Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
136 - Kastil Raja Dewa


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Enam orang yang telah terpilih oleh takdir, selamat datang di Kastil Raja Dewa Air!" Ucap satu suara misterius. Terdengar menggema di seluruh ruangan.


"Persiapkan diri kalian masing-masing! 1 jam lagi, tantangan akan di mulai!"


Suara misterius, menutup kalimat dengan satu intruksi agar setiap orang melakukan persiapan. Dan bersama intruksi tersebut, hening mulai membekap ruangan ketika tak ada lagi suara yang terdengar.


Keheningan hanya terpecah saat Theo yang tampak sedikit menaikkan salah satu ujung alisnya. Mulai berbicara.


"Kastil Raja Dewa Air ya? Aqua Sword, satu dari Mighty Sword lainnya!" Gumam Theo. Seraya melirik kearah Tremor Sword dan Blazing Sword di pinggang Sinbad.


Saat Theo jelas menjadi antusias, Razak disisi lain justru memasang raut wajah bingung. Masih belum mengerti dengan situasi yang terjadi. Bagaimanapun juga, bocah ini beberapa menit lalu masih terlibat pertarungan sengit melawan Dante, sampai tiba-tiba cahaya terang berwana biru, menarik paksa tubuhnya.


Sementara Sinbad dan Dante, meskipun memang memasang wajah antusias, namun terlihat lebih tenang.


"Hmmmm… Sepertinya kau dan Dante akan lebih banyak memimpin setelah ini, karena jelas sekali hanya kalian berdua yang benar-benar sudah berpengalaman!" Ucap Theo.


"Yahhh… Dalam perjalanan menaklukan Kastil Raja Dewa Api dan Kastil Raja Dewa Tanah, Dante memang turut serta bersamaku!" Jawab Sinbad.


"Sebisa mungkin, orang yang ada disini, harus bisa menyelesaikan tantangannya masing-masing dari Master penguasa Kastil Raja Dewa! Karena tiap tantangan yang berhasil di selesaikan, memiliki hadiah yang tak biasa!" Lanjut Sinbad.


"Wahhh, hadiah tak biasa? Biar kutebak, itu sejenis Kristal Plant Bunga Udumbara Halilintar dan juga Kristal Beast Qilin Petir!" Tanggap Theo. Sembari mulai memasang senyum tipis. Kini ganti melirik kearah Dante.


"Benar!" Jawab Sinbad.


"Dante mendapat Kristal Plant Bunga Udumbara Halilintar saat menyelesaikan Kastil Raja Dewa Api, sementara Kristal Beast Qilin, pada Kastil Raja Dewa Tanah!" Lanjut Sinbad.


"Namun, aku tak menjamin akan selalu Kristal Plant dan juga Kristal Beast Legendaris sebagai hadiahnya! Beberapa yang lain, mendapat hadiah tak kalah luar biasa! Itu seperti tiap Master dari Kastil Raja Dewa, sangat memahami kebutuhan paling cocok bagi siapapun yang telah berhasil menyelesaikan tantangan," Tutup Sinbad.


"Lalu Mighty Sword?" Tanya Theo lagi.


"Hei Sin…!!!"


Belum sempat Sinbad kembali menjawab pertanyaan Theo, Dante yang dari tadi memandang kedua orang tersebut dengan tatapan heran, tiba-tiba memotong.


"Seharusnya ada yang perlu kau jelaskan sekarang!" Lanjut Dante. Menatap tajam kearah Kaptennya.

__ADS_1


Bagaimana Dante tak merasa heran, Sinbad dan Theo jelas-jelas adalah dua orang pemimpin utama dari Kelompok yang sedang saling bertempur.


Melihat kini dua orang yang sebelumnya bertarung mati-matian justru malah mengobrol santai satu sama lain, Dante tentu merasa ada yang aneh.


"Ohhh… Benar! Kau harus tau situasi-nya!" Ucap Sinbad.


"Aku telah memutuskan untuk membentuk aliansi dengan orang ini!"


Mendengar kalimat jawaban santai dari Sinbad. Dante segera memasang raut wajah tertegun.


"Aliansi? Yang benar saja!" Ucap Dante.


"Yahh… Aliansi, memang kenapa? Ada yang salah dengan itu?" Tanya Sinbad. Mulai mengerutkan kening.


"Hei…!!! Aku sendiri tak masalah kau mau membuat aliansi atau apapun! Karena pasti dirimu punya pertimbangan sendiri! Dan untuk rinciannya, bisa dijelaskan nanti!" Tanggap Dante.


"Tapi apa kau lupa, diluar sana, kedua kelompok masih saling bertempur satu sama lain! Tak ada yang tahu keputusan antar dua pemimpin ini!" Lanjut Dante. Kini tak bisa menahan kekesalan.


"Hmmmm… Mau bagaimana lagi? Siapa juga yang menduga bahwa Kastil Raja Dewa Air tiba-tiba muncul dan menarik kita!" Ucap Sinbad.


"Haaahhh…!!" Dengus Dante. Begitu kembali mendengar jawaban santai Sinbad. Sebelum mengalihkan pandangan pada Theo.


"Boss Besar Bandit Serigala! Apa kau tak punya beberapa metode untuk berkomunikasi dengan kelompokmu?" Tanya Dante.


