Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
225 - Rangkaian Peristiwa


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(House Alknight)


*Woooshhhh….!!!


*Kraaaakkk…!!!


*Slaaaassshhh….!!!


Sebuah ayunan pedang diakhiri dengan teknik tebasan dimana memberi efek kebekuan yang memotong halus deretan pohon pinus raksasa, menjadi sebuah pemandangan megah pada suatu sore di salah satu sudut Hutan Pinus Beku.


*Klaanggg…!!!


Lord Arduric, menyarungkan bilah pedang kuno House Alknight. Masih mempertahankan tatapan pada wilayah yang baru saja ia pakai sebagai tempat uji coba kekuatan pedang kuno. Mengasah kemampuan dalam mengendalikan kekuatan luar biasa pedang tersebut.


"Kakak, kau semakin mahir!"


Suara Bosweric, terdengar dari suatu arah. Memecah keheningan yang sedang terjadi.


"Ohhh… Adik, sejak kapan kau ada disana?" Ucap Lord Arduric, mengalihkan pandangan kearah salah satu sudut lain deretan pohon raksasa Hutan Pinus Beku. Tempat asal suara Bosweric terdengar.


"Baru saja! Namun cukup beruntung karena dapat melihat momen dari teknik luar biasamu!" Jawab Bosweric. Berjalan mendekat.


"Hahahha….! Itu masih jauh dari memuaskan! Aku sudah mampu sedikit berkomunikasi dengan roh item yang bersemayam di dalam pedang ini! Hanya saja, ia masih belum bersedia melakukan kontrak!" Ucap Lord Arduric.


"Tak perlu tergesa kak! Theo sendiri mengatakan bahwa roh item yang bersemayam di dalam pedang tersebut, memang cukup tak biasa! Jadi itu akan wajar jika memerlukan kesabaran!" Tanggap Bosweric.


Kata-kata penghibur yang baru saja disampaikan oleh Bosweric, hanya disambut oleh Lord Arduric dengan mulai memasang senyum kecut.


"Bagaimana tak tergesa, saat para bocah itu, bahkan sudah mulai melampaui ayahnya ini!" Gumam Lord Arduric. Meskipun terdengar jelas nada kecut dalam kalimatnya, itu berbeda dengan sorot mata yang ia tampilkan. Penuh kebanggaan.


"Generasi muda, akan selalu menapaki jalan yang lebih tinggi dari generasi yang lebih usang seperti kita ini!" Tanggap Bosweric. Seraya memasang senyum sederhana.


"Hahahhaha… Itu benar! Aku tak akan menyangkalnya! Justru suatu kebanggaan tersendiri saat melihat masa depan House, jelas akan cerah dibawah genggaman bocah-bocah itu!" Balas Lord Arduric.

__ADS_1


"Hanya saja, sebagai Lord yang masih memimpin, aku tentu tak boleh tertinggal terlalu jauh!" Tambah Lord Arduric.


"Kakak…!!! Itu masih satu bulan yang lalu kau naik ke Kelas Emperor! Kau tak tertinggal begitu jauh!" Ucap Bosweric.


"Ohhh… Kau juga telah naik ke kelas Emperor minggu lalu! Apakah menurutmu itu cukup?" Balas Lord Arduric.


"Sebagai seorang Knight, jalan kultivasi adalah tujuan utama, jadi bila pertanyaanmu seperti itu, jelas aku akan mengatakan tidak cukup!" Ucap Bosweric.


"Namun, sebagai generasi yang mendekati senja, aku akan lebih senang saat berbagai sumberdaya berharga yang di dapat oleh tim ekspedisi wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku, disalurkan kepada generasi muda, generasi calon penerus dan juga penopang utama House!"


"Melihat bagaimana mereka tumbuh dan berkembang, sudah menjadi kepuasan tersendiri bagiku!" Lanjut Bosweric.


"Tapi semua yang kusampaikan barusan, hanya khusus untukku! Akan berbeda bagimu sebagai seorang Lord!" Tutup Bosweric.


"Hahhahaha… Adik, kau selalu saja memikirkan semuanya! Aku benar-benar merasa berhutang terlalu banyak padamu!" Ucap Lord Arduric.


"Kakak, apa itu layak dikatakan oleh seorang saudara! Jangan sampai aku harus menendangmu! Kebetulan sedang tak ada orang disini!" Gumam Bosweric.


"Hahhahah… Sudah, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan disini? Kedatanganmu pasti membawa suatu urusan!" Balas Lord Arduric.


"Itu benar! Ada beberapa hal penting yang ingin kusampaikan!" Sahut Bosweric.


"Pertama, ini mengenai agenda Simposium! Aku sudah mengatur beberapa daftar nama bagi orang-orang yang nantinya mewakili House Alknight! Setelah ini kau harus memeriksakan daftar tersebut, katakan jika menurutmu ada yang tak sesuai!" Lanjut Bosweric.


"Hanya saja, itu akan baik jika Jasia dan Kalina termasuk dalam daftar nama!" Tambah Lord Arduric. Seraya menghembuskan nafas panjang.


