
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Ohhh… Manajer!" Ucap Madam Es. Begitu melihat sosok lelaki muda di hadapannya.
"Hmmmm… Apa yang kau perlukan disini sampai begitu tergesa?" Tanya Madam Es.
Mendengar pertanyaan Madam Es, sang manajer tampak menyempatkan untuk mengatur nafas barang sejenak. Sebelum akhirnya mulai menjawab.
"Aku datang kesini, untuk bertemu dengan tuan muda ini secara langsung!" Jawab sang manajer. Mengalihkan tatapan kearah Theo.
"Tuan muda, penjaga stan penyambutan di lantai 1 mengatakan bahwa kau ingin menawarkan beberapa bisnis tambahan kepada kami? Selain tentu saja, juga menjual item ruang penyimpanan berbentuk cincin milikmu!" Ucap Manajer Paviliun Harta. Sembari memasang senyum ramah.
"Yahh… Memang seperti itu! Oleh karena-nya, aku ingin bertemu langsung denganmu untuk membahas detail harga!" Tanggap Theo.
Mendengar jawaban Theo, raut wajah manajer Paviliun Harta segera berubah cerah.
"Jadi, selain item ruang penyimpanan berbentuk cincin, kau ingin menawarkan item apalagi pada kami?" Tanya sang manajer.
Theo hendak menjawab bahwa ia ingin membahas hal bersangkutan dengan bisnis yang hendak ia tawarkan sembari berjalan di sekitar lantai tiga. Melihat sumberdaya berharga yang di jual Paviliun Harta di tempat tersebut.
Namun, belum sempat ia mengutarakan keinginannya, Madam Es yang sempat diam mendengarkan, tiba-tiba mendahului bicara.
"Manajer, mohon maaf! Bukankah lantai 3 bisnis level 5 adalah otoritasku?" Tanya Madam Es.
Pertanyaan yang membuat manajer Paviliun Harta, segera menoleh untuk melihat kearah sang wanita tua. Tampak jelas dari raut wajahnya, ia kesulitan untuk menjawab.
Reaksi sulit yang ditampilkan sang manajer, tentu saja tak terlewat dari pengamatan Theo.
'Hmmmm… Sepertinya meski orang ini adalah manajer, tapi Madam Es merupakan sosok paling senior di tempat ini!' Gumam Theo dalam hati.
"Tuan muda, Madam Es ini bukanlah sosok sembarangan! Ia adalah salah satu tetua yang sebenarnya merupakan petugas Paviliun Harta cabang salah satu kota besar!" Bisik Gugio.
__ADS_1
Seolah paham dengan raut wajah Theo, Gugio yang ada di sebelah, memberi penjelasan.
"Karena suatu alasan tertentu, persaingan politik ketat di cabang besar, Madam Es akhirnya terdampar di tempat ini!" Tutup Gugio.
"Hmmmm… Jadi seperti itu!" Gumam Theo. Sebelum akhirnya mulai mengambil satu langkah kedepan.
Manajer masih terlihat diam sembari memasang wajah sulit ketika Theo angkat bicara.
"Tuan manajer, begini saja," Ucap Theo. Membuka kalimat yang hendak ia sampaikan.
"Sebenarnya tujuan utama kami datang kesini adalah untuk menjual sumberdaya dari potongan-potongan tubuh Kalajengking Haus Darah!"
"Untuk bisnis tambahan yang sebelumnya kutawarkan, hanya tindakan spontan dariku yang memang tertarik melihat sumberdaya kalian di lantai 3 stan bisnis level 5!"
"Jadi, anda mungkin bisa membuat pengaturan pada tujuan bisnis utama kami! Yakni menghitung total harga dari sumberdaya Kalajengking Haus Darah!"
"Sementara urusan menemaniku dan membicarakan bisnis tambahan, biar di tangani oleh Madam Es sebagai petugas resmi stan bisnis level 5 lantai 3 ini!" Tutup Theo. Memberi solusi pada situasi canggung sang manajer.
Theo tampak sengaja menciptakan situasi yang bisa di pakai sang Manajer untuk keluar dari situasi sulit, sembari masih tetap mempertahankan harga dirinya.
Bagaimanapun juga, Theo yang merupakan seorang Boss Besar, pemimpin sebuah kelompok dalam skala jumlah besar, saat ini sedikit banyak paham apa yang dihadapi oleh sang manajer.
"Begitu juga bagus!" Jawab sang manajer. Meskipun masih memasang raut wajah sedikit tak senang. Ia dengan cerdik menangkap maksud Theo.
"Terimakasih!" Ucap sang manajer untuk terakhir kali kepada Theo. Sebelum memberi lirikan pada Gugio dan Gris, secara tak langsung meminta agar keduanya mengikuti.
