Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
199 - Semangat Martial Art


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(Sayap Kanan)


Lokasi sayap kanan, masih tampak kacau, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala bergerak menggila dalam misi bunuh diri. Menahan pergerakan dari gelombang besar pasukan Eleanor Tribe, dengan nyawa masing-masing. Berusaha membawa sebanyak mungkin nyawa pihak lawan dalam proses kematian mereka.


Tak hanya Bandit Serigala, pada lokasi ini, mengambil posisi bersebelahan dengan Bandit Serigala, para Perompak Aliansi 7 Lautan, dipimpin oleh Madam Ching dan beberapa Naga lain yang masih hidup, berkumpul di satu titik, menghimpun kekuatan penuh untuk berusaha bertahan.


Madam Ching sendiri, tampak beberapa kali sempat melirik kearah dimana Guan Zifei sedang bertempur, dari sorot matanya, ia jelas sedikit tergugah oleh semangat salah satu wakil pemimpin utama Kelompok Bandit Serigala tersebut.


Hanya saja, meskipun Madam Ching entah kenapa memiliki keinginan dan terdorong untuk membantu situasi pertempuran tak adil Guan Zifei, tetap saja Madam Ching tak bisa melakukan apapun, keberlangsungan dari Aliansi 7 Lautan, saat ini sepenuhnya berada di tangannya sebagai orang yang memegang komando.


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg… !!


*Traaanggg…!!!


Guan Zifei, saat ini sedang dalam kondisi tubuh penuh luka. Pada area dada terdapat satu luka tebasan menganga. Sementara pada bagian punggung, beberapa daging Guan Zifei terkoyak, jelas baru menerima serangan pukulan telak.


"Hmmmm…!!!"


*Traaanggg…!!!


*Slaaappp…!!!


Dalam situasi terluka parah, tatapan mata Guan Zifei terlihat masih sangat tajam. Memanfaatkan sedikit celah yang terbuka dari salah satu tiga lawannya, Guan Zifei berhasil mendaratkan sebuah serangan menusuk yang menghujam tepat pada pundak.


*Baaammmm…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Hanya saja, meski Guan Zifei baru berhasil mendaratkan serangan, ia sudah harus menerima dua serangan balik dari dua lawan lain yang saat ini masih bebas. Guan Zifei bahkan belum sempat menarik lagi Tombak Ramping miliknya, sampai sebuah tebasan dan juga sebuah tendangan keras, menghujam area punggung. Seketika memperparah luka pada punggung yang memang sudah sangat parah sejak awal.


"Ba*jingan! Kenapa kau tak segera mati saja!"


*Baaammmm….!!!


Tanpa menahan dan tanpa belas kasih sama sekali, pihak lawan tak memberi kesempatan bagi Guan Zifei untuk sekedar bernafas atau merasakan rasa sakit pada luka tambahan di punggungnya.


Salah satu Tetua Eleanor Tribe yang sebelumnya sempat mendapat tusukan Tombak Ramping, dengan raut wajah marah sembari menahan sakit, menghujamkan sebuah pukulan yang mendarat telak pada wajah Guan Zifei.


"Goooahhh…!!!"


Memuntahkan darah segar, tubuh Guan Zifei terdorong cukup jauh kebelakang.

__ADS_1


*Baaaammmm…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Terdorong hanya untuk kemudian disambut oleh dua serangan lain Tetua Eleanor Tribe.


"Hmmmm…!!!"


*Sraaakkk….!!!


Meskipun kembali menerima serangan-serangan berat, Guan Zifei yang telah berlumuran darah, masih mempertahankan tatapan matanya yang tajam. Dengan gerakan tangkas, ia mengayunkan Tombak Ramping dalam genggamannya untuk membuat gerakan menggesek pada dek salah satu Kapal Perang Bandit Serigala yang kebetulan menjadi lokasi arah tubuhnya terhempas.


*Baaammmm…!!!


Laju Guan Zifei terhenti ketika gesekan ujung tombak, berhasil memperlambat kecepatan terhempas tubuhnya. Berakhir membentur sisi dek Kapal Perang.


"Cuuiiihhhh…!!!"


Guan Zifei yang masih terduduk, menyempatkan untuk membuang sisa darah kotor yang memenuhi mulutnya, sebelum tanpa banyak bicara, hanya mengambil satu tarikan nafas sebagai sarana memperileks otot-otot yang tegang, Guan Zifei kembali berdiri tegak. Menggenggam erat tombak ramping sebagai penahan tubuh.


Tombak ramping andalannya sendiri hanya berfungsi sebagai penahan tubuh untuk beberapa saat, sebelum dengan hentakan keras, Guan Zifei memaksa persendian kakinya yang mulai melemah, untuk kembali kokoh. Berdiri sepenuhnya tegak sembari dengan tangkas mengayunkan tombak beberapa kali putaran, berakhir membuat Kuda-kuda kokoh teknik Martial Art.


Guan Zifei masih menatap tiga lawan dihadapannya yang juga telah mendarat di dek kapal perang, ketiga Tetua Eleanor Tribe tersebut tampak belum kembali akan melancarkan serangan. Menyempatkan untuk mengatur nafas dan menahan beberapa luka yang ada di tubuh masing-masing. Sampai tiba-tiba…


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Sembilan anggota biasa Kelompok Bandit Serigala yang merupakan pasukan sayap kanan, mendadak melancarkan serangan menyelinap. Masing-masing tiga dari sembilan orang ini, menyerang satu dari Tetua Eleanor Tribe.


