipanggil Madam Ching. Wanita yang selalu mengikuti dan memiliki ketertarikan kepada Dante.
Tiga Naga yang ditempatkan untuk menjadi bagian Kelompok kapal induk utama Aliansi 7 Lautan masih menunggu gelombang imbas bentrok antar dua teknik sedikit mereda, sembari melakukan obrolan ringan memberi tanggapan. Sampai tiba-tiba, Dante yang berada tepat dihadapan ketiganya, melakukan gerakan menarik bilah pedang.
*Bzzzzzttt…!!!
Derak listrik biru, segera menyala terang untuk menyelimuti seluruh bagian pedang saat Dante menarik bilah Katana-nya.
"Serang…!!" Gumam Dante kemudian.
*Taappp…!!!
*Woooshhhh…!!!
Sebelum kemudian, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menerjang kedepan. Melepaskan sebuah serangan tebasan tajam yang dialiri dengan derak listrik biru, memotong gelombang Mana Tanah intens yang begitu menekan disekitar, hasil dari efek sebaran dua teknik yang saling bentrok antara Sinbad dan Theo.
Tatapan mata Dante, terfokus pada satu sosok. Itu Shadex yang sudah lebih dulu bergerak maju menerjang kedepan, membelah luapan Mana Tanah intens menggunakan teknik pisau-pisau Mana Besinya yang tajam.
"Hmmmm… Sepertinya aku telah menyinggung orang yang cukup merepotkan!" Gumam Dante. Menyadari Shadex yang sedang menerjang sembari diselimuti Mana Besi liar nan bergejolak, saat ini hanya memfokuskan seluruh aura kepadanya. Sepenuhnya mengunci Dante.
Sementara itu, tepat di belakang Dante, dipimpin oleh Tiga Naga, gelombang besar pasukan Aliansi 7 Lautan, segera ikut bergerak memasuki medan pertempuran. Memanfaatkan jalur yang telah di buat oleh Dante.
*Booommmm…!!!
__ADS_1
*Booommmm…!!!!
*Boooommmm…!!!
Gelombang pasukan kedua pihak sudah mulai saling memasuki medan pertempuran, memijak hamparan laut yang telah di bekukan Theo. Sampai kemudian, Theo dan Sinbad yang telah saling berhadapan satu sama lain, melancarkan serangan-serangan lanjutan.
Ledakan-ledakan kembali terjadi, meskipun memang tak sedahsyat benturan pertama antar keduanya.
Dan seperti ingin membuat ruang agar kedua gelombang pasukan masing-masing bisa melakukan pertempuran, duel antara Theo dan Sinbad, berkembang menjadi duel diatas udara ketika keduanya mulai memanfaatkan Mana Angin untuk memijak udara. Naik ke ketinggian langit.
*Baaammmm…!!!
Tepat diatas udara, Sinbad dan Theo kembali melancarkan serangan dahsyat yang membentur satu sama lain. Benturan terakhir ini, menyebabkan keduanya terdorong kebelakang. Menciptakan satu jarak tertentu.
"Wahhhh… Sebelumnya aku cukup penasaran, apa benar ada orang yang mampu menguasai empat jenis atribut Mana sekaligus!" Ucap Theo. Tiba-tiba men-delay duel dengan melemparkan kalimat pembuka obrolan pertama antara dirinya dan Sinbad.
*Traaanggg…!
Sinbad menyarungkan pedangnya.
"Hmmmmm… Kalimat yang cukup aneh, karena keluar dari mulut orang yang dalam beberapa tukar pukulan tadi, juga mampu memanfaatkan 4 atribut Mana sekaligus!" Tanggap Sinbad. Menatap dengan pandangan memeriksa pada tubuh Theo. Seolah sedang mencari sesuatu.
Jawaban dan reaksi mata memeriksa Sinbad, nyatanya hanya disambut oleh Theo dengan mulai memasang seringai lebar.
"Jika kau mencari item yang membuatku mampu mengendalikan berbagai atribut Mana, maka kau tak akan menemukannya!" Jawab Theo.
"Sekarang aku tau rahasiamu!" Gumam Theo.
"Alasan kau bisa mengendalikan 2 atribut Mana tambahan, selain dari Dual Element Seed Angin-Air dalam ranah jiwamu!" Lanjut Theo. Seraya mulai memberi lirikan tajam kearah dua pedang indah yang tersarung di pinggang Sinbad.
"Blazing Sword dan Tremor Sword! Dua dari Six Mighty Sword! Ancient Thing jenis ke-enam!"
"Aku tak menyangka, akan ada orang yang berhasil menemukan, terlebih menaklukan dua Kastil Raja Dewa sekaligus!"
