
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*BOOOOMMMM….!!!!
Letupan maha dahsyat, dimana meluluh-lantakkan cakupan wilayah sangat luas, menggema memekakkan telinga saat tubuh Banteng Hitam yang sudah tak mampu lagi menahan gejolak aliran Mana Kegelapan dalam ranah jiwa, akhirnya meledak.
Imbas dari dahsyatnya ledakan, sampai membuat Theo harus menggunakan seluruh Rantai Emas yang berjumlah ratusan, bergerak menyelimuti seluruh tubuhnya. Membentuk sebuah balok penghadang. Menahan agar sebaran daya rusak dari ledakan dahsyat yang baru saja terjadi, tak sampai mengenai tubuhnya secara langsung.
Namun, meskipun telah sepenuhnya membekap tubuh dengan balutan Rantai Emas, nyatanya itu tetap tak mampu memberi keamanan maksimal bagi Theo.
Tubuh Theo terpental cukup jauh, sementara Rantai-rantai emas yang membekap tubuhnya, terlihat mulai retak pada beberapa bagian. Digerogoti dengan cepat oleh Mana Kegelapan ganas yang menyebar luas bersamaan dengan ledakan yang terjadi.
Sampai akhirnya, Theo yang merasa rantai-rantai emas tak akan bertahan lebih lama, hanya akan membuatnya menerima luka dalam jika terus memaksa mempertahankan teknik sampai pecah, secara tanggap segera memilih untuk membatalkan teknik dengan kehendak sendiri.
*Wuuungg…!!!
Dengunan keras mulai terdengar begitu Theo menarik tekniknya. Derak Api Surgawi keemasan perlahan padam, dilanjutkan dengan rantai cahaya dalam sekejap menyebar luas, berubah menjadi aliran Mana Cahaya normal. Sebelum tertarik masuk sepenuhnya kedalam tubuh Theo.
Dengan dibatalkannya teknik rantai cahaya, Theo tanpa menunda ganti merilis teknik Iron Body, menyelubungi seluruh bagian tubuh dengan aliran Mana Besi padat.
Hanya saja, meski Theo telah menahan gelombang paling dahsyat dan merusak dari sebaran Mana Kegelapan ganas ledakan ranah jiwa Banteng Hitam, ditambah dengan posisinya yang juga telah berada cukup jauh dari pusat ledakan karena sebelumnya sempat terpental, tetap saja, sebaran sisa Mana Kegelapan, masih memberi efek merusak yang lumayan parah pada teknik Iron Body.
Tubuh berlapis Mana Besi padat Theo, dikerubungi oleh Mana Kegelapan ganas. Seperti layaknya makhluk hidup, Mana Kegelapan yang sebenarnya hanya sisa-sisa sebaran ledakan tersebut, terus berusaha masuk kedalam tubuh Theo dengan mengkorosi Mana Besi teknik Iron Body.
Keganasan Mana Kegelapan, berlangsung untuk beberapa saat, sampai Theo melakukan tindakan antisipasi. Ia dengan lihai, kembali menyebar aliran Mana Cahaya untuk menekan balik Mana Kegelapan sisa pada tubuhnya.
__ADS_1
Merasa masih kurang, Theo menambah antisipasinya dengan menyebar Mana Kegelapan milik sendiri, coba menenangkan keganasan Mana Kegelapan Banteng Hitam sembari terus mendorong balik dengan Mana Cahaya.
Menggunakan dua langkah kombinasi Mana Cahaya dan Kegelapan tersebut, baru Theo akhirnya bisa lepas dari efek buruk Mana Kegelapan sisa ledakan tubuh Banteng Hitam. Theo menutup aksi, dengan menelan sebuah Pill obat pemulih luka fisik.
"Wahhh… Aku sudah menduga bahwa itu akan cukup kacau jika meledakkan ranah jiwa Demonic Beast sekelas Emeperor tahap Langit, tapi benar-benar tak menyangka akan sedemikian parah!" Gumam Theo. Sembari mengambil nafas berat.
Theo jelas paham bahwa ia baru saja lolos dari maut. Karena salah langkah sedikit saja, tak melakukan antisipasi dengan tepat, itu jelas nyawanya sudah melayang dalam peristiwa tadi.
Masih menikmati perasaan lega dalam dirinya, Theo meluangkan waktu untuk melakukan pengamatan menyeluruh pada lingkungan sekitar.
"Hmmmm…." Gumam Theo pelan, saat tatapan matanya, menangkap keberadaan Boss Lembah berwujud Badak raksasa.
Makhluk menyeramkan tersebut, sekarang sedang dalam situasi terluka cukup parah. Jelas sekali tak melakukan antisipasi yang cukup dalam peristiwa ledakan sebelumnya, karena bagaimanapun juga, peristiwa tersebut memang terjadi begitu cepat. Benar-benar tak terduga.
Sementara itu, jika Boss Lembah berbentuk Badak raksasa saja yang berlokasi cukup jauh dari sumber ledakan saat ini berakhir mendapat luka parah pada sekujur tubuh, jangan ditanya lagi nasib dari Boss Lembah lainnya, Demonic Beast berwujud Semut Merah yang berada tepat di lokasi terjadinya ledakan, telah lenyap menjadi debu bersama dengan Banteng Hitam.
