
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Pulau Serigala, di luar Glory Land Warship)
*Booommmmm….!!!!
*Baaaammmmmm….!!!
Berbagai jenis serangan terus mengguncang formasi pelindung yang menyelubungi seluruh Glory Land Warship. Sementara di bagian dalam formasi, tepatnya di dek kapal perang, dimana kondisinya bisa dilihat oleh setiap orang, api ganas dengan warna merah yang mendominasi, masih menjilat-jilat dengan sangat liar.
Jilatan api ganas tersebut, bahkan terlihat mulai memberi dampak kerusakan pada beberapa bagian yang ada di dek Glory Land Warship. Salah satunya adalah tiang utama layar, yang mana mulai terbakar. Sedangkan layar utama yang sebelumnya mengembang gagah dengan gambar Serigala menyalak pada bagian tengah, telah lama hangus terbakar habis.
"Jika terus begini, kapal perang akan benar-benar rusak!" Ucap Hella. Untuk beberapa saat menghentikan serangannya. Mencoba mengambil nafas.
"Api ini sungguh berbahaya! Bahkan bisa membakar bagian dari Glory Land Warship yang di tempa oleh bocah itu menggunakan bahan-bahan khusus!" Tanggap Tuan Leluhur. Menatap tajam kearah jilatan api liar yang kini merambat pada tiang layar utama Glory Land Warship.
"Jika sudah tahu begitu, maka berhenti menyerang formasi penghalang! Itu akan berbahaya jika api yang ada disana sampai menerobos keluar!" Ucap Iris. Beberapa waktu sebelumnya, tepat ketika menyadari keganasan api yang ada di hadapannya, gadis ini sudah tak lagi ikut melakukan serangan pada formasi penghalang.
"Diam kau! Bagaimanapun juga, orang itu masih ada di dalam sana!" Bentak Gerel. Dengan ekspresi wajah bercampur antara marah dan panik.
"Meskipun seluruh pulau harus terbakar habis, aku tak peduli! Apapun yang terjadi, aku akan masuk kedalam sana dan membawanya keluar!" Lanjut Gerel.
"Nagini! Teruskan serangan!" Ucap Gerel. Menutup semua kalimat marahnya dengan satu intruksi pada Nagini.
"Tsaaaahhhh…..!!!" Teriak Nagini liar. Mengeluarkan aliran Mana Lumpur pekat untuk menggedor formasi penghalang.
"Hooooaaarrgggghhhh…..!!!!"
Sementara itu, ketika setiap orang masih sempat melakukan istirahat untuk sekedar mengambil nafas atau mengisi ulang tenaga, Razak disisi lain, sedari awal tanpa henti mengeksekusi teknik Menempa Tubuh Surgawi.
Melancarkan pukulan bertubi-tubi pada formasi penghalang. Telah dalam mode Meridian Knight berupa manusia setengah Singa Gurun, ekspresi wajah Razak tampak sangat garang terus melakukan pukulan kedepan.
Bocah ini sedang di selimuti perasaan menyesal yang begitu mendalam. Merasa sungguh bodoh telah meninggalkan tempat di saat paling penting. Meskipun memang ia tahu, Sasi menipu hanya untuk menjaga keselamatannya. Namun tetap saja, menyadari hal tersebut, Razak justru menjadi semakin tertekan. Mulai merasa dirinya masih sangat lemah sehingga tak bisa melakukan apapun. Berakhir harus terus dilindungi oleh Sasi.
__ADS_1
"Hooooaaarrgggghhhh….!!!"
Didorong oleh perasaan bercampur antara marah dan kecewa pada dirinya sendiri, Razak tanpa henti terus melancarkan pukulan. Ia bahkan tak berhenti memukul sedetikpun meski ujung tinjunya mulai mengucurkan darah segar.
Masih jelas terekam dikepala bocah ini, bagaimana kondisi Theo yang sedang terbakar dalam dekapan Api ganas. Berteriak lantang kesakitan sampai suaranya terdengar serak.
Satu kondisi yang membuat Razak menjadi tak bisa tenang barang sedetikpun. Bagaimanapun juga, dibandingkan dengan semua orang dalam hidupnya, sosok Theo bisa dikatakan adalah orang paling penting dan berpengaruh dalam perjalanan hidup Razak. Theo adalah orang yang menariknya dari dalam kubangan lumpur, hingga Razak bisa sampai di titik saat ini ia berada.
Menyadari sosok terpenting dalam hidupnya tersebut sedang dalam situasi hidup dan mati, Razak tentu saja tak bisa hanya diam melihat. Tak melakukan apapun hanya untuk satu detik saja, itu sudah akan menimbulkan perasaan sangat bersalah di hati sang bocah.
"Razak! Hentikan!"
Melihat tindakan sembrono Razak, Tuan Leluhur segera berteriak untuk menghentikannya.
"Hooooaaarrgggghhhh….!!!"
Namun, seperti kesetanan, Razak hanya mengabaikan. Tetap melancarkan tinju secara bertubi-tubi.
*Baaaammmmm….!!!
Tinju Razak hanya berhenti ketika Tuan Leluhur memberinya satu pukulan keras. Membuat tubuh Razak terpental jauh kebelakang.