"Kastil Raja Dewa Api, dengan Vermilion Bird sebagai sang penguasa! Dan juga Kastil Raja Dewa Tanah! Dimana Sang Gryphon berkuasa!"
"Kau benar-benar adalah satu sosok yang memiliki takdir tak biasa!" Tutup Theo. Semakin melebarkan seringainya.
Sekarang ia sedikit bisa memahami, kenapa Masternya, Tiankong, dalam Jurnal peninggalan, menulis nama Sinbad sebagai orang teratas dalam listnya.
List yang secara jelas di tandai oleh Tiankong, agar Theo menemui orang-orang tersebut sebelum naik ke realm lebih tinggi. Satu alasan utama yang membuat Theo memutuskan untuk meninggalkan North Region, berkeliling Gaia Land. Mencari orang-orang yang namanya tertulis dalam list tersebut.
Dibagian paling bawah dari list sendiri, Tiankong menulis dengan tinta tebal sebuah pesan terkahir.
-Jadikan sekutu untuk menambah kekuatan, jika tidak memungkinkan, maka bunuh dengan cepat di realm kelas rendah ini. Agar tak merepotkan di masa depan!-
__ADS_1
Theo masih memandang dengan seringai lebar. Sampai Sinbad tiba-tiba mulai memasang senyum lebarnya yang khas. Sebuah senyum lebar nan menawan, namun penuh dominasi.
"Kau benar-benar telah membuatku terkesan! Tak berhenti memberi kejutan! Jadi, kau tahu tentang dua pedang ini?" Tanya Sinbad. Seraya menggosok gagang pedang di pinggang kanan dan kirinya.
"Six Mighty Sword? Enam jenis pedang yang dikatakan sebagai Raja dari tiap jenis atribut Mana! Bersemayam roh dari makhluk dari abad kekosongan! Satu abad yang berada tepat di belakang Jaman kita saat ini!" Jawab Theo.
"Yang jelas, dengan pedang-pedang itu, setiap orang yang berhasil mendapatkan, akan mampu mengendalikan jenis atribut Mana yang tersimpan di dalamnya! Terlepas apakah mereka memiliki kecocokan jenis Element Seed atau tidak!"
"Fakta dan kemampuan yang cukup menarik! Karena tak akan bisa diterapkan pada jenis-jenis senjata lain! Meskipun senjata tersebut memiliki roh item! Tetap saja akan memerlukan kesesuaian jenis atribut antar senjata dengan Element Seed sang pemakai!" Tutup Theo.
"Hahhahaha…!!!"
Tepat ketika Theo menutup kalimatnya, Sinbad tiba-tiba tertawa dengan sangat lantang. Sebelum aliran hawa dingin yang terasa sangat kuno, memancar keluar dari dalam tubuhnya.
"Aku bahkan tak tahu sedalam itu! Kau benar-benar membuatku semakin penasaran! Siapa identitasmu yang sebenarnya?" Seru Sinbad. Raut wajahnya berubah sangat antusias.
"Hmmmmm… Akan kupertimbangkan untuk memberi tahumu! Tapi, setelah duel ini selesai, dan kau jatuh di bawah kakiku!" Ucap Theo. Masih dengan seringai lebar.
"Wahhhh… Mulut yang cukup tajam! Seolah kau bisa melakukannya saja!" Ucap Sinbad. Seraya kemudian, membuat sebuah segel tangan.
"Aku punya satu kejutan tambahan! Dimana kali ini pasti akan menutup mulut tajammu itu!" Ucap Sinbad.
Bersamaan dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Sinbad, segel tangan yang ia buat juga selesai.
"Guardian Beast! White Condor! Neve…!!! Keluar!" Seru Sinbad.
*Wuuungg…!!!!
Tatto segel Guardian Beast di punggung tangan kanan Sinbad segera menyala terang. Membawa sebaran aliran Mana Es pekat.
*Woooshhhh…!!!
Sosok Neve sang White Condor terbang keluar dari tatto segel. Dan setelah mencapai ketinggian tertentu, Neve mengepakkan sayap, melempar sebuah badai Es Dahsyat kearah Theo.
"Bagaimana dengan Neve-ku yang cantik ini!" Gumam Sinbad. Dengan senyum makin melebar saat melihat badai Es menerjang cepat kearah Theo.
Disisi berlawanan, Theo yang melihat badai es mendekat, justru memasang ekspresi wajah tertarik. Tak terlihat takut sedikitpun.
"Ohhh… Dia juga punya Guardian Beast?" Gumam Theo.
"Joy Kecil…"
---
Note :
__ADS_1
Oe, saya up 2 chapter lho. Jadi yang di like, jangan cuma chapter ini saja. Satu chapter sebelumnya juga kasih jempol...!!! Uda gt aja.