Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
61 - Minat Fairley


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Bagian dalam Glory Land Warship)


Karena ruang medis telah hancur berantakan, imbas dari ledakan Mana Api ganas beberapa waktu sebelumnya, untuk saat ini lokasi perawatan Theo, di tempatkan pada ruang lain yang sengaja di rombak secara mendadak mnejadi ruang medis sementara.


"Hmmmm… Kalian tahu, dengan menggunakannya beberapa trik, aku bisa pergi kapan saja dari sini!" Ucap Fairley, berjalan ditengah rombongan sembari melihat dengan tatapan penuh minat pada setiap sudut Glory Land Warship.


Sebelum ini, ketika akhirnya mendapat kepastian dari Iris, mengenai apa tepatnya bentuk bantuan yang gadis itu minta untuk di janjikan olehnya, Fairley segera memasang ekspresi wajah tak sedap. Bereaksi hendak menolak.


Bagaimana tidak, dari awal Fairley adalah orang yang sangat membenci Kelompok Perompak, Bandit Gurun juga termasuk karena menurutnya adalah kelompok orang dari golongan yang sama.


Oleh karena itu, begitu mendengar bentuk permintaan bantuan adiknya adalah membantu kondisi khusus dari Boss Besar kelompok Bandit Serigala, tentu saja Fairley merasa tak suka. Bahkan hanya memikirkan harus melakukan perawatan pada si Boss Besar ini, ia sudah merasa sangat jijik.


Namun, sebelum Fairley bahkan sempat melontarkan kalimat penolakan apapun, Iris segera memberinya tatapan tajam.


Seolah berkata jangan pernah untuk sekali saja mencoba mengucapkan kalimat yang hendak keluar dari dalam mulutmu. Satu tatapan yang membuat Fairley merasa sangat frustasi.


Berakhir hanya menampilkan ekspresi wajah licik yang jelas terlihat sangat mencurigakan. Setiap anggota kelompok Bandit Serigala yang melihat ekspresi wajah Fairley tersebut, jelas tahu bahwa orang ini punya rencana tak baik.

__ADS_1


Namun begitu, karena tak punya pilihan lain, dimana seperti kata Iris, Fairley adalah satu-satunya orang yang bisa membantu kondisi Theo, orang-orang Kelompok Bandit Serigala akhirnya memutuskan mengamati lebih lanjut.


Dengan tak menurunkan kewaspadaan, mereka semua bergerak secara bersama memasuki Glory Land Warship. Mengawal serta mengawasi gerak-gerik dari Fairley. Sebelum beberapa waktu lalu, Fairley yang hanya diam selama perjalanan, tiba-tiba melontarkan satu kalimat.


"Yah, dengan Mana kuno berwarna hijau milikmu yang sangat misterius, aku memang tak meragukan jika kau mungkin menyimpan beberapa trik yang bisa di gunakan untuk kabur dari sini!" Tanggap Tuan Leluhur. Dengan intonasi nada acuh.


"Tapi, itu lain lagi dengan adikmu! Kupastikan ia atau kau, tak akan pernah bisa kabur sembari membawanya!" Lanjut Tuan Leluhur.


Satu kalimat yang hanya disambut oleh Fairley dengan kerutan kening. Sebelum menampilkan satu senyum aneh.


"Hmmmm… Kalian para makhluk realm kelas rendah, terlalu meninggikan kemampuan! Aku jelas sudah memasang segel formasi penghadang. Tak akan ada penghuni realm kelas rendah ini yang mampu menerobosnya!" Tanggap Sasi. Yang berjalan tepat di belakang Fairley. Sama sekali tak melepaskan tatapannya pada punggung pria itu barang sedetikpun.


"Hmmmm… Sungguh lucu! Baru beberapa waktu yang lalu aku berbicara pada Razak, dan dia sempat mengatakan bahwa bocah Boss Besar Bandit Serigala, sudah pernah menghancurkan formasi penghadangmu ketika kau dengan konyol salah memilih mangsa. Memasukkan dia dan rombongannya kedalam Istana Emasmu!" Jawab Tuan Leluhur.


"Jadi, kalimat penuh kebanggan dan percaya diri yang tadi kau lontarkan berkenaan dengan segel formasi penghadang, sudah tak lagi valid! Karena bukankah bocah itu juga penghuni realm kelas rendah?" Lanjut Tuan Leluhur. Menutup kalimatnya dengan intonasi yang kental akan ejekan.


"Hmmmm… Jangan masukkan Tuan dalam skala dan kelas yang sama dengan kalian makhluk rendahan! Dia berbeda! Kau hanya belum cukup tahu saja semua hal aneh yang tersimpan dalam tubuhnya!" Tanggap Sasi.


Bagaimanapun juga, sedari awal Fairley sudah sangat penasaran dengan sosok Tuan Leluhur yang memiliki wujud Serigala metalik.


