
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
(Ruang kultivasi Paviliun Harta)
Theo tampak dalam posisi duduk bersila, sepenuhnya memejamkan mata. Dalam situasi bermeditasi, aura Kegelapan dengan intensitas tak biasa, bergerak seperti memiliki kehidupan sendiri, menyelimuti seluruh tubuh Theo.
Namun begitu, meski aliran Mana Kegelapan yang menyelubungi tubuh Theo tampak memiliki kepekatan tak wajar, karena memang berasal dari intisari sisa Mana Chimera, Demonic Beast Purba yang bahkan setara dengan Hydra ataupun Qilin, Theo terlihat mampu mengendalikan secara sempurna aliran Mana Kegelapan tersebut.
Menahan agar luapan intens intisari Mana Kegelapan milik Chimera, untuk tak menyebar luas dengan sembarang. Theo sama sekali tak berniat menyia-nyiakan sedikitpun Intisari Mana Kegelapan Chimera. Menjaga aliran intisari Mana tersebut, agar tak ada sedikitpun yang menguap di udara kosong. Kembali menjadi aliran Mana liar yang memenuhi udara.
Aliran intisari Mana Kegelapan Chimera, dapat ditekan Theo untuk sepenuhnya hanya terfokus pada sekujur tubuh. Berderak dalam aliran padat dimana terus meredam garis-garis Meridan dalam tubuhnya.
Situasi hening bertahan untuk jangka waktu yang lumayan lama, Theo menghabiskan lebih dari beberapa hari hanya untuk menyerap setiap bulir aliran intisari Mana Kegelapan Chimera.
Sampai ketika sudah berada pada periode tertentu, tubuh diam Theo, tiba-tiba mulai bergetar. Aliran intisari Mana Kegelapan yang sebelumnya berderak dalam aliran intens namun terjaga dengan ritme yang baik, saat ini mulai bergerak sedikit tak beraturan.
*Kraakkk…!!!
*Kraakkk… !!
*Kraaakkk…!!!
Suara-suara seperti tulang yang sedang digerus, mendadak terdengar cukup nyaring dari dalam tubuh Theo, bersama suara-suara tersebut pula, Theo yang sebelumnya terus memasang raut wajah tenang, seketika membuka lebar kedua mata.
"Hmmmmm… Tak akan kubiarkan ada yang terbuang sia-sia!" Gumam Theo. Segera membuat gerakan segel tangan. Menyebar aliran Mana Cahaya di dalam Element Seed, untuk bergerak menekan intisari Mana Kegelapan Chimera yang mulai menjadi tak beraturan tepat ketika garis-garis Meridian dalam tubuh Theo, telah sampai pada kondisi tak mampu lagi menampung sisa-sisa intisari Mana Kegelapan tersebut.
__ADS_1
*Wuuungg…!!!
Dengunan keras terdengar nyaring, menutup suara berderak dari tulang-tulang di sekujur tubuh Theo dimana kini mulai tertekan oleh garis-garis Meridian yang telah kelebihan beban.
Bersama suara dengungan keras, atribut Mana Cahaya yang menyeruak keluar dari dalam Element Seed Theo, mulai bekerja semakin keras dalam upaya menahan gejolak intisari Mana Kegelapan Chimera.
Mana Cahaya terus bergerak dalam situasi saling menekan dengan Mana Kegelapan, sampai akhirnya, Theo secara paksa membuka garis-garis Meridiannya, sedikit merobek.
Intisari Mana Kegelapan Chimera, segera terdorong memasuki robekan-robekan kecil yang telah dibuat Theo. Dijejalkan paksa masuk kedalam Meridian untuk kemudian segera diproses oleh Theo saat itu juga menjadi pupuk tambahan yang merawat garis-garis Meridiannya.
*Kraakkk…!!!
*Kraakkk… !!
*Kraaakkk…!!!
Suara-suara nyaring dimana sungguh mengganggu dan membuat tak nyaman indra pendengaran, berkembang menjadi semakin keras saat Theo melakukan proses pemaksaan.
Sampai kemudian, saat raut wajah Theo berkembang semakin memucat, dimana ia juga mulai menggertakkan keras gigi-giginya, berusaha untuk tak sampai berteriak kesakitan…
*Boooommmm….!!!!!
Ledakan aura menggema keras. Bahkan sampai mengguncang ruang kultivasi. Menyebabkan banyak formasi segel penghadang yang terpasang pada sisi-sisi dinding ruangan tersebut, hancur berantakan.
"Berhasil!" Gumam Theo. Membuka mata lebar. Balutan asap pekat dengan warna bercampur antara putih dan hitam, mengepul pada sekujur tubuhnya.
'Tidak mungkin! Bagaimana bisa!'
