Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
194 - Marah


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(Medan Pertempuran Laut Ungu)


Setengah jam telah berlalu semenjak kemunculan tiba-tiba Kastil Raja Dewa Air. Menarik masuk enam orang diatas medan pertempuran, Theo, Razak, Hella, Sinbad, Dante, dan Iris.


Saat ini, dua kelompok yang awalnya saling bertempur satu sama lain, Bandit Serigala dan Aliansi 7 Lautan, tampak terjebak dalam situasi kacau.


Kedatangan armada kapal Eleanor Tribe yang membawa kekuatan tempur penuh, ditambah dengan datangnya tim penyergap Barbarian Tribe yang dipimpin oleh pasukan elite penjaga Khan mereka, menyebabkan baik itu Bandit Serigala maupun Aliansi 7 Lautan, kehilangan momentum pertempuran masing-masing.


Situasi berkembang menjadi semakin kacau karena dua pemimpin utama dari dua belah pihak, secara tiba-tiba ditarik masuk kedalam Kastil Raja Dewa Air.


Kelompok Bandit Serigala harus berakhir dalam kondisi sepenuhnya tertekan setelah mendapat serangan dari dua arah. Barbarian Tribe menusuk pada bagian belakang formasi tim medan pertempuran utama. Segera membunuh salah satu wakil pemimpin Divisi Bandit Serigala, Meirin.


Sementara dari arah lain, tepatnya pada lokasi pasukan sayap kanan medan pertempuran Laut Ungu, Guan Zifei yang memimpin bersama Feizel dan Meria, berada dalam situasi sepenuhnya tertekan oleh gelombang besar pasukan Eleanor Tribe.


Meskipun sudah di bantu oleh pasukan sayap kiri yang dipimpin oleh Sanir, dimana segera bergerak membelah Medan pertempuran utama untuk menuju sisi lain di medan pertempuran sayap kanan, itu tetap Kelompok Bandit Serigala, masih belum mampu menahan gempuran armada kapal Eleanor Tribe.


Bagaimanapun juga, Eleanor Tribe adalah satu dari 10 Biggest Knight Group. Dengan salah satu kelompok Knight paling kuat di atas Gaia Land tersebut membawa seluruh armada tempur dan pasukan, bahkan Bandit Serigala yang saat ini didorong oleh situasi akhirnya secara tak langsung bergerak bersama dengan para Perompak Aliansi 7 Lautan, dua kelompok yang sebelumnya sedang dalam situasi saling bertempur ini, masih harus menderita kehilangan besar.


Membawa kekuatan penuh Tribe-nya, Eleanor Tribe yang seluruh anggota armadanya masih dalam situasi baik, karena dapat menyelesaikan pertempuran di Laut Nila dalam waktu yang relatif cepat dan cuma mendapat sedikit hambatan dari beberapa kelompok Aliansi 7 Lautan ataupun Bandit Serigala pimpinan San Juan yang memang hanya bertugas untuk mengulur waktu, saat ini bergerak menusuk masuk kedalam medan pertempuran.


Pasukan Eleanor Tribe, tampak dengan mudah mulai membantai baik itu anggota Bandit Serigala, maupun Aliansi 7 Lautan. Jumlah pasukan yang bertolak belakang yang ditambah pula dengan faktor kondisi tubuh para Bandit dan Perompak yang memang dalam situasi tak prima imbas baru berada dalam pertempuran intens, memudahkan pihak Eleanor Tribe dalam usahanya membantai kedua kelompok tersebut.


Guan Zifei yang merupakan pemegang otoritas tertinggi Bandit Serigala pasca menghilangnya Theo, tampak memasang raut wajah frustasi saat melihat puluhan anggota Bandit Serigala mulai di bantai.


Ia hanya bisa memberi intruksi bertahan total. Mencoba untuk sekuatnya menahan pergerakan gelombang pasukan Eleanor Tribe.


Karena bagaimanapun juga, jika pihak lawan dibiarkan untuk terus bergerak masuk ke medan pertempuran utama, itu jelas Kelompok Bandit Serigala akan menjadi semakin tertekan. Karena di sudut lain yang berlawanan, sudah ada pihak Barbarian Tribe yang menekan.


Guan Zifei yang awalnya sudah merasa sangat tertekan, berkembang semakin frustasi dan marah saat salah satu tetua Eleanor Tribe, melancarkan serangan tiba-tiba dengan menghujam masuk kedalam formasi pertahanan Bandit Serigala. Bergerak cepat untuk memenggal kepala salah satu anggota terkuat Bandit Serigala, Meria. Sebelum kembali bergerak keluar formasi, dengan menyempatkan memberi serangan telak yang melukai cukup parah Feizel.

__ADS_1


Dengan gugurnya Meria, Bandit Serigala telah kehilangan dua wakil pemimpin divisi dalam serangan tiba-tiba Eleanor Tribe dan Barbarian Tribe.


Sementara pihak Aliansi 7 Lautan, kehilangan lebih banyak lagi. 3 Naga mereka yang sebelumnya memimpin pasukan sayap kanan, dihabisi dengan cepat oleh para Tetua Eleanor Tribe yang bergerak secara bersamaan. Tampak jelas Eleanor Tribe telah menargetkan para Naga tersebut sejak pertama kali menyadari keberadaan mereka pada medan pertempuran sayap kanan.


