
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Tetua ketiga, tetua keempat! Bentuk pasukan kecil untuk bergerak lebih dalam memasuki medan pertempuran!" Ucap Khan Elaenor Tribe. Memberi intruksi khusus pada dua orang tetua nya.
"Aku ingin kalian berdua mencari keberadaan Fairley dan Iris! Pastikan apakah misi mereka berjalan dengan baik!"
'Jika dengan seluruh pasukan elite penjaga Khan yang berada di bawah komandonya ternyata Fairley tak juga mampu menyelesaikan misi, maka aku harus mempertimbangkan ulang untuk menjadikannya sebagai Khan generasi selanjutnya!' Gumam Sang Khan. Sebelum mulai meneruskan kalimat intruksinya.
"Selian mencari keberadaan Fairley dan Iris, aku juga ingin agar kalian memastikan bahwa dua pemimpin, baik itu Boss Besar kelompok Bandit Serigala, maupun Sinbad, pemimpin utama Aliansi 7 Lautan, untuk dibawah kehadapanku dalam keadaan hidup!" Lanjut Khan Elaenor Tribe.
"Sinbad, harus mati dalam eksekusi publik, dijadikan contoh bagi seluruh Perompak yang masih berniat melawan Eleanor Tribe!"
"Sementara Boss Besar Bandit Serigala yang telah begitu kurang ajar memakai Eleanor Tribe sebagai umpan, harus menerima ganjaran yang lebih berat lagi!"
"Berani sekali bocah itu mempermainkanku!" Gumam Sang Khan, mulai membocorkan aura Emperor tahap Surga dari dalam tubuhnya.
"Pergi!" Tutup Sang Khan.
"Siap…!"
"Baik…!"
Jawab Tetua Ketiga dan Tetua Keempat, dua orang Knight berkelas Emperor tahap Langit. Segera bergerak membentuk tim kecil untuk melaksanakan misi.
Dan tepat setelah memberi intruksi pada dua tetua, Khan Eleanor Tribe ganti mengalihkan pandangan secara bergantian pada kedua sisi sayap armada kapal perang yang ia pimpin. Melirik kearah Tetua Pertama dan Tetua Kedua Eleanor Tribe.
"Habisi semua! Baik itu Bandit Serigala maupun para Perompak Aliansi 7 Lautan yang ada di depan!" Seru sang Khan. Dengan sorot mata serta nada yang begitu dingin.
Bersama intruksi tersebut, dua sayap armada kapal Eleanor Tribe, bergerak mendahului armada utama. Mulai membuka jalan untuk kelompoknya memasuki medan pertempuran.
__ADS_1
Kedatangan tiba-tiba armada besar Eleanor Tribe yang bergerak dalam tiga gelombang serangan, tentu saja segera menyebabkan situasi sayap kanan medan pertempuran menjadi kacau.
Terlebih lagi, tak seperti Barbarian Tribe yang juga melakukan langkah sergapan namun hanya mengincar Kelompok Bandit Serigala, pihak Eleanor Tribe, tampak bagai api liar yang membakar tanpa pandang bulu. Membumi hanguskan dua kubu yang ada di hadapan mereka.
Guan Zifei dan Naga Keenam Aliansi 7 Lautan, menjadi yang pertama menyadari kedatangan armada besar Eleanor Tribe, karena lokasi pertempuran kedua orang ini, berada pada tepi paling ujung sayap kanan. Keduanya tampak sengaja menjauh dari medan pertempuran agar duelnya tak terganggu.
*Traaanggg…!!!
Dua pemimpin utama sayap kanan ini menyempatkan untuk memberi satu serangan terakhir pada lawan masing-masing, menyebabkan benturan keras yang mendorong mundur tubuh keduanya. Menciptakan jarak tertentu, sebelum akhirnya dua sosok ini hampir secara bersamaan menatap kearah datangnya gelombang serangan Eleanor Tribe.
"Waahhh… Bukankan seharusnya mereka adalah sekutu kalian?" Gumam Naga Keenam, saat melihat pasukan Eleanor Tribe yang telah memasuki medan pertempuran, ternyata juga menargetkan Kelompok Bandit Serigala.
"Hmmmmm… Ini buruk! Telah lewat jauh dari waktu yang direncanakan! Lebih buruk lagi, Boss Besar justru menghilang!" Gumam Guan Zifei, melirik kelokasi menghilangnya Theo, sepenuhnya mengabaikan pertanyaan Naga Keenam. Mulai memasang raut wajah cemas.
"FEIZEL…!!! Atur pasukan!" Seru Guan Zifei.
"Sialan!" Dengus Feizel. Juga telah menatap gelombang besar pasukan Eleanor Tribe.
Mendengar seruan Guan Zifei, Feizel yang telah berhasil menghabisi Naga Ketujuh dan sedang dalam situasi membantu Meria melawan Naga Kedelapan, segera tanggap mulai mengatur pasukan.
Feizel menggerakkan seluruh pasukan sayap kanan Kelompok Bandit Serigala, untuk berkumpul pada satu titik. Membentuk formasi pertahanan.