"Hmmmm… Kumpulan sampah!" Dengus salah satu Tetua Eleanor Tribe. Tentu saja sadar akan datangnya serangan menyelinap.


*Woooshhhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Baaammmmm…!!!


Tanpa banyak bicara, ketiga Tetua membuat gerakan cepat yang bahkan tak mampu dilihat oleh kesembilan anggota kelompok Bandit Serigala yang menerjang.


Hanya dalam hitungan detik, membantai sembilan anggota Bandit Serigala yang berniat melakukan serangan menyelinap.


Bagaimanapun juga, anggota biasa Kelompok Bandit Serigala, kebanyakan cuma memiliki tingkat kultivasi berkelas King tahap Bumi. Dimana tentu saja tak sebanding dengan para Tetua Eleanor Tribe yang ketiganya merupakan Emperor tahap awal.


Namun, serangan menyelinap yang di lakukan oleh kesembilan anggota biasa Kelompok Bandit Serigala barusan, meski harus di bayar dengan nyawa, tetap memberi sedikit jeda waktu bagi Guan Zifei untuk sekedar menambah pemulihan kondisi tubuhnya.


"Terimakasih!" Gumam Guan Zifei. Memberi tatapan penuh penghormatan kepada para anggota yang baru mengorbankan nyawa. Dimana seluruhnya memang merupakan anak buah Guan Zifei dari kelompok Bandit lama yang mengikuti ia untuk bergabung Bandit Serigala.


Para anggota Guan Zifei tersebut, mati sembari memasang senyum puas. Merasa bangga dalam aksi terakhir mereka sebelum menemui ajal.

__ADS_1


*Woooshhhh…!!!


*Taaapp…!!!


Sama sekali tak ingin menyia-nyiakan pengorbanan anggota kelompoknya, Guan Zifei yang selesai menghimpun aliran Mana, segera menerjang kedepan.


Memanfaatkan sedikit celah yang berhasil di buat kawan-kawannya dengan harga nyawa, Guan Zifei bergerak dengan langkah penuh dominasi. Mengujamkan teknik serangan Martial Art ganas pada salah satu Tetua Eleanor Tribe yang memiliki kondisi tubuh paling lemah.


*Woooshhhh…!!!


Aliran Mana intens, berderak liar pada ujung tajam tombak ramping Guan Zifei.


"Hmmmm…!!!"


Tetua Eleanor Tribe yang menjadi target serangan Guan Zifei sendiri, dengan tanggap segera mengeksekusi teknik pertahanan ketika merasa ia yang terperangkap lengah, tak akan mampu bergerak menghindar dari serangan cepat penuh dominasi yang sedang di hujamkan pihak lawan.


*Traaanggg…!!!


Suara benturan keras, terdengar nyaring saat ujung tajam tombak ramping Guan Zifei, bertemu leher Tetua Eleanor Tribe yang telah sepenuhnya terlindung teknik pertahanan.


"Sungguh konyol! Dengan tubuh lemah penuh luka seperti itu, memangnya apa yang bisa kau lakukan? Serangan lembek!" Dengus Tetua Eleanor Tribe, sesaat setelah merasa sukses menahan teknik Guan Zifei.


Kalimat ejekan yang dilontarkan oleh sang Tetua, nyatanya hanya disambut oleh Guan Zifei dengan mulai tersenyum tipis.


"Jangan pernah menganggap remeh semangat Martial Art Klan Guan!" Gumam Guan Zifei, seraya mulai mengeraskan genggaman pada senjata Tombak Ramping miliknya.


*Kraaakkk…!!!


Begitu keras Guan Zifei menggenggam Tombak, hingga suara renyah, terdengar lirih dari tulang-tulang telapak tangannya yang mulai retak.


Genggaman Guan Zifei tampak bergetar hebat, sebelum anggota Klan Guan tersebut, mulai membuat gerakan memutar tubuh Tombak.


*Woooshhhh…!!!


Tombak ramping Guan Zifei berputar habat seperti sebuah bor untuk beberapa saat, sampai akhirnya, mulai menembus teknik pertahanan Tetua Eleanor Tribe.


*Jleppp…!!!


Ujung tajam tombak ramping, berhasil memecah teknik pertahanan, menusuk agak dalam pada leher Tetua Eleanor Tribe yang menjadi targetnya. Rembesan darah segar, seketika mengalir.


Melihat hal tersebut, dua Tetua lain yang sebelumnya masih diam mengamati, begitu percaya bahwa kawannya akan mampu menahan serangan Guan Zifei yang memang tampak sudah compang-camping berlumuran darah, segera membelalakkan mata. 


Dua Tetua sudah mengambil satu langkah menerjang maju sebelum secara tiba-tiba. Guan Zifei membuat sebuah gerakan menyentak keras pada ujung belakang tombak.


*Jleeppp…!!!


Tombak ramping menusuk semakin dalam leher Tetua Eleanor Tribe untuk beberapa saat, sebelum kemudian….


*Woooshhhh….!!!


Tombak, terhempas dalam laju cepat tak terhadang, sepenuhnya menerobos leher Tetua Eleanor Tribe.

__ADS_1


__ADS_2