Dalam situasi kacau yang tengah terjadi, Guan Zifei yang masih begitu marah karena melihat Meria gugur, tiba-tiba melihat salah satu tetua Eleanor Tribe lain bergerak memasuki formasi pertahanan. Menerjang cepat untuk menuju kearah dimana Sanir saat ini berada.


"Sanir…!" Seru Guan Zifei. Membentak marah.


Mendengar Guan Zifei menyerukan namanya, Sanir yang baru selesai mengatur anggota untuk menambah kekokohan formasi bertahan, segera menoleh. Namun, tepat ketika Sanir menoleh, pemandangan yang menyambutnya adalah kepala nenek tua Meria, terlontar tinggi diatas langit.


"Baji*ngan…!" Bentak Sanir. Memasang raut wajah memerah karena begitu marah.


Bersama bentakan Sanir, salah satu tetua Eleanor Tribe yang tadi menerobos masuk kedalam formasi pertahanan, melancarkan serangan yang menargetkan leher Sanir.


*Baaammmm…!!!


Hanya saja, karena Sanir sempat menoleh untuk melihat kearah Guan Zifei, ia juga akhirnya menyadari kedatangan serangan yang menargetkan dirinya. Berhasil menangkis di waktu terakhir sebelum serangan tersebut menebas lehernya.


*Woooshhhh…!!!


"Bang*sat…!"


Tepat setelah Sanir menangkis serangan pihak lawan, Feizel yang sebenarnya dalam kondisi terluka, bersimbah darah area dadanya, tiba-tiba bergerak menerjang untuk memberi serangan telak pada punggung tetua Eleanor Tribe.


Sang tetua terhujam membentur dinding manusia pasukan Bandit Serigala yang sedang membentuk formasi bertahan.


"Hmmmmm…!!!"


Tetua Eleanor Tribe, tampak mendengus pelan sembari mengusap darah yang menetes pada sela mulutnya, berniat untuk segera pergi meninggalkan tempat.


Namun….


*Bammm…!!!


*Bammm…!!!


*Traaanggg…!!

__ADS_1


Beberapa serangan secara serentak mengarah kepadanya. Anggota kelompok Bandit Serigala yang ada di sekitar, menghujami sang tetua dengan berbagai teknik terbaik miliknya masing-masing. Seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, memasang wajah marah saat ini.


Hanya saja, semua serangan tersebut, dapat dihalau dengan mudah oleh sang Tetua.


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Sang tetua bahkan membalas dengan beberapa serangan balik yang segera menewaskan anggota Bandit Serigala di sekitar.


"Hmmmm… Hanya kumpulan tikus tak penting, betapa berani menyerangku!" Dengus Tetua Eleanor Tribe. Menatap remeh orang-orang di sekitarnya.


Sang Tetua terlihat sangat percaya diri bisa keluar dari dalam formasi pertahanan kelompok Bandit Serigala kapan saja. Menyempatkan sedikit bermain-main dengan mangsa.


Sampai tiba-tiba, ketika kepercayaan diri sang tetua masih pada puncaknya, dimana ia dengan senyum lebar bergerak keluar formasi sembari membantai beberapa anggota Bandit Serigala…


*Woooshhhh….!!!


*Booooommmm…!!!


Tepat ketika sang tetua sudah akan menembus formasi pertahanan untuk kabur keluar, sebuah serangan kembali menerjang.


Feizel untuk kedua kalinya melepas serangan berderak Mana Besi Panas nan membara pada sang tetua. Namun, serangan Feizel kali ini, mampu di tahan dengan baik oleh pihak lawan. Berakhir kepalan tinju Feizel, tertangkap oleh tetua Eleanor Tribe.


"Hmmmm… Kalau tidak salah, kau juga salah satu wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala!" Gumam sang tetua, melebarkan senyumnya. Menatap Feizel yang telah terluka parah dimana kini memasang raut wajah marah, seolah adalah orang yang telah menjadi mayat.


"Meskipun kau bukan targetku, namun itu baik juga membawa kepalamu sebagai persembahan pada Khan!" Tutup sang tetua, seraya melepas sebuah serangan Mana Angin intens kearah dada Feizel.


*Baaammmm…!!!


Serangan mendarat dengan telak, menyebabkan Feizel memuntahkan banyak darah segar. Namun, karena Feizel adalah seorang Meridian Knight, tubuh fisiknya masih mampu bertahan.


Feizel yang sebelumnya harus melihat dengan mata kepala sendiri saat Meria yang berada tepat di sebelahnya secara tiba-tiba tewas, kini menatap dengan sorot mata penuh nafsu membunuh pada tetua Eleanor Tribe yang sedang menahannya.


"Kau sudah masuk, jangan harap bisa keluar hidup-hidup!" Gumam Feizel.


Mendengar kata-kata Feizel, sang tetua justru malah tertawa lantang.

__ADS_1


"Hahhahha…! Apa-apaan tatapan mata serta kata-kata kosongmu itu? Tidak sadarkah kau tentang situasi yang ada sekarang?" Tanya sang tetua, semakin mengeratkan genggaman tangan pada kepalan tinju Feizel yang ia tahan.


__ADS_2