Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
209 - Ketenangan Mendalam


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


Sudah dalam situasi mengaktifkan mode Murka Aqua Sword, Iris berdiri tegak diantara jarak antara Theo dan Ibunya, Khan Eleanor Tribe. Menghadang untuk menghentikan duel yang sebelumnya sempat berjalan sengit.


"Iris! Kau sepertinya baru mendapat sebuah pertemuan kebetulan yang bagus!" Ucap Khan Elaenor Tribe, saat melihat Aqua Sword pada genggaman tangan kanan Iris yang saat ini sedang berselimut Mana Air intens, membentuk sosok Kung-Peng.


"Dengan kekuatan baru yang berhasil kau dapat, lebih baik sekarang ikut bekerja sama denganku! Kita balas kematian kakakmu Fairley!" Lanjut sang Khan. Secara khusus meminta uluran tangan putrinya.


Bagaimanapun juga, berkat perjalanan dalam misi Kastil Raja Dewa Air, dimana Theo mendapat beberapa manfaat serta sumberdaya yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, ia akhirnya berhasil memecah kebuntuan kultivasi yang selama ini cukup membebani pikirannya.


Theo, melangkah keluar dari dalam Kastil Raja Dewa Air, dengan membawa kenaikan kultivasi. Menerobos dari King tahap Surga, untuk sekarang mencapai Emperor tahap awal.


Satu terobosan yang akan menjadi titik balik dalam perjalanan panjang Theo sebagai seorang Knight.


Karena dengan berhasil naik ke kelas Emperor, itu artinya Theo akan bisa membuka serta memanfaatkan beberapa teknik khusus dari setiap Ancient Thing yang terikat kontrak dengan dirinya.


Salah satu dari teknik-teknik tersebut, tentu saja adalah teknik ketiga dari Gerbang Dosa, yang mana saat ini sedang ia pakai dalam wujud Iblis Petir Asmodeus. Teknik ketiga Gerbang Nafsu. Sikap Surga Penuh Gairah.


Memiliki Element Seed tipe Netral yang mampu memberinya kendali akan segala jenis atribut Mana, ditambah juga dengan segala perangkat dan hal-hal lain yang ia simpan di balik lengan baju, bisa dikatakan bahwa Theo yang telah mencapai kelas Emperor, tak akan terkalahkan dalam pertarungan dengan Knight yang memiliki kelas sama.


Satu hal yang sebenarnya sudah pernah dijelaskan oleh sang Master, Tiankong, dalam perjalanan awal latihan Theo di dasar Jurang misterius.


Theo hanya akan tertahan jika yang ia hadapi, adalah Knight berkelas Emperor tahap Surga. Dimana merupakan tingkatan kultivasi paling tinggi di muka Gaia Land.


Itupun hanya tertahan, meskipun akan cukup sulit bagi Theo mengalahkan Knight berkelas Emperor tahap Surga, pihak lawan, juga akan kesulitan mengalahkan Theo dalam situasi pertarungan satu lawan satu.


Kemungkinan terburuk, jika Theo merasa tak ada harapan untuk menang, ia masih bisa bergerak kabur kapanpun ia mau.

__ADS_1


Keanehan dalam tingkat kekuatan kultivasi Theo inilah yang membuat Khan Eleanor Tribe, berakhir sepenuhnya terkejut saat berada dalam situasi pertarungan satu lawan satu dengan Theo.


Sang Khan, dimana sempat begitu percaya diri bisa dengan mudah mencabut nyawa Theo, karena bagaimanapun juga yang ia hadapi hanyalah seorang Knight berkelas Emperor tahap awal, kelas yang sama dengan kebanyakan tetua biasa dari Tribe-nya, ternyata berakhir dalam situasi buntu saat telah benar-benar bertarung melawan Theo.


Setiap teknik serangan Theo, memiliki bobot yang hampir sama dengan Knight berkelas Emperor tahap Surga. Setiap teknik pertahanan Theo, sekokoh Knight berkelas Emperor tahap Surga. Juga berlaku dengan teknik gerakannya. Tak kalah cepat dan efisien dengan teknik gerakan milik pihak lawan, Khan Eleanor Tribe.


Untuk bisa mengalahkan sosok Theo yang telah mencapai Kelas Emperor, akan dibutuhkan satu sosok Emperor tahap Surga puncak dengan kedalaman kultivasi yang mendalam. Sosok yang biasa dikenal dengan sebutan Monster Tua.


Selain para Monster Tua, Theo masih memiliki kemungkinan kalah dalam situasi pertarungan jika yang harus ia hadapi adalah beberapa Knight berkelas Emperor tahap Surga sekaligus dalam satu waktu. Dengan kata lain, itu akan dibutuhkan dua atau lebih sosok setingkat Khan Eleanor Tribe, untuk bisa sepenuhnya menundukkan Theo.


Dan semua fakta diatas, tetap memiliki satu garis catatan yang mendasar. Hanya berlaku saat Theo berada dalam kelas Emperor tahap awal. Semua akan menjadi sepenuhnya berbeda lagi saat Theo melangkah semakin tinggi dalam jalan Kultivasinya.


Kembali ke situasi terkini.


Iris yang masih berselimut aliran Mana Air intens berbentuk sosok Kung-Peng pada tangan kanannya, hanya tetap diam untuk beberapa saat setelah sang ibu, menyampaikan agar ia bergerak membantu untuk mengurus Theo.