"Kau harus belajar untuk menaati setiap patah kata dari Mastermu! Terlebih selain sebagai Master, aku juga merupakan leluhurmu!" Ucap Tuan Leluhur, menatap tajam kearah Razak.
*Buggg….!!!
Dengan satu serangan keras yang menyasar tepat pada titik vital di belakang leher Razak, Iris yang bergerak tanpa riak getaran apapun, tiba-tiba berada di belakang sang Bocah. Berhasil membuat Razak jatuh tak sadarkan diri dengan serangannya tersebut.
"Kerja bagus gadis muda!" Ucap Tuan Leluhur. Sebelum ganti mengalihkan pandangan kearah Hella dan Gerel yang masih melancarkan serangan pada formasi penghalang.
"Kalian berdua sebaiknya hentikan itu!" Teriak Tuan Leluhur.
"Formasi segel yang di ciptakan oleh Sasi ini, tampaknya bukan formasi segel penghalang biasa! Aku tak pernah melihat formasi segel macam ini sebelumnya!"
"Formasi segel yang dengan aneh menyerap atau memantulkan setiap serangan yang datang. Itu akan percuma terus menyerang! Harusnya ada satu mekanisme sederhana yang bisa digunakan untuk memecah! Namun sayangnya, hanya si Goblin itu yang tahu!" Tutup Tuan Leluhur.
Sebagai seorang ahli formasi, Tuan Leluhur yang sempat melancarkan serangan, juga melakukan beberapa tes serta pengamatan pada formasi buatan Sasi. Sehingga segera bisa mengambil kesimpulan.
Dan yang di sampaikan oleh Tuan Leluhur, sebenarnya sangat tepat. Karena formasi segel penghalang milik Sasi, merupakan salah satu teknik formasi kuat yang berasal dari realm lebih tinggi. Formasi yang sempat ia andalkan untuk melindungi dan mengatur setiap game yang ada di dalam Istana Emas selama ribuan tahun.
***
(Salah satu sudut ruang Glory Land Warship)
__ADS_1
Api ganas masih terus menyebar dan membuat kerusakan pada bagian kapal perang. Terus menjalar pada beberapa bagian penting. Salah satunya sampai di suatu ruang tempat dua dunia kecil berada, saling bersebelahan.
Satu sisi merupakan ruang ditempatkannya dunia kecil Istana Emas, sementara disisi lain yang bersebelahan, terdapat ruang khusus yang sama sekali belum pernah dibuka. Ruangan tersebut, merupakan tempat di segelnya dunia kecil asli milik Glory Land Warship.
*Bammmm….!!!
Tepat ketika nyala api merah ganas mulai menjalar pada pintu ruangan dunia kecil Glory Land Warship di segel, sebuah gedoran keras, secara tiba-tiba muncul dari arah bagian dalam.
*Bammmm….!!!
Gedoran tersebut terjadi beberapa kali, dimana mampu membuat formasi segel yang menutup pintu, kini mulai bergetar habat.
*Baaammmmm….!!!
Dan pada akhirnya, pintu secara paksa terbuka dari dalam.
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan terbukanya pintu, aliran Mana yang terasa sangat kuno dan tak biasa, segera menyeruak keluar, melakukan dorongan balik pada sebaran api ganas.
Aliran Mana kuno tersebut, terus menyebar dan membuat derak api ganas, terdorong mundur kebelakang. Sebelum dengan satu hempasan keras, secara tiba-tiba melenyapkan seluruh api ganas yang ada di sekitar lokasi.
Hempasan ini juga terus bergerak, secara instan melenyapkan sebagian besar sebaran api liar. Tak terkecuali yang ada diatas dek Glory Land Warship. Hanya berhenti saat mencapai sumber dari derakan api tersebut, yakni sekitar ruang medis.
Bertepatan dengan meredanya derak api liar yang ada disekitar, dimana tak lagi mengancam Glory Land Warship, aura Mana Kuno secara misterius mulai menarik diri. Dengan cepat kembali bergerak menuju ruang segel dunia kecil Glory Land Warship.
*Baaaaaammmm….!!!
Kemudian, saat seluruh aura kuno telah sepenuhnya masuk kedalam ruangan, pintu ruang segel kembali tertutup dengan satu suara bantingan keras.
Suasana kembali hening di sekitar ruang dunia kecil Glory Land Warship.
---
Note :
Kawan-kawan, sejujurnya saya menulis tiap hari untuk vol 2 ini benar-benar tanpa bayaran karena masih level rendah. Jadi, jika berkenan, tolong jangan pelit like atau komentar, kalau bisa juga sempatkan like chapter-chapter sebelumya yang mungkin terlewat atau kelupaan belum like.
Karena cuma pencet jempol dan ketik beberapa kata saja, bahkan satu katapun, itu sudah merupakan dukungan untuk karya saya agar bisa segera kejar level.
Yuk sama2 gak pelit, saya up rutin 2 chapter sehari, megang hp beberapa jam sehari untuk nulis dengan pelototan istri karena belum dapat apapun, sementara kawan-kawan cukup like dan komen.
Uda itu aja. Terimakasih sebelumnya, dan semoga chapter terbaru hari ini bisa memberi hiburan bagi kawan-kawan. ^^
__ADS_1