"Hmmmm… Dari tadi aku sudah mencobanya, tapi tak bisa di pakai! Kastil Raja Dewa Air memiliki mekanisme formasi kuno yang menyebabkan semua usaha untuk berkomunikasi dengan dunia luar, sepenuhnya terputus!" Jawab Theo.


"Ini benar-benar buruk!" Gumam Dante.


"Yahhh… Itu benar! Lagipula, kau juga tahu bahwa aliran waktu di dalam Kastil Raja Dewa, itu tak sama dengan dunia luar! Jadi meski kita menghabiskan waktu cukup lama disini, itu tak akan terlalu lama di dunia luar!" Sahut Sinbad.


"Wahh… Aku baru tau tentang itu! Bisa lebih rinci?" Tanya Theo.


"Masalah-nya tidak ada rincian pasti! Karena tiap Kastil Raja Dewa, tampak memiliki mekanisme perbandingan waktu yang berbeda-beda!" Ucap Sinbad.


"Ketika menyelesaikan Kastil Raja Dewa Api, itu memerlukan 1 bulan bagiku! Namun di dunia luar, ternyata masih belum ada satu hari sejak kami masuk!"


"Kastil Raja Dewa Tanah lebih gila lagi! Hanya aku dan Dante yang berhasil keluar dari enam orang terpilih. Kami berdua menyelesaikan tantangan hampir setengah tahun! Tapi ketika telah keluar, itu masih belum ada 2 jam dari waktu kami masuk!" Tutup Sinbad.


"Wahhh… Sungguh menarik!" Gumam Theo.


Penjelasan Sinbad, segera membangkitkan minat Theo. Karena bagaimanapun juga, Kastil Raja Dewa, seperti memiliki mekanisme formasi waktu yang mirip dengan Gerbang Dosa.


'Siapapun yang menciptakan Kastil ini, pasti memiliki kendali akan aliran Mana Waktu!' Gumam Theo dalam hati.


"Boss…!!!"


Theo masih tampak jatuh pada pemikiran mendalam, sampai tiba-tiba, Razak yang dari tadi hanya diam mengamati setiap orang yang sedang mengobrol. Akhirnya membuka suara.

__ADS_1


"Ya…!" Jawab Theo. Reflek menoleh kearah Razak.


"Hmmmm…!!"


Namun, begitu Theo melihat Razak, raut wajahnya seketika berubah sedikit terkejut.


"Luar biasa!"


"Pelatihan macam apa yang di beri Sasi padamu!" Tanya Theo. Saat akhirnya menyadari aura yang memancar keluar dari tubuh Razak adalah aura seorang Knight berkelas Emperor.


"Itu…"


Pertanyaan Theo, entah kenapa seperti sulit di jawab oleh Razak.


Dan begitu melihat raut wajah Razak yang untuk pertama kali tampak sulit menjawab pertanyaannya, Theo segera mengerutkan kening untuk beberapa saat. Sebelum hanya satu detik berikutnya, ekspresi wajahnya kembali normal.


"Lupakan! Tak perlu menjawab!" Ucap Theo.


Kata-kata yang disambut oleh Razak dengan mulai memasang ekspresi lega.


Bagaimanapun juga, Theo paham bahwa didunia ini, ada satu atau dua hal yang tak perlu untuk dimasuki terlalu dalam. Salah satunya adalah metode mengajar seorang Master kepada muridnya.


"Yang jelas, Sasi sebagai Mastermu, telah menepati janjinya! Kau keluar dari latihan tertutup, sebagai Knight yang benar-benar berbeda!" Ucap Theo.


"Ya…!" Jawab Razak singkat. Tatapan penuh keteguhan, terpahat di wajahnya.


"Tapi Boss, apa kau bisa menjelaskan padaku tentang yang sebenarnya terjadi?" Tanya Razak. Meskipun memang dari tadi ia terus diam mendengarkan dengan seksama obrolan setiap orang. Bocah lugu ini yang minim pengalaman, masih benar-benar belum bisa memahami situasi yang sebenarnya.


"Akan kujelaskan! Tapi sembari merawat dua wanita yang ada disana!" Ucap Theo. Mulai berjalan untuk memeriksa kondisi Hella dan Iris. Sementara Razak, mengikuti di belakang.


"Apa perlu merawat Nona muda Eleanor Tribe itu juga?" Tanya Sinbad. Begitu mendengar kata-kata Theo.


"Tentu saja perlu!" Jawab Theo singkat.


"Hahhahaha…! Baiklah! Aku menangkapnya sekarang! Dasar kau lelaki picik!" Jawab Sinbad.


"Tapi ingat, waktu yang tersisa tak lebih dari satu jam!" Lanjut Sinbad. Sebelum ganti melirik kearah Dante.


"Kenapa kau masih tampak cemas? Katakan padaku! Kau pasti menyimpan satu atau dua hal aneh yang berhubungan dengan situasi di luar!" Ucap Sinbad.


"Hmmmm… Kau masih ingat laporanku tentang kunjungan dari Barbarian Tribe?" Tanya Dante.


Mendengar pertanyaan Dante. Sinbad segera mengerutkan kening.


"Kau sialan! Lagi-lagi menyiapkan rencana aneh sebagai cadangan tanpa sepengetahuanku!" Ucap Sinbad. Segera paham apa yang di maksud oleh Dante.


---

__ADS_1


Note :


Absen woe, jangan pelit, pinjam jempol bentar. Turun banget dua hari ini. Hmmmm...


__ADS_2