Kediaman yang disambut oleh Theo dengan tatapan tajam memandang kearah Iris. Menunggu keputusan apa yang akan diambil oleh gadis tersebut.


Sejujurnya, Theo sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk dengan Iris yang tentu saja akan menuruti intruksi Khan Eleanor Tribe.


"Tidak! Kita harus berhenti!"


Hanya saja, saat Theo sudah memikirkan beberapa rencana alternatif untuk mengatasi kemungkinan terburuk, bahkan ia sudah sempat berfikir hendak akan dengan cepat menyelesaikan Iris terlebih dahulu, Nona Muda Eleanor Tribe, tiba-tiba menyampaikan kalimat yang sepenuhnya tak terduga.


"Apa maksudmu?" Bentak Khan Eleanor Tribe, saat mendengar kata-kata Iris.


"Ibu! Maksudku Khan yang terhormat!" Gumam Iris, dengan intonasi nada tenang. Menatap dengan pandangan mendalam yang juga penuh ketenangan pada sosok Khan Eleanor Tribe, atau ibunya,


Intonasi nada tenang dan juga tatapan yang ditunjukkan oleh Iris, segera disambut oleh Theo dengan kerutan kening. Jelas tertarik untuk mendengar kata-kata lanjutan yang hendak kembali terucap dari mulut gadis tersebut.


Sementara Khan Eleanor Tribe sendiri, hanya membalas kata-kata putri nya dengan diam. Menatap tajam seperti sedang mengukur sesuatu dari tatapan yang sedang ditunjukkan oleh sang putri.


Hening cukup lama, sampai kemudian, Iris kembali meneruskan kalimatnya yang sempat terhahan.

__ADS_1


"Pertempuran yang terjadi saat ini, benar-benar tak akan memberi keuntungan apapun bagi kedua belah pihak!" Ucap Iris. Mempertahankan tatapan matanya yang penuh ketenangan mendalam pada sang ibu untuk beberapa saat, sebelum ganti melihat kearah Theo.


"Jika terus dilanjutkan, baik itu Eleanor Tribe, maupun Bandit Serigala, hanya akan berakhir menderita kerugian besar! Siapapun yang memenangkan pertempuran, tak akan mendapat apapun kecuali abu!"


"Sebuah kesia-siaan!" Lanjut Iris.


"Jadi, aku berharap agar kedua belah pihak, terutama kalian berdua sebagai yang memimpin dua pihak yang sedang bertempur, untuk mendinginkan kepala masing-masing! Tarik mundur kedua pasukan!"


"Konflik antara Eleanor Tribe dan Bandit Serigala, selesai sampai disini!" Tutup Iris.


"Bagaimana bisa! Orang yang ada disana! Ba*jingan itu, baru saja membunuh Fairley! Kakakmu!" Bentak Khan Eleanor Tribe.


"Ibu…!! Kakak, hanya menerima balasan yang setimpal! Itu adalah hukum langit dimana ia akan menuai apa yang telah di tebar!" Ucap Iris. Dengan nada tanpa getaran sama sekali. Lembut dan tenang. Namun dingin disaat bersamaan.


"Dan harus berapa lama lagi kau mencoba mengelak fakta bahwa kakak, memang bukanlah calon pemimpin yang kompeten! Dia adalah produk gagal! Tuan Muda yang tak bisa diandalkan!" Tutup Iris.


*Woooshhhh…!!!


Bersama Iris menyelesaikan kalimatnya, bahkan sebelum Khan Eleanor Tribe memberi tanggapan, Theo dengan cepat membuat gerakan mengayun tangan. Menarik seluruh boneka bernyawa yang ada di sekitar, untuk kembali kedalam gelang ruang-waktu.


Situasi tersebut, segera ditanggapi oleh Khan Eleanor Tribe, dengan mengerutkan kening. Menatap kearah Theo untuk beberapa saat, sebelum kembali pada putrinya yang masih memandang kearahnya dengan raut wajah tenang. Cenderung datar.


Melihat raut wajah Iris. Khan Eleanor Tribe yang sempat terdiam, tiba-tiba memasang senyum tipis. Berubah raut wajahnya seolah baru mendapat harta karun paling berharga.


Perubahan ekspresi drastis dari penuh amarah menjadi satu senyum aneh tersebut, tentu saja sedikit mengganggu Theo yang melihatnya. Merasa Khan Eleanor Tribe, adalah seorang wanita yang cukup berbahaya.


"Sepertinya Eleanor Tribe, telah menemukan pewaris tahta sejati bagi generasi selanjutnya!" Gumam sang Khan.


"Eleanor Tribe! Hentikan pertarungan!" Seru sang Khan pada akhirnya. Meneriakkan intruksi pada seluruh pasukan Eleanor Tribe.


Bersama seruan tersebut, seluruh pasukan Eleanor Tribe, segera menghentikan aksi masing-masing.


"Bandit Serigala! Berhenti untuk sekarang sampai aku memberi intruksi lagi!"

__ADS_1


Theo, ikut memberi seruan agar pasukannya menahan gerakan. Seruan yang tak hanya ditanggapi oleh pihak Bandit Serigala, karena Sinbad, juga ikut memberi intruksi agar para Perompak Aliansi 7 Lautan, menghentikan langkah masing-masing.


Situasi Medan Pertempuran, seketika berubah hening. Setiap orang, terdiam untuk memandang kearah pemimpin masing-masing.


__ADS_2