"Kakak, akupun jelas menginginkan hal yang sama, namun kau sendiri juga tahu nasib kedua bersaudari itu masih belum bisa kita ketahui! Pintu masuk Jurang Misterius masih sepenuhnya tersegel oleh Api aneh!" Jawab Bosweric.


"Jika sampai hari keberangkatan Jurang Misterius tetap tersegel, kita tak punya pilihan lain selain tak memasukkan nama keduanya!" Tambah Bosweric. Dengan nada kecewa.


"Sudahlah, akan aku lanjutkan untuk laporan lain!"


"Kali ini berkenaan dengan para Assassin Dark Guild! Beberapa hari kedepan, mereka akan meninggalkan wilayah Hutan Pinus Beku! Sepertinya ada intruksi khusus dari Lord Santiago untuk memanggil seluruh anggota berkumpul di markas pusat!" Tambah Bosweric.


"Hmmmm… Itu wajar! Bagaimanapun juga, kudengar pihak Dark Guild mendapat peran cukup penting dalam penyelenggaraan Simposium tahun ini!" Tanggap Lord Arduric.


"Itu benar! Namun ada beberapa imbas tak terlalu baik dengan kepergian mereka!" Ucap Bosweric.


"Ini bukan masalah keamanan, karena berkat sumberdaya yang didapat dari wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku, perkembangan pasukan kita sudah cukup mampu untuk mengamankan wilayah Hutan Pinus Beku!"


"Masalahnya ada pada bagaimana mempertahankan suplai sumberdaya! Karena dengan kepergian para Assassin Dark Guild, tim ekspedisi jelas akan mengalami kekurangan jumlah anggota!"

__ADS_1


"Sementara pihak kita, harus tetap mampu mempertahankan jumlah pasokan sumberdaya! Itu penting untuk menjaga ritme perkembangan kekuatan House kita!"


"Bagaimanapun juga, bersama House Alknight berkembang pesat, kita juga memiliki musuh-musuh kuat yang mengintai!"


"Masalah inilah yang ingin aku diskusikan denganmu! Aku punya beberapa ide untuk menambal kekurangan jumlah anggota tim ekspedisi!" Ucap Bosweric.


"Katakan saja langsung!" Jawab Lord Arduric.


"Aku ingin, agar kita menawarkan kesempatan agar dua sekutu terdekat, ikut berkembang semakin cepat dengan menjadi bagian langsung menjadi anggota tim ekspedisi!"


"House Wildbear dan juga Desa Tersembunyi!" Tutup Bosweric.


"Hal macam ini, harusnya tak perlu kita diskusikan lagi! Bagaimanapun juga, House Alknight berhutang banyak pada mereka! Khususnya Lord Bernard!" Tanggap Lord Arduric.


"Yah, mereka selalu menolak bantuan serta hadiah sumberdaya dari kita! Dengan ide tawaran ini, kurasa akan menjadi pembeda, karena bukan lagi hadiah atau bantuan, melainkan kesepakatan yang di dapat dari usaha bersama!" Ucap Bosweric.


"Aku tau kau akan setuju, namun tetap, sebagai Tetua, aku harus mendengar langsung kau sepakat dan memberi intruksi!" Lanjut Bosweric.


"Kirim Issabela untuk menyampaikan tawaran pada pihak Desa Tersembunyi! Sementara Gregoric, berkunjung ke House Wildbear untuk bertemu Lord Bernard!" Lord Arduric, tanpa basa-basi segera menyampaikan intruksi langsung.


"Baik…!" Jawab Bosweric singkat. Meninggalkan tempat.


**** 


(Sebuah kedai kecil. Diluar wilayah House Alknight)


Satu sosok dengan satu tangan buntung, sedang duduk pada salah satu meja kedai. Sosok ini sendiri, memakai sebuah jubah bertudung yang hampir menutupi seluruh wajah.


*Tappp…!!!


Sosok bertudung masih duduk diam untuk beberapa waktu, sampai tiba-tiba, satu sosok lain muncul tepat dihadapannya. Tak mengambil duduk pada kursi. Hanya berdiri menatap sosok bertudung.


"Sirius! Tuan Janghis ingin segera mendapat laporan hasil positif!" Ucap sosok yang baru saja datang.


"Aku akan kembali bergerak setelah House Azkaban mengirim pasukan tambahan!" Ucap Sirius. Dengan nada dingin dari balik jubah bertudung.


"Sebaiknya kali ini kau mendapatkan sesuatu! Karena kesabaran Tuan Janghis sudah mulai habis! Jangan sia-siakan semua yang telah ia berikan padamu! Kau harus ingat, siapa yang bersedia menampung saat kau sedang dalam situasi sepenuhnya tak ada harapan!" Ucap sosok yang berdiri dihadapan Sirius.


"Tentu aku akan selalu ingat!" Jawab Sirius singkat.


*Tapp…!!

__ADS_1


Jawaban Sirius, disambut dengan sosok yang berdiri dihadapannya, mengambil langkah meninggalkan tempat.


"Simposium, datang di waktu yang tepat!" Gumam Sirius. Memasang senyum licik dari balik jubah bertudung.


__ADS_2