Bersama gumamam Theo, suara bernada heran dan tak percaya, keluar dari mulut Ernesto. Tampak sangat terkejut dengan pencapaian Theo.
"Roh mesum, sebagai seorang yang telah menapaki jalan Knight, ada satu pelajaran umum yang semestinya sudah kau pahami, itu adalah tidak ada yang tak mungkin di dunia ini!" Ucap Theo. Seraya mulai memasang seringai lebar.
__ADS_1
Theo yang dalam beberapa hari terakhir terus menyerap intisari Mana Kegelapan dalam daging Chimera, sebenarnya telah berhasil menaikkan kelas Meridiannya menjadi King tahap Surga puncak ketika momen intisari Mana Kegelapan beberapa saat yang lalu mulai bergejolak.
Hanya saja, Theo yang menolak untuk menyebarkan sisa intisari Mana Kegelapan, memutuskan untuk membuat perjudian beresiko besar dengan memaksa garis-garis Meridiannya terus menyerap Intisari Mana Kegelapan meskipun sudah dalam batas maksimal yang mampu ditampung, bahkan hingga berani merobek di sudut tertentu, tindakan yang tentu saja sangat beresiko karena memiliki kemungkinan berimbas pada hancurnya garis-garis Meridian, situasi yang bisa dikatakan adalah sebuah malapetaka karena membuat Theo tak lagi bisa menapaki jalan Knight.
Akan tetapi, dengan segala resiko yang di pertaruhkan diatas meja, perjudian Theo justru berjalan kearah yang cukup bagus. Theo seolah mendapat jackpot ketika garis-garis Meridian dalam tubuhnya, justru berhasil menerobos ke level lebih tinggi lagi pasca dipaksa oleh Theo menerima tempaan tanpa henti aliran intisari Mana Kegelapan Chimera.
Garis-garis Meridian Theo, menerobos dinding puncak yang menghadang perkembangannya. Menjadi komponen kultivasi pertama dalam tubuh Theo yang kini naik ke kelas Emperor tahap awal.
Perkembangan yang berhasil di capai Theo ini, merupakan satu hal yang belum pernah terjadi di dunia Knight. Karena cukup bertentangan dengan hukum alam yang berlaku. Poros utama kultivasi seorang Knight, adalah Element Seed. Sementara Ranah Jiwa dan Meridian, adalah komponen pendukung yang akan selalu mengikuti perkembangan Element Seed.
Ketidakwajaran yang benar-benar tak masuk akal inilah yang tadi memancing Ernesto untuk mengeluarkan kata-kata tak percaya. Begitu sulit untuk menerima apa yang sedang ia saksikan saat ini.
'Bocah! Kau adalah anomali besar alam semesta!' Gumam Ernesto. Tak tahu lagi harus memberi tanggapan seperti apa.
Mendengar kata-kata Ernesto, Theo segera menyambut dengan menaikkan salah satu sudut alisnya.
"Oe roh mesum, memang kau tahu seberapa besar sebenarnya alam semesta ini?" Ucap Theo. Memasang wajah penuh misteri.
"Jangan hanya karena tak pernah terjadi sebelumnya dimuka Gaia Land, maka kau menganggap itu adalah hal besar yang mustahil bisa dicapai!"
"Gaia Land, hanyalah butiran debu di alam semesta maha luas! Sama sekali tak bisa digunakan sebagai tolak ukur segala hal!" Tutup Theo. Tersenyum tipis.
Ernesto, kali ini tak memberi tanggapan apapun. Sama sekali tak membalas kata-kata Theo. Pria yang sempat dijuluki sebagai Knight Legendaris di masa hidupnya ini, hanya terdiam. Entah sedang memikirkan apa.
Sementara disisi lain, Theo yang sebenarnya memang cukup tak peduli dan tak sedang menunggu balasan dari Ernesto, kini mulai berusaha menstabilkan garis-garis Meridiannya, dimana masih terasa berdenyut cukup keras pasca kenaikan level yang berhasil ia capai.
Theo melanjutkan untuk bertahan beberapa hari di dalam ruang kultivasi. Selain melakukan proses penstabilan, ia juga berusaha untuk lebih memahami kemampuan dari level baru garis-garis Meridiannya.
Yang jelas, dengan naiknya Meridian ke kelas Emperor, Theo kini memiliki tubuh fisik sama kuat dengan seorang Emeperor tahap awal.
Tambahan kekuatan yang dirasa Theo sangat ia perlukan sebelum mencoba untuk menyelesaikan Lembah Demonic Beast selanjutnya. Menyelesaikan tantangan Kastil Raja Dewa Air. Karena entah kenapa, Theo mendapat naluri bahwa sesuatu yang besar, sedang menanti di Lembah Demonic Beast terakhir.
__ADS_1