Dan begitu sampai di sekitar Glory Land Warship, dalam kondisi masih belum sepenuhnya terbangun dari pandangan tertegunnya menatap kapal perang raksasa, sesosok makhluk kerdil berkulit dominan hijau yang memiliki bentuk tubuh bahkan lebih tak biasa dari pada Tuan Leluhur, juga ikut menyambut kedatangannya. Memberi tatapan tajam penuh kecurigaan semenjak awal bertemu.


"Kakak, kau sebaiknya berhenti mengucapkan kalimat-kalimat provokatif yang menyebabkan situasi berkembang menjadi tak kondusif!" Ucap Iris. Sembari untuk kesekian kalinya, memberi tatapan tajam penuh ancaman kepada kakaknya.


Tatapan tajam yang juga dari tadi di tunjukkan oleh Gerel dan Hella. Tak seperti Tuan Leluhur dan Sasi yang menatap dengan pandangan menyelidik, dua wanita ini secara terang-terangan memberi tatapan penuh ancaman kepada Fairley.


Entah kenapa keduanya merasa apapun itu yang berhubungan dengan Iris, adalah sesuatu yang tak baik. Tak terkecuali tentu saja adalah Fairley yang merupakan kakak gadis saingan mereka tersebut.


Sementara Zota dan Razak yang juga ikut menemani perjalanan menuju ruang medis darurat tempat dimana Theo saat ini berada. Hanya memasang ekspresi wajah biasa saja. Merasa sedikit lega di hati karena menemukan satu harapan yang bisa di pegang untuk membantu situasi tak baik yang sedang dialami Boss Besarnya.

__ADS_1


"Ingat baik-baik yang kukatakan sebelumnnya! Jika terjadi sesuatu buruk pada pemuda tersebut, maka aku benar-benar akan sangat marah kepadamu!" Ucap Iris. Dengan intonasi nada dingin yang sengaja di tekan. Memberi peringatan terakhir pada kakaknya Ketika rombongan sudah berada di depan pintu masuk ruang medis darurat.


"Hmmmm…!!!"


Ancaman Iris. Hanya disambut dengan dengusan singkat oleh Fairley. Sebelum melangkah mengikuti Tuan Leluhur yang telah lebih dahulu membuka dan masuk kedalam ruangan.


Dan tepat ketika Fairley telah memasuki ruangan, Sasi ikut masuk sembari menutup pintu. Sudah di putuskan dari awal, untuk menjaga ketenangan, pengawasan pada proses penanganan situasi Ranah Jiwa Theo, hanya akan dilakukan oleh Tuan Leluhur dan Sasi. Sementara anggota yang lain, menunggu di luar.


***


(Ruang medis darurat)


"Hmmmm… Menarik! Seperti yang Iris katakan, ada satu hal misterius yang menahan Ranah Jiwanya!" Ucap Fairley, segera memasang ekspresi wajah penuh minat setelah melakukan pengamatan cepat pada tubuh Theo menggunakan sehelai tanaman rambat yang ia arahkan pada bagian dada Theo.


Sementara Tuan Leluhur dan Sasi, hanya menunggu disamping. Sama sekali tak melepaskan pandangan keduanya kepada Fairley. Tak memberi celah apapun bagi pemuda tersebut, untuk bisa melakukan satu hal mencurigakan.


*Woooshhhh…!!!


Masih dalam tatapan lekat Tuan Leluhur dan Sasi, Fairley secara tiba-tiba melakukan gerakan mengayunkan tangan. Menyebar aliran Mana kuno berwarna hijau, pada sekeliling ranjang medis.


"Apa yang kau lakukan?" Ucap Tuan Leluhur, dengan intonasi nada dingin.


Disisi lain, Sasi sudah mulai mengatur aliran Mana Besi pada kepalan tinju tangan kanannya.


"Hahhaha…! Kalian berdua tak perlu terlalu khawatir! Tak seperti sebelumnya, kali ini aku benar-benar merasa sangat tertarik dengan kondisi orang ini!" Ucap Fairley. Mengabaikan dua tatapan berhawa dingin yang terarah tepat pada punggungnya.


"Sebagai seorang Alchemist, aku jelas tak akan melewatkan kesempatan berharga untuk melakukan pemeriksaan pada satu kondisi tak wajar sebuah Ranah Jiwa!" Tambah Fairley.


Bersamaan dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Fairley, aliran Mana kuno Hijau yang tadi sempat ia sebarkan di sekeliling ranjang medis, mulai bergeliat untuk beberapa saat, sebelum secara perlahan berubah bentuk menjadi satu jenis tanaman.

__ADS_1


Tanaman-tanaman yang kini bermekaran disekitar ranjang medis, memiliki tangkai dengan ujung bunga yang tampak seperti bulan purnama sedang bersinar terang, namun kemilau itu, juga memiliki warna kepucatan yang begitu menarik mata. Kombinasi yang sungguh sangat indah.


"Tidak mungkin!" Gumam Tuan Leluhur. Dengan tatapan mata takjub yang tak bisa ia sembunyikan. Begitu melihat puluhan tanaman tersebut mekar di sekeliling ranjang medis.


__ADS_2