Disisi lain, Naga Kedelapan yang lolos dari maut, sedikit mendapat keuntungan berkat kedatangan tiba-tiba armada besar Eleanor Tribe yang mengubah drastis alur pertempuran, bergerak cepat kelokasi Naga Keenam.
Kedatangan dua Tribe besar penguasa East Region, Barbarian Tribe yang menyerang punggung pasukan utama Kelompok Bandit Serigala dari arah belakang, serta Eleanor Tribe yang menggempur keras pada sayap kanan, benar-benar telah merubah alur pertempuran. Menjadikan medan perang di Laut Ungu kacau.
Baik itu Kelompok Bandit Serigala, maupun Aliansi 7 Lautan, seketika menghentikan pertempuran masing-masing.
Seluruh pasukan Kelompok Bandit Serigala yang ada di medan tempur utama segera bergerak kebelakang, menyambut kedatangan serangan Barbarian Tribe.
Sementara pihak Aliansi 7 Lautan yang ada di medan tempur utama, dimana tak disentuh oleh Barbarian Tribe, bergerak menuju sayap kanan untuk memberi bantuan pada anggota mereka yang ada disana.
Madam Ching, dan Naga Ketiga, menjadi yang memimpin pasukan. Karena bagaimanapun juga, sayap kanan jelas tak akan mampu bertahan lama menghadapi armada Eleanor Tribe yang datang dengan kekuatan penuh.
Tak hanya pasukan utama, sayap kiri Aliansi 7 Lautan, dipimpin oleh Naga Kesembilan dan Naga Kelima, ikut bergerak menuju sayap kanan. Meninggalkan Kelompok Bandit Serigala yang menjadi lawan mereka.
Zhou Kang sendiri, sebagai orang yang memimpin sayap kiri pasukan Bandit Serigala, memutuskan membagi kelompok menjadi dua. Ia memapah tubuh tak sadarkan diri Zota untuk memimpin pasukan kecil bergerak menuju Glory Land Warship. Berniat segera memberi perawatan.
Sedangkan Sanir, memimpin gelombang besar pasukan sayap kiri, untuk menuju sayap kanan. Membantu pasukan sayap kanan pimpinan Guan Zifei yang sedang di gempur habis-habisan oleh armada Eleanor Tribe.
__ADS_1
***
(Lokasi kapal pengamat Gaia Son Paviliun dan Dark Guild)
"Ini benar-benar kacau!" Ucap pemimpin kelompok Gaia Mercenaries yang sedang melakukan misi pengamatan. Begitu melihat situasi medan pertempuran.
"Aku sudah menduga bahwa kedatangan Kelompok elite Barbarian Tribe yang melewati kita beberapa waktu lalu pasti menyebabkan situasi rumit!"
"Namun, siapa sangka bahkan sekarang pihak Eleanor Tribe juga datang! Terlebih dengan kekuatan penuh!" Lanjut sang pemimpin pasukan. Sebelum menoleh pada orang di sebelahnya.
"Cepat! Segera laporkan pada para petinggi organisasi! Apakah benar kita hanya akan diam dan melihat?" Sang pemimpin, menutup kalimatnya dengan sebuah intruksi.
Sementara tak jauh dari lokasi kapal perang misi pengamatan Gaia Son Paviliun, kapal perang lain milik Dark Guild yang juga melakukan misi yang sama, tampak lebih tenang. Cenderung hening.
Seorang Assassin Dark Guild tampak bergerak cepat menunggangi Iblis kontraknya, meninggalkan lokasi untuk menuju kearah belakang. Bersama dengan pergerakan salah satu Assassin itu pula, kapal perang pengintai Dark Guild, juga melakukan pergerakan. Menuju kedepan, tampak mendekat kearah medan pertempuran.
Melihat langkah yang dilakukan oleh pihak Dark Guild, pemimpin misi Gaia Mercenaries, segera mengerutkan kening.
"Ceroboh! Memang apa yang bisa kalian lakukan dengan hanya satu kapal perang!" Ucap pria tersebut.
***
(Ruang misterius)
*Woooshhhh…!!!
*Baaammmm…!!!
Pada satu ruang misterius yang gelap gulita, enam suara gelombang energi terdengar lantang, diakhiri dengan enam suara benturan keras seperti tubuh yang menghujam lantai.
"Urrgghhh…!!!"
"Sial…!!!"
Beberapa kalimat makian dan juga rintihan sakit mulai terdengar setelah suara hujaman terakhir.
Dan tak berapa lama kemudian…
*Wuuungg…!!!
__ADS_1
Dengunan keras tiba-tiba terdengar. Bersama itu pula, ruangan yang awalnya gelap, seketika menjadi terang. Sosok Theo, Sinbad, Dante, dan Razak, kini terlihat sedang terduduk di atas lantai ruangan. Sementara dua orang lain, yakni Hella dan Iris, sedang dalam posisi terbaring. Kehilangan kesadaran.
"Enam orang yang telah di pilih oleh takdir, selamat datang di Kastil Raja Dewa Air!" Ucap satu suara misterius. Terdengar menggema di seluruh ruangan.