
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Boooommmm…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Dentang…!!!
Bermacam suara yang berasal dari berbagai jenis serangan, terdengar di dalam kubah Wall Of Thousand Plant.
Kubah penjebak yang awalnya di tujukan oleh Fairley agar ia bersama Kelompoknya bisa menghabisi Sinbad sang Pemimpin Utama Aliansi 7 Lautan, serta Theo Boss Besar kelompok Bandit Serigala dalam satu waktu bersamaan, ternyata kini justru berubah menjadi ladang penjagalan bagi kelompoknya sendiri.
Sinbad yang telah mengaktifkan mode Murka dari Blazing Sword, berubah seperti iblis yang sedang membawa api neraka. Kemanapun Kapten Perompak Naga Laut tersebut bergerak, akan selalu diakhiri dengan sebuah tubuh hangus terbakar.
Jelas sekali terlihat bahwa kumpulan satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe, dimana seluruhnya merupakan Knight yang memiliki kelas kultivasi sama dengan Sinbad, yakni Emperor tahap Bumi, benar-benar bukan lawan sebanding bagi Kapten Perompak Naga Laut tersebut.
Dengan raut wajah penuh amarah, Sinbad tak pernah berhenti bergerak barang sedetikpun. Terus melaju dari satu lokasi ke lokasi lain, sembari melepaskan serangan-serangan dahsyat Mana Api ganas dari Blazing Sword yang berderak liar. Berkobar dalam nyala api membara. Nyala api dengan wujud Vermilion Bird, dimana terus memancarkan aura penuh dominasi.
"LENYAP…!!!" Seru Sinbad. Mengayunkan Blazing Sword yang ia genggam dengan kedua tangan. Memberi satu serangan ganas yang kembali menagih nyawa dari anggota satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe.
Sementara di sisi lain, terlihat mirip dengan situasi Sinbad namun dengan pendekatan cara bertarung yang berbeda, Theo yang telah mengaktifkan mode Rage buatan Absolute, bergerak dengan langkah ringan. Maju perlahan untuk mendekati posisi Fairley.
Pancaran liar enam atribut Mana, terus bergejolak, meletup dengan dahsyat menyelimuti seluruh tubuh Theo. Memberi tekanan serta dorongan keras bagi setiap lawan yang berusaha mendekat untuk mencoba menghentikan langkahnya.
Memanfaatkan medan Gravitasi yang menyebar luas, dikombinasikan dengan Eye of Agamoto yang aktif dengan nyala terang merah darah, Theo melangkah perlahan dengan tatapan lurus kedepan. Sembari mengendalikan Keempat senjata bocah dosa yang melayang di sekitar, hanya menggunakan pikiran.
Eye Of Agamoto memberi Theo kemampuan melihat segala, menangkap semua pergerakan lawan yang ada di sekitarnya. Sementara Medan Gravitasi, membuat setiap langkah pihak lawan, akan menjadi semakin berat. Kesulitan untuk memaksimalkan teknik gerakan masing-masing.
Dengan dua kombinasi teknik tersebut, Theo tanpa harus menoleh, kini sedang membantai anggota kelompok satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe. Empat senjata dosa bergerak cepat menerjang keberbagai arah. Menagih setiap nyawa dengan sangat dingin.
Sosok agung, kombinasi dari Raja Dewa, dan juga Raja Iblis di saat bersamaan. Itulah perumpamaan yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Theo saat ini. Dengan enam atribut Mana yang menyala terang membekap tubuh, Theo terlihat bagai dewa yang turun ke bumi.
Namun, keempat senjata dosa yang bergerak di sekelilingnya, dimana terus melakukan pembantain keji, menumpahkan banyak genangan darah segar dimanapun mereka menerjang. Menyebabkan sosok Theo juga bagai seorang iblis. Lengkap dengan mata mengerikan pada kening, dimana terus memancarkan kemilau merah darah.
*Traangg…!!!
__ADS_1
"I-Iblis!" Gumam salah satu anggota kelompok satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe. Memandang dengan tatapan bergetar kearah sosok Theo, tepat ketika ia baru saja berhasil menangkis terjangan salah satu Pisau Lempar Mammon yang memiliki derak liar aliran Mana Api.
*Bzzzzzttt…!!!
Namun, baru sedetik pria tersebut selesai bergumam, derak listrik berwarna ungu, tiba-tiba menyala terang pada kedua sisi lehernya.
*Slaaaassshhh…!!!
Kemunculan tiba-tiba dari derak listrik ungu, diakhiri dengan suara tebasan ringan. Pedang kembar Asmodeus, memenggal leher pria malang tersebut. Memotongnya dengan sangat halus dari dua sisi berlawanan.
*Tapp…!!!
Theo masih berjalan santai, sampai dua aura kuat, menerjang dari dua arah berlawanan. Depan dan belakang, dua anggota satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe, bergerak secara bersamaan. Berniat memberi serangan ganda kepada Theo.
"Fokuskan pada aura! Bagaimanapun juga, ia hanya seorang King!" Seru salah satu penyerang.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Bersama seruan tersebut, dua aura Emperor tahap Bumi yang begitu berat, segera menghujam tubuh Theo.
