Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
31 - Tim Gurun Purba


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gurun Purba. Kemah Besar kelompok Bandit Menara Langit)


"Hmmmm… Jadi bagaimana? Sebelumnya kau bilang hanya akan menyampaikan rencana setelah pasukan Bandit Serigala yang telah dijanjikan oleh Boss Besar, sampai disini!" Ucap Thomas, di dalam kemah rapat Kelompok Bandit Menara Langit.


Di sebelah Thomas sendiri, Darsa dalam diam ikut mendengarkan, menunggu jawaban dari Bianca yang saat ini sedang duduk santai pada kursinya sembari mengangkat kedua kaki diatas meja.


"Yah, aku memang mengatakan itu!" Jawab Bianca singkat. Dengan nada acuh.


Melihat sikap Bianca, muka bulat Thomas segera menjadi sedikit memerah. Tampak sudah jengah dengan sikap seenaknya yang dalam beberapa hari belakangan di tunjukkan oleh gadis tersebut.


"Bahhh….! Kau lebih baik sedikit bersikap serius! Kelompok Bandit Serigala tak punya banyak waktu untuk bermain-main!" Bentak Thomas.


Bentakan si Gendut, nyatanya hanya disambut Bianca dengan gerakan santai menurunkan kedua kakinya. Kemudian justru mulai menuangkan minuman keras pada sebuah mangkuk, meminum dalam sekali jalan.


"Haaaahhhh….!!" Gumam Bianca, sembari membanting mangkuk keatas meja.


"Tidak bisakah kau bersikap santai sedikit?" Dengus Bianca kemudian. Menatap remeh kearah Thomas.


"Santai kau bilang?" Gumam Thomas.


"Asal kau tahu! Saat aku sedang terdampar di tempat asing yang membosankan ini, bersama dengan orang-orang konyol sepertimu dan muka kain di sebelahku, para anggota kelompok Bandit Serigala yang lain sedang melakukan ekspedisi khusus dimana jelas sangat menarik, ke wilayah Kepulauan!" Dengus Thomas.


"Jadi, aku tak punya banyak waktu! Segera selesaikan aliansi kita! Agar aku bisa cepat menyusul Boss Besar dan anggota lainnya!" Tutup Thomas, dengan intonasi nada kesal.

__ADS_1


"Hmmmmm… Seperti aku peduli saja apa yang sedang kelompok kalian lakukan!" Jawab Bianca.


Jawaban yang tentu saja membuat Thomas semakin merasa panas.


"Bahhh….! Kenapa juga Boss Besar memilih untuk membuat aliansi! Tak seperti biasanya saja! Itu akan lebih mudah jika kita melenyapkan atau menaklukan kelompok Bandit Menara Langit tak berguna ini!" Ucap Thomas.


"Hahhahahah….! Tak semua masalah bisa di selesaikan dengan memusnahkan atau memaksakan! Sama halnya dengan tak semua situasi bisa di atasi Boss Besarmu dengan cara umum seperti biasanya! Akan selalu ada kondisi khusus!" Jawab Bianca.


Mendengar kata-kata Bianca, Thomas tampak akan kembali menanggapi dengan amarah, sebelum dengan cepat, Darsa yang dari tadi hanya diam mendengarkan, tiba-tiba memotong. Maju satu langkah.


"Gadis muda!" Ucap Darsa. Sembari menatap tajam kearah Bianca.


"Hentikan untuk terus mencoba bermain-main! Aku tahu kau memiliki suatu rencana! Jadi, cepat katakan saja! Jika tidak, maka hari ini juga aku akan membawa seluruh pasukan Kelompok Bandit Serigala meninggalkan tempat! Menyusul kelompok utama yang telah berada di wilayah Kepulauan!" Tambah Darsa, dengan intonasi nada yang sangat dingin.


"Aku tak tahu kesepakatan apa yang telah kau buat dengan Boss Besar, namun yang jelas, melihat gadis sepertimu berakhir menerima kesepakatan ini, bisa kuduga bahwa kau adalah orang yang membutuhkan! Sedangkan Boss Besar adalah yang menawarkan!"


"Jadi, ketika nanti bertemu dengan Boss, aku hanya tinggal mengatakan kepadanya bahwa kau membatalkan kesepakatan!" Tutup Darsa. Menarik tatapan tajamnya. Ganti memasang ekspresi wajah tak peduli. Kemudian menoleh kearah Thomas.


"Dan kau Thomas! Boss Besar secara khusus mengirim kau dan aku ketempat ini, pastinya dengan pertimbangan tertentu! Dimana jelas terkait erat dengan masalah negosiasi menghadapi gadis ini!" Ucap Darsa.


"Kepercayaan sebesar itu, harusnya tak teralihkan oleh otak panas! Apa yang sebenarnya terjadi pada kepalamu itu?"


"Diam kau muka kain! Semakin membuat kesal saja! Itu sudah cukup gadis sialan ini yang bersikap menyebalkan!" Dengus Thomas.