Gugio dan Gris, pergi meninggalkan lantai 3 untuk mengikuti sang manajer, menuju ruang pribadinya di lantai 2.
"Baiklah Madam Es, bisa kita mulai tur-nya?" Tanya Theo, tepat ketika semua orang telah meninggalkan tempat.
Mendengar kata-kata Theo, Madam Es menyempatkan memasang senyum sederhana. Sebelum akhirnya mulai berjalan keluar dari balik stan jaga.
"Jelaskan padaku, prioritas utama dari jenis sumberdaya yang sedang kau cari?" Tanya Madam Es kepada Theo. Sembari berjalan kearah bagian depan ruang display rak dagang Paviliun Harta bisnis level 5.
"Hmmmm… Kita bisa memulai dengan sumberdaya yang berhubungan dengan Alchemy!" Ucap Theo.
"Oh…! Kau seorang Alchemist?" Tanya Madam Es. Membuka salah satu pintu di ruang lantai tiga yang pada bagian atasnya, memiliki plakat bertuliskan Pill dan bahan-bahan obat.
"Bisa dibilang begitu!" Tanggap Theo singkat.
Ditemani oleh Madam Es yang memberi penjelasan tentang segala macam pill dan sumberdaya bahan obat, Theo menghabiskan sekitar setengah jam di dalam ruang display.
__ADS_1
Theo sendiri, cukup puas dengan kualitas dan jumlah persediaan yang dimiliki oleh Paviliun Harta. Meskipun memang tak sebagus milik Gaia Treasure, namun dengan penyesuaian tertentu, Theo merasa cukup mampu untuk memakai dan mengolah jenis-jenis bahan obat di Tartarus Land.
Sementara untuk Pill yang sudah jadi, sama sekali tak ada yang menarik minat Theo. Meskipun menurut Madam Es Pill-Pill tersebut adalah kualitas terbaik, di mata Theo, hampir seluruhnya adalah sampah.
Sama seperti teknik penempaaan yang masih cukup tertingal jika dibanding di Gaia Land, bidang Alchemist di Tartarus Land, ternyata juga masih cukup tertingal menurut Theo.
Setengah jam yang dihabiskan Theo, diakhiri dengan kesepakatan barter. Dimana Theo menukar satu Spacial Ring, dengan hampir seluruh stok bahan obat milik Paviliun Harta.
Tur Theo, kemudian dilanjutkan ke ruang display bahan penempaan. Dan seperti ruang sebelumnnya, dalam tur ini, Theo mengosongkan hampir seluruh persediaan milik Paviliun Harta. Ditukar dengan satu Spacial Ring.
Jika saja Madam Es tau bahwa dengan semua bahan yang di borong Theo bisa ia pakai untuk membuat lebih dari 20 Spacial Ring baru, sedangkan untuk mendapatkan seluruh bahan tersebut Theo hanya perlu mengeluarkan 1 Spacial Ring sebagai biaya pertukaran, tentu senyum penuh kemenangan yang dari tadi menghiasi wajah Madam Es karena merasa telah mendapat untung besar dari kesepakatan, akan lenyap di ganti dengan muntah darah.
Dalam kesepakatan ini, yang sepenuhnya diuntungkan hanyalah Theo. Itu seperti ia sedang berjalan santai merampok Paviliun Harta. Perampok VIP yang di temani langsung oleh salah satu sosok terpenting bandar dagang tersebut.
"Baiklah, kemana selanjutnya kau ingin pergi? Ruang item, armor, dan senjata?" Tanya Madam Es. Begitu ia dan Theo keluar dari ruang display bahan penempaan.
"Tidak perlu!"
"Antar aku ke-ruang sumberdaya dari sisa tubuh Demonic Beast!" Jawab Theo.
"Ohhh… Kau sedang mencari Demonic Core?" Tanya Madam Es.
"Demonic Core?" Gumam Theo untuk sesaat. Sebelum akhirnya bisa menduga bahwa Demonic Core adalah sebutan dari Kristal Beast di Tartarus Land.
"Aku tak begitu tertarik dengan Demonic Core!" Jawab Theo.
"Itu Daging!"
"Aku ingin melakukan pertukaran terakhir dengan mengambil seluruh daging Demonic Beast kualitas terbaik yang kalian miliki!" Tambah Theo.
"Daging kualitas terbaik?" Tanya Madam Es. Tampak mengerutkan kening.
"Benar! Utamakan daging dari Demonic Beast kelas tinggi!" Ucap Theo.
"Hmmmm… Cukup aneh! Tapi terserah! Tentu kami punya! Kearah sini!" Balas Madam Es. Berjalan kesalah satu sudut lain ruangan.
----
Note :
Ada Thomas.
__ADS_1