Dua sosok penyerang sudah mulai akan melancarkan teknik serangan terkuat masing-masing saat merasa telah berhasil menekan dan mengunci tubuh Theo.
Namun…
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Percikan-percikan listrik merah, hanya bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian berkembang menjadi jilatan liar aliran Mana mutasi Listrik Merah.
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Diakhiri dengan terjangan dahsyat aliran Listrik Merah, menyebar kesegala arah. Menghempaskan balik dua orang penyerang Eleanor Tribe, menerima luka berat pada tubuh masing-masing.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Tubuh terpental dua anggota satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe, bahkan belum sempat mendarat, sampai dengan cepat, dua senjata dosa terbang untuk menghampiri.
*Baaangggg…!!!
Tongkat Logam Baal, memberi sentakan keras menggunakan ujungnya yang berderak dengan aliran Mana Tanah padat. Menghancurkan kepala salah satu penyerang.
*Boooommmm…!!!
__ADS_1
Sementara Palu Raksasa Belphegor, menghujam keras, menghancurkan seluruh tubuh penyerang lain hingga menjadi genangan darah segar yang menyiprat ke segala arah. Orang malang tersebut mati dengan tanpa meninggalkan satu anggota tubuhpun untuk bisa di makamkan.
*Tappp…!!!
Theo masih melangkah perlahan, selangkah demi selangkah untuk semakin dekat pada lokasi Fairley, sembari mempertahankan tatapan mata tajam kearah Tuan muda Eleanor Tribe tersebut.
Sementara Fairley, kini mulai menatap ngeri kearah Theo. Seolah dewa kematian dengan sabit raksasa yang menyeramkan, sedang bermain-main dengan sengaja mendekatinya perlahan.
*Tapp…!!!
Langkah Theo baru terhenti ketika Iris yang sedari tadi hanya diam termenung di sebelah Fairley, menatap kosong pada pembantaian keji yang di terima kelompoknya, dimana merupakan satuan elite yang berisi kumpulan Knight kelas tinggi, Emperor tahap Bumi. Tiba-tiba bergerak untuk menghadang.
"Aku tak bisa membiarkanmu! Bagaimanapun juga, orang ini adalah kakakku! Sekaligus merupakan Tuan muda pertama Eleanor Tribe! Sosok yang di masa depan akan menjadi Khan dan memimpin Eleanor Tribe!" Ucap Iris. Dengan suara agak terbata, namun dari tatapan matanya, gadis ini terlihat jelas berusaha meneguhkan hati.
Kata-kata Iris, disambut oleh Theo dengan mulai memasang senyum tipis.
"Kenapa tidak kau saja yang memimpin Tribe? Kurasa itu akan lebih bijak, dari pada membiarkan pemuda serampangan ini yang memegang otoritas tertinggi!" Ucap Theo. Sembari kemudian menyebar pancaran enam jenis atribut Mana ke segala arah. Memberi tekanan dominasi tak tertandingi.
Iris yang menerima tekanan penuh dominasi dari Theo, segera merasa gelap pandangan matanya. Kedua kaki bergetar hebat. Terlihat akan tumbang.
*Woooshhhh…!!!
Dan tepat ketika tubuh Iris akan jatuh ketanah, Theo mengayunkan tangan, menyebar aliran Mana Angin untuk menghempaskan tubuh gadis tersebut.
"Akan kuberi sedikit uluran tangan agar kau bisa duduk di atas singgasana Eleanor Tribe!" Gumam Theo. Melanjutkan langkahnya.
*Tapp…!!!
Theo, akhirnya sampai di hadapan Fairley.
"Sebelumnya, bukankah aku sudah memberimu satu kesempatan? Namun kenapa kau justru suka sekali berjudi dengan dewa kematian?" Tanya Theo.
Satu kalimat yang disambut oleh Fairley dengan tatapan tajam. Jelas marah. Tapi, karena menganggap ia tak memiliki kesempatan, Fairley mulai berfikir untuk menarik teknik Wall Of Thousand Plant, berniat untuk mencoba kabur.
Namun…
"Coba tarik teknikmu, kita lihat apa kira-kira yang akan di lakukan dua monster yang ada di luar! Sementara di dalam sini, sudah ada dua monster lain yang menemanimu!" Ucap Theo. Mulai memasang seringai lebar.
Mendengar kata-kata Theo, Fairley segera menggertakkan gigi-giginya. Tampak benar-benar sangat marah. Sebagai seorang Tuan muda Eleanor Tribe, satu dari 10 Biggest Knight Group, hanya di hadapan Theo ia merasa begitu rendah dan tak berdaya.
Dan seolah masih kurang hanya dengan sosok Theo…
*Woooshhhh…!!!
*Taappp…!!!
Sinbad melakukan pendaratan dengan cara penuh dominasi. Menyebar aliran Mana Api kuno tepat ketika kedua kakinya memijak tanah pada lokasi tak jauh di belakang Theo. Menatap tajam kearah Fairley.
__ADS_1