'Oe bocah! Tindakan sembrono barusan, meledakkan ranah jiwa sesosok makhluk berkelas Emperor tahap Langit, apakah itu memang sudah kau rencanakan sebelumnya? Atau hanya reaksi spontan?' Tanya Ernesto tiba-tiba. Sebuah pertanyaan yang segera memecah situasi hening yang sedang dinikmati oleh Theo.
'Jawab saja, apa susahnya! Kau sendiri suka sekali memperumit hal yang sebenarnya cukup sederhana!' Dengus Ernesto.
'Anggap sebagai imbal balik atau sedikit bentuk terimakasih karena aku telah bersusah payah membantu proses pengisian ulang Mana Listrik Merah dengan lebih cepat!' Lanjut Ernesto, terus mendesak.
"Hmmmm… Padahal juga itu termasuk kebutuhanmu sendiri, kau tak punya pilihan lain selain ikut membantu jika tak ingin aku mati! Dimana tentu saja jika itu benar-benar terjadi, membawamu mati juga dalam prosesnya."
"Jadi, tak ada yang berhutang terimakasih apapun disini, bahkan jika diruntut lebih dalam, itu harusnya kau yang berterima kasih kepadaku karena masih mampu tetap hidup sampai sekarang!" Ucap Theo.
'Bocah!'
Mendengar jawaban acuh Theo, Ernesto segera kehilangan kesabaran. Membentak kesal.
"Meledaknya ranah jiwa Banteng Hitam, memang merupakan rencanaku dari awal!" Ucap Theo. Memotong kalimat makian yang hendak dilontarkan oleh Ernesto.
__ADS_1
"Namun, membawa serta Boss lain dalam prosesnya, merupakan tindakan spontan." Lanjut Theo.
"Terimakasih pada ayah angkatku, Dewa Keberuntungan yang agung, dimana telah menuntun dua Boss Lembah lain, datang kesini pada waktu yang sangat tepat!" Tutup Theo. Akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan Ernesto. Sekedar tak ingin lagi mendengar ocehannya.
*Taappp…!!!
Theo menutup kalimat, dengan melakukan gerakan menerjang kedepan. Menyasar lurus kelokasi dimana Boss Lembah berwujud Badak raksasa, tengah berusaha memulihkan kondisi luka-luka pada tubuhnya.
"Baiklah, mari selesaikan tantangan Kung-Peng pada Lembah Demonic Beast pertama ini!" Gumam Theo. Seraya mulai memasang seringai lebar. Bersama mengembangkannya seringai tersebut, derak Api Surgawi, kembali menyala terang pada dua kepalan tangan Theo.
"ROAAARR…!!!"
Disisi lain, Badak raksasa yang tentu saja menangkap aura Theo bergerak mendekat, menyambut dengan mulai meraung liar. Seketika menghentikan proses pemulihan yang sedang ia lakukan. Mengangkat tinggi-tinggi senjata tombak bermata cula raksasa yang sedari awal selalu ia panggul pada pundak kanan.
*Woooshhhh….!!!
*Boooommmm….!!!!
Theo yang melihat pihak lawan memasang sikap bertahan, segera mengeksekusi teknik Absolute Zero menggunakan derak liar Api Surgawi.
Api Surgawi meledak dalam intensitas tinggi, membakar apapun yang ada disekitar.
Badak raksasa, mengantisipasi serangan dahsyat Theo dengan meledaknya aliran Mana Tanah bercampur Kegelapan intens pada Cula raksasa pada ujung tombaknya. Sepenuhnya menahan serta membelokkan aliran Api Surgawi yang hendak membakar tubuhnya.
Namun, tepat ketika teknik ledakan Mana liar dari senjata tombak Badak raksasa selesai di eksekusi, dimana nenyebabkan senjata tersebut kini dalam situasi penstabilan ulang, hal yang sama seperti senjata Gada Raksasa milik Banteng Hitam, Theo yang sudah memperhitungkan hal tersebut, segera kembali mengeksekusi teknik Rantai Emas, melempar gelombang rantai untuk mengetuk beberapa kali pada titik-titik tertentu.
Satu gelombang mengetuk ujung senjata tombak yang berbentuk cula, sementara gelombang lain, mengetuk jari-jari pihak lawan. Diakhiri Theo melancarkan gelombang rantai lainnya untuk mengetuk dada Badak raksasa tepat ketika genggamannya pada senjata Tombak, mulai melemah.
*Boooommmm…!!!
Ketukan terakhir, menyebabkan Boss Badak raksasa, terpisah dari senjatanya. Satu hal yang disambut oleh Theo dengan melebarkan seringainya, sebelum mulai tertawa lantang.
__ADS_1
"Hahahaa…! Kalian ini, hanyalah Demonic Beast berkelas Emeperor tahap Langit palsu! Aku sekarang menjadi penasaran, siapa sosok yang telah membantu kalian sampai pada tahap ini! Khususnya dengan cukup mencengangkan, bisa memiliki teknik penempaan unik dimana membuat kalian memiliki senjata-senjata penstabil ranah jiwa itu!" Ucap Theo. Menatap penuh minat pada senjata Tombak milik Badak raksasa yang kini tergeletak pada tanah tak jauh dari lokasi ia berdiri.