Sebenarnya, yang tidak di ketahui oleh Darsa adalah, alasan kenapa Thomas begitu kesal saat tidak menjadi bagian dari kelompok ekspedisi wilayah Kepulauan, itu karena dengan tak menjadi anggota tim ekspedisi, berarti si Gendut kehilangan kesempatan untuk mendapatkan harta.


Menurut si Gendut, dengan berada di wilayah Kepulauan, ia jelas memiliki kesempatan mendapatkan harta lebih banyak. Mengingat target yang mereka miliki, bisa dibilang cukup fresh. Yakni kawanan Perompak. Hal berbeda jelas ada di wilayah Gurun, dimana sudah menjadi satu wilayah buntu bagi kelompok Bandit Serigala.


Pada wilayah Gurun, hanya dua kelompok Bandit yang belum di taklukkan oleh Bandit Serigala, yakni Kelompok Bandit Menara Langit, serta kelompok Bandit Malam Berbintang. Satu telah diputuskan menjadi aliansi khusus, sementara satu lagi merupakan kelompok Bandit terkuat dengan tiga anggota berkelas Emperor.


Situasi yang jelas membuat si Gendut dimana memiliki sifat kikir, merasa sangat kesal setiap saat. Perasaan yang sama ketika ia tak diajak Theo untuk berkunjung ke Death Arena terakhir kali.


"Bahhh…! Cepat katakan apa rencananya!" Bentak Thomas. Kembali mengalihkan semua kekesalannya kepada Bianca.


Bianca sendiri, tak segera memberi jawaban, gadis ini melirik Darsa untuk beberapa saat, sepenuhnya mengabaikan Thomas, sebelum mulai berjalan kesalah satu sudut ruang yang terdapat sebuah Spirit Beast berbentuk burung elang gurun, hinggap pada sebuah tiang kayu.

__ADS_1


Dengan gerakan lembut, Bianca mengusap kepala Burung Elang tersebut, kemudian mengambil sebuah gulungan kertas kecil yang terikat pada salah satu kaki sang Spirit Beast.


"Kalian tak akan bisa menjatuhkan benteng hanya dalam satu malam! Jadi, berhenti bersikap terburu-buru!" Ucap Bianca, seraya membuka gulungan kertas.


"Bagaimanapun juga, Kelompok Bandit Malam Berbintang, memiliki alasan khusus kenapa di sebut sebagai kelompok Bandit terkuat! Hal ini bukan hanya karena jumlah Emeperor dalam kelompok mereka, adalah yang paling banyak diantara kelompok Bandit lainnya!" Lanjut Bianca, akhirnya mulai membuka rencana.


"Lanjutkan!" Ucap Darsa.


Mendengar itu, Bianca menyempatkan untuk kembali menenggak minuman keras koleksinya, sebelum mulai kembali melanjutkan.


"Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang, adalah sebuah benteng alami! Terletak pada sebuah tebing yang sangat curam dan memiliki banyak sekali lereng yang membentuk labirin!" Lanjut Bianca.


"Itu perlu beberapa waktu bagi orang-orangku untuk menyelinap dan mencari rute tercepat, serta paling aman untuk bisa di pakai menerobos masuk!"


"Dan setelah beberapa hari, seperti kalian lihat, baru hari ini rute tersebut, telah berhasil di tentukan!" Tutup Bianca, seraya memainkan gulungan kertas yang ada di tangannya.


"Hmmmm… Jadi dengan telah di tentukannya rute, kita bisa menyerang kapan saja?" Tanggap Thomas.


"Dungu!" Dengus Bianca, begitu mendengar kata-kata Thomas.


"Jika kau terus bersikap buru-buru! Maka itu akan lebih baik untukku bergerak seorang diri! Meskipun tingkat keberhasilan rendah, setidaknya aku tak satu tim dengan orang-orang konyol sepertimu!" Tambah Bianca.


Satu kalimat yang membuat Thomas menggertakkan gigi-giginya. Namun tak bisa memberi tanggapan apapun. Karena menerima tatapan tajam dari Darsa.


"Rute ini tak bisa dilewati oleh kelompok dalam jumlah besar! Selain itu, akan lebih mudah jika yang bergerak adalah sekumpulan Assassin! Jadi, itu jelas harus aku serta orang-orangku yang nantinya akan masuk kedalam benteng!" Ucap Bianca, melanjutkan penjelasan saat Thomas telah terdiam.


"Namun, bagaimanapun juga, aku tak bisa menghadapi tiga Emperor sekaligus! Meski dengan kemampuan penuh dari Iblis kontrak Hell Orb, maksimal hanya dua orang Emperor yang akan bisa kuhadapi!"


"Jadi, aku perlu pengalih perhatian agar satu orang Emeperor Kelompok Bandit Malam Berbintang, pergi meninggalkan markas!" Tutup Bianca.


----


Note :


Like dan komen jangan ketinggalan woee... Dukungan jempol kalian semua benar-benar berharga bagi SDC untuk kejar level ^^

__ADS_1


Dah, gt aja. Selamat membaca...!


Big Love!


__ADS_2