
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Thousand Island, Laut Jingga)
Saat ini, tepat di wilayah perbatasan antara Laut Jingga dan Laut Merah, deretan armada kapal, saling hadap satu sama lain.
Pada sisi bagian dalam Laut Jingga, puluhan armada kapal dengan bendera Naga Laut sedang berenang, tampak berkumpul dalam satu gelombang besar di satu titik. Armada kapal ini, tentu saja adalah gabungan dari puluhan Perompak anggota Aliansi 7 Lautan yang hendak melakukan pelayaran ke wilayah Laut Merah.
Sementara menghadang di hadapan Armada kapal para Perompak, berderet dalam garis memanjang, terdapat puluhan kapal lain dengan lambang matahari emas pada setiap layar utama kapal perang.
Armada kapal perang yang begitu berani menghadang pergerakan dari para Perompak Aliansi 7 Lautan ini, tak lain adalah pasukan tentara bayaran Gaia Mercenaries dari Gaia Son Paviliun.
Kedua kelompok masih saling berhadap-hadapan, sampai kemudian, kapal induk yang memimpin di garis terdepan pihak Aliansi 7 Lautan, mulai bergerak sedikit maju kedepan.
Dante, wakil kapten dari Perompak Naga Laut, tangan kanan Sinbad yang juga merupakan salah satu tokoh terpenting Aliansi 7 Lautan, berdiri gagah pada ujung dek kapal induk, menatap tajam kearah barisan kapal Gaia Mercenaries.
Disisi lain, melihat ada pergerakan dari kapal induk pihak lawan, kapal induk yang memimpin armada Gaia Mercenaries, juga ikut maju kedepan. Dengan satu sosok lelaki berperawakan tua, berdiri di ujung dek.
"Manajer Liang, apa maksudnya semua ini?" Tanya Dante. Kepada pria tua yang berdiri diujung dek kapal induk Gaia Mercenaries, begitu dua kapal induk sudah saling berhadapan dalam jarak relatif dekat.
Pria tua yang dipanggil Dante dengan sebutan Manajer Liang, tak lain adalah Manajer Gaia Mercenaries cabang Thousand Island, dimana seperti sudah di ketahui oleh setiap orang penghuni wilayah Kepulauan, memiliki markas cabang pada Laut Jingga. Pria tua itu sendiri, bernama lengkap Liang Jing. Dari Klan Liang, salah satu Klan terpandang South Region.
"Tuan Dante! Salam!" Jawab Manajer Liang. Menyempatkan memberi salam kepada Dante.
Satu tindakan yang hanya di sambut Dante dengan tatapan tajam, tak memberi salam balik apapun.
Disisi lain, melihat tanggapan tak ramah lawan bicaranya, Manajer Liang tampak tak menunjukkan perubahan ekspresi apapun, hanya membalas dengan satu senyum tipis.
"Berhenti basa-basi! Katakan saja, apa kalian akan menyingkir? Aku tak punya banyak waktu dengan omong kosong tak penting!" Ucap Dante. Saat Manajer Liang hanya memberinya satu senyuman tipis.
__ADS_1
Kalimat yang di ucapkan Dante, segera membuat Manajer Liang menarik senyumnya. Kehilangan ekpresi wajah ramah yang dari tadi ia pasang.
"Mohon maaf, kami hanya menjalankan misi dari pusat! Tak ada kelompok manapun, yang saat ini di perbolehkan melewati perbatasan Laut Jingga dan Laut Merah!" Jawab Manajer Liang.
"Hmmmm… Jadi memang sudah di putuskan? Kalian benar-benar memiliki afiliasi khusus dengan kawanan Bandit itu!" Ucap Dante. Semakin menajamkan tatapan matanya. Seraya sedikit membocorkan aura.
"Aku tak punya kewajiban apapun untuk menjawab pertanyaanmu itu!" Jawab Manajer Liang, dengan ekpsresi wajah tenang, ikut membocorkan auranya.
*Woooshhhh….!!!
Dua aura dari dua Knight berkelas Emperor, kini saling bentur satu sama lain, menyebabkan riak besar yang berakhir memunculkan gelombang pada air laut di sekitar lokasi.
Benturan aura ini, seketika membuat situasi menjadi mencekam. Memperberat hawa lingkungan sekitar. Badai besar bisa meledak kapan saja saat salah satu dari dua orang yang sekarang sedang saling tatap, memberi kata perintah bagi kelompok masing-masing, untuk melakukan pergerakan menyerang.
"Tuan Dante! Mengingat hubungan baik di masa lampau dari kedua kelompok, Aliansi 7 Lautan dan Gaia Son Paviliun, dimana kita sering melakukan kesepakatan dagang, pria tua ini ingin memberi satu saran baik!" Ucap Manajer Liang. Memecah keheningan dari situasi tegang yang sedang terjadi.
"Tarik mundur pasukanmu! Pihak Gaia Son Paviliun benar-benar sedang tak main-main saat ini! Jika kau secara sembrono tetap ingin memaksa maju, maka akan terjadi pertumpahan darah!" Lanjut Manajer Liang, dengan intonasi nada dingin yang sarat akan ancaman.
Bertepatan dengan Manajer Liang menyelesaikan kalimat, Dante dengan gerakan sangat cepat, menarik keluar dari dalam sarungnya sebuah bilah pedang yang selalu ia bawa pada pinggang.
*Trangg….!!!
Kemudian, dengan gerakan yang lebih cepat lagi, Dante kembali menyarungkan bilah pedang tersebut. Menyisahkan sedikit derak aliran Mana Listrik mengalir pada sarung pedang.
*Woooshhhh….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
Dan, detik berikutnya setelah Dante menyarungkan pedang, satu aliran Mana angin yang berhembus tajam, menerpa kapal induk Gaia Mercenaries. Diakhiri dengan satu derak Mana Listrik yang tanpa riak apapun, muncul pada leher beberapa tentara bayaran Gaia Mercenaries yang sedang berdiri diatas dek kapal induk. Derak Mana Listrik tersebut, menjadi pertanda sebelum masing-masing kepala, terlepas dari lehernya.
*Dukkkk….!!!
*Dukkk….!!!
*Dukkk….!!!
Beberapa suara benturan ringan berasal dari kepala-kepala yang jatuh pada lantai dek kapal induk, segera terdengar. Orang-orang ini terlihat mati dengan mata terbuka lebar, begitu terkejut karena tak tahu serangan macam apa yang baru saja menebas lehernya.
"Kami adalah Aliansi 7 Lautan! Dipimpin oleh Sinbad sang penakluk! Sejak kapan ada satu kelompok, yang dengan berani memberi perintah kepada kami! Terlebih diatas wilayah laut Thousand Island!" Dengus Dante. Dengan nada yang sangat dingin.
__ADS_1
"Bahkan jika itu adalah Eleanor Tribe, Aliansi 7 Lautan masih akan tetap maju kedepan! Apalagi hanya Gaia Son Paviliun!" Tambah Dante. Kemudian dengan gerakan ayunan tangan, memberi tanda pada armada besar yang ada di belakang, untuk bergerak maju kedepan.
"Jadi kau sudah memutuskan?" Gumam Manajer Liang. Dengan ekpsresi wajah datar.
"Sayang sekali, maka hari ini, tak bisa dihindarkan! Laut Jingga akan memerah dalam genangan darah!" Tambah Manajer Liang, seraya ikut memberi tanda agar armadanya bergerak maju kedepan.
***
(Sebuah pulau kecil, Laut Kuning)
*Slaaaassshhh….!!!
*Slaaaassshhh….!!!
Pada sebuah pulau yang merupakan markas salah satu kelompok Perompak besar anggota Aliansi 7 Lautan, puluhan Knight berpakaian serba hitam, sedang bergerak cepat menebas setiap anggota Perompak yang berdiri di hadapannya.
Aliran Mana Kegelapan yang bercampur dengan hawa membunuh intens, semerbak menyebar disekitar lokasi pertarungan setiap kali Knight berpakaian serba hitam, berhasil membunuh anggota Perompak.
"Sialan! Para Assassin Dark Guild ini!" Dengus seorang pria bertubuh kekar yang saat ini sedang di lindungi pada lingkaran formasi bertahan para anggota Perompak.
"Kapten! Mereka tak ada habisnya! Muncul dari berbagai arah yang tak terduga! Kita tak akan bertahan lebih lama lagi!" Seru salah satu anggota Perompak, kepada pria kekar yang sedang dilindungi oleh seluruh kelompok.
*Woooshhhh….!!!
*Slaaaammmmm….!!!
Bertepatan dengan kalimat yang di ucapkan sang anggota, aliran Mana Kegelapan ganas berbentuk ombak, tiba-tiba menyeruak keluar dari satu arah. Tanpa ampun melahap sebagian besar anggota Perompak yang membentuk formasi bertahan.
Membunuh orang-orang ini dalam dekapan Mana Kegelapan yang mengerikan. Sekaligus juga memecah formasi bertahan.
*Tapp….!!!
Sesaat kemudian, setelah formasi bertahan para Perompak telah terpecah, satu sosok mendarat tepat di hadapan pria kekar.
"Hmmmm… Brogadir! Kapten Perompak Paus Pembunuh!" Gumam sosok tersebut, yang memiliki lekuk tubuh seorang wanita.
"Cecil Black! Tetua Dark Guild cabang Thousand Island! Aku tak pernah menyangka akan ada saat dimana kita akan saling berhadapan dalam situasi seperti ini! " Jawab pria kekar yang sebelumnya di sebut Brogadir. Sembari mulai memasang tatapan tajam.
"Hmmm…. Asal kau tahu, saat ini, kepalamu itu memiliki harga yang cukup tinggi! Jadi, ijinkan aku mengambilnya, agar disaat terakhir dalam hidupmu, kau memiliki sedikit kegunaan bagi orang lain!" Tutup Cecil, seraya mulai mengaktifkan tatto segel Hell Orb di keningnya.
__ADS_1
"Mulut yang tajam! Seolah kau mampu!" Gumam Brogadir, dengan cepat berubah kedalam